Showing posts with label MBG. Show all posts
Showing posts with label MBG. Show all posts

Tuesday

MBG (MAKAN BERGIZI GRATIS) BUKAN MBG (MAKAN BERACUN GRATIS)

Muhammad Riadi, Tokoh Pemuda Ketangga sekaligus aktivis Lombok Timur




Lombok Timur (harianbumigora) - Program unggulan presiden RI Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mengalami ujiannya di lapangan. Ujian berupa pro-kontra kembali melanda program ini.


Muhammad Riadi, salah seorang tokoh pemuda di salah satu desa di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, tepatnya Desa Ketangga Kecamatan Suwela, menyayangkan kenyataan yang terjadi di lapangan jauh dari yang seharusnya.


"Program MBG yang seharusnya menjadi makanan nikmat dan bergizi berubah menjadi  meracuni siswa."


Pernyataan pedas yang dilontarkan Riadi, panggilan akrabnya, menurutnya lantaran kurang profesionalnya pelaksanaan pemenuhan gizi oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)_Dapur MBG (red)_yaitu SPPG Ketangga.


"SPPG Ketangga menyajikan MBG dengan seperti tidak ada pegawai yang berkompeten di dalamnya." Ungkap Riadi.


Akibat kurang profesionalnya kinerja tim dari SPPG Ketangga ini, lanjut Riadi, makanan basi sering diterima siswa di beberapa sekolah di bawah naungan SPPG Ketangga ini.


"Makanan basi yang hampir dimakan siswa" Ujarnya.


Riadi melanjutkan, puncak keresahan masyarakat ketika pada Senin 26 Januari 2026 siswa-siswi di beberapa sekolah mengalami sakit perut setelah memakan masakan yang diterima dari SPPG Ketangga tersebut.


"Tidak sedikit siswa dari beberapa sekolah yang sakit-sakitan perutnya akibat sudah menkonsumsi MBG yang disajikan SPPG Ketangga." pungkas Riadi.


Kekesalan Riadi, menurutnya bukan tampa alasan. Hal ini dikarenakan keresahan yang melanda guru dan masyarakat di lingkungan Ketangga sudah mengkhawatirkan. Menurut penuturan Riadi, kondisi ini sudah menjadi buah bibir.


Muliati, salah seorang guru SMP Marakitta'limat Ketangga menyampaikan keresahannya di grup Whatsapp yang ada Riadi juga di dalamnya.


"Di SMP Marakitta'limat guru-guru dan muridnya sakit perut." Kata Muliati menurut penuturan Riadi.


Keadaan ini membuat rasa ironis dalam pandangan pemuda yang juga seorang aktivis Lombok Timur ini. 


"SPPG itu dapur profesional dan isinya orang-orang yang kita yakini berkompeten, maka tidak sepatutnya makanan cepat basi apalagi sampai keracunan." Tegas pemuda kelahiran Ketangga ini.