Showing posts with label Lombok Timur. Show all posts
Showing posts with label Lombok Timur. Show all posts

Sunday

H. Syamsu Rijal Sigap Turun ke Lokasi Banjir, Salurkan Bantuan untuk Warga Kayuk Perang Desa Wakan

Lombok Timur, 1 Maret 2026 – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Syamsu Rijal, menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat dengan turun langsung meninjau lokasi banjir di Dusun Kayuk Perang, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (1/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia sekaligus menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir.

Kedatangan H. Syamsu Rijal bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat pascabanjir. Ia menyapa warga, meninjau rumah-rumah yang terdampak, serta berdialog dengan masyarakat guna mendengar berbagai keluhan dan kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini.

Pada kesempatan tersebut, H. Syamsu Rijal menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.

Menurutnya, kehadiran langsung di tengah masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat agar dapat mengetahui secara nyata kondisi warga yang membutuhkan perhatian.

"Kami hadir untuk memastikan masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini. Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban warga dan menjadi penyemangat untuk bangkit kembali," ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa banjir yang terjadi di Dusun Kayuk Perang perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam upaya penanganan jangka panjang agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa yang akan datang.

Banjir yang melanda Dusun Kayuk Perang menyebabkan sejumlah rumah warga terendam dan aktivitas masyarakat sempat terganggu. Setelah air mulai surut, warga bergotong royong membersihkan rumah dan lingkungan dari sisa lumpur serta material yang terbawa arus banjir.

Kehadiran H. Syamsu Rijal di lokasi bencana disambut penuh haru oleh masyarakat. Warga mengaku sangat terbantu dan merasa diperhatikan dengan adanya kunjungan langsung serta bantuan yang diberikan.

Salah seorang warga, Irawan, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan oleh H. Syamsu Rijal.

"Kami sangat bersyukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Kehadiran beliau memberi semangat bagi kami untuk kembali bangkit setelah musibah banjir ini," ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, H. Syamsu Rijal berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait dapat bersama-sama mencari solusi penanganan banjir secara berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat hidup dengan lebih aman dan nyaman.

Kunjungan tersebut menjadi bukti nyata komitmen H. Syamsu Rijal sebagai wakil rakyat yang selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat warga membutuhkan perhatian dan bantuan di tengah musibah yang melanda.


Tuesday

Dugaan Ayam Busuk di Program MBG Montong Gading, BGN Didesak Tutup Operasional Dapur Oknum Pimpinan Dewan

 



Lombook Timur (harianbumigora.com) – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Kilang, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, menuai protes keras dari masyarakat. Hal ini dipicu oleh temuan penyajian makanan yang dinilai tidak layak konsumsi, berupa daging ayam yang diduga sudah busuk dan buah-buahan yang tidak segar.


Berdasarkan laporan dari sejumlah tokoh masyarakat setempat, dapur penyedia makanan tersebut disinyalir milik seorang oknum Pimpinan DPRD Kabupaten Lombok Timur. Temuan ini memicu kegaduhan publik karena standar kesehatan pangan yang seharusnya menjadi prioritas utama justru terabaikan.


Keluhan tidak hanya datang dari warga, tetapi juga langsung dari para siswa sebagai penerima manfaat. Dalam pantauan di lapangan, sejumlah siswa mengungkapkan kekecewaan mereka melalui tulisan di lembaran kertas kecil yang menyatakan bahwa "Ayam Busuk" dan "Jeruk Tidak Manis". Keluhan ini menjadi bukti nyata bahwa aspek kontrol kualitas di dapur tersebut sangat lemah.


Menyikapi kondisi yang membahayakan kesehatan siswa tersebut, tokoh masyarakat mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera mengambil tindakan tegas. Mereka meminta agar operasional dapur di Desa Kilang tersebut segera ditutup karena telah gagal memenuhi standar gizi dan kebersihan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.


"Kami meminta pihak BGN untuk turun tangan dan menutup dapur tersebut. Ini menyangkut kesehatan anak-anak kita. Program nasional yang mulia ini jangan sampai dinodai oleh penyajian makanan

basi hanya demi mencari keuntungan pribadi," ujar salah satu perwakilan tokoh masyarakat.


Pemilik dapur diingatkan untuk lebih serius dalam memperhatikan keselamatan dan kesehatan para siswa. Penyelenggara program diharapkan tidak bermain-main dengan standar mutu pangan, mengingat program MBG merupakan atensi langsung dari Presiden RI guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.


Elemen masyarakat menyatakan akan terus mengawal jalannya program MBG di Lombok Timur secara ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa dana negara yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat gizi bagi siswa, bukan justru menimbulkan risiko penyakit akibat kelalaian penyedia jasa.

Thursday

GPMA Desak Pencabutan SLHS MBG Anggaraksa, Duga Ada Manipulasi Administrasi Lintas Instansi

 

Yusfa Ismail, Ketua Gerakan Pemuda Mahasiswa Anggaraksa (GPMA)


‎Lombok Timur (harianbumigora.com) – Gerakan Pemuda Mahasiswa Anggaraksa (GPMA) kembali menggelar aksi jilid kedua untuk mempersoalkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) Anggaraksa. Dalam aksi tersebut, GPMA menyoroti adanya ketidaksinkronan data serta prosedur penerbitan izin yang dinilai cacat prosedur dan penuh manipulasi.

‎Ketidaksesuaian prosedur ini terungkap setelah GPMA melakukan audiensi langsung dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Timur. Dalam pertemuan tersebut, pihak dinas mengakui bahwa aspek krusial terkait pengelolaan limbah belum tersentuh pengawasan.

‎"Kami mendengar langsung dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup bahwa sejauh ini belum ada peninjauan sama sekali terkait IPAL yang ada di MBG Anggaraksa. Ini sangat fatal, bagaimana mungkin izin bisa berjalan sementara dampak lingkungannya belum ditinjau," ujar salah satu orator GPMA di lapangan.

‎Kecurigaan GPMA semakin menguat saat massa bergeser ke Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur untuk mempertanyakan tindak lanjut aksi jilid pertama. Namun, pengakuan dari pihak Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang Dikes justru memicu polemik baru terkait aktivitas dapur produksi. Pihak Dikes mengeklaim bahwa penyembelihan yang dilakukan di dapur tersebut bukan untuk keperluan program MBG, sebuah pernyataan yang dinilai GPMA sebagai upaya menutup-nutupi fakta.

‎"Pihak Dikes berdalih penyembelihan di dapur tersebut bukan untuk MBG, padahal temuan kami di lapangan dengan jelas menunjukkan aktivitas itu memang diperuntukkan bagi program tersebut. Kami menduga ada manipulasi administrasi sistematis yang melibatkan pihak SPPI, SPPG, Dikes, hingga DLH sehingga SLHS ini terbit tanpa prosedur yang benar," tegas koordinator aksi dalam pernyataannya.

‎Atas dasar temuan tersebut, GPMA melayangkan tuntutan keras agar Dinas Kesehatan segera membatalkan dokumen yang telah diterbitkan. Menurut mereka, kredibilitas instansi dipertaruhkan jika tetap mempertahankan izin yang diduga dimanipulasi secara administratif.

‎"Kami menantang Dinas Kesehatan selaku instansi penerbit untuk segera mencabut SLHS MBG Anggaraksa. Setiap aturan punya konsekuensi, dan kami tidak akan tinggal diam melihat prosedur yang ditabrak. Kami akan segera bersurat ke Badan Gizi Nasional (BGN) untuk evaluasi menyeluruh, sekaligus mempertanyakan sejauh mana kinerja Satgas MBG Lombok Timur selama ini," tutupnya.

‎Aksi ini menegaskan komitmen mahasiswa untuk terus mengawal agar program strategis nasional tidak disalahgunakan oleh kepentingan oknum tertentu melalui proses administrasi yang tidak transparan.

Beredar Isu Dana Mengalir Ke OPD; Wakil Ketua BAZNAS Lotim Tegaskan Itu Keliru dan Pengelolaan Dana Zakat Sesuai Syariat Islam


Lombok Timur (harianbumigora.com) – Menanggapi kabar mengenai dugaan aliran dana zakat kepada sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Wakil Pimpinan II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur, Dr. H. Hamidi, ST., M.Pd., memberikan klarifikasi resmi melalui konferensi pers untuk menegaskan bahwa isu tersebut adalah keliru. Dalam kesempatan itu, Dr. Hamid, ST., M.Pd juga menegaskan bahwa setiap rupiah dana zakat yang masuk ke dalam BAZNAS Lombok Timur dikelola secara profesional dan akuntabel sesuai Syariat Islam dan disalurkan kepada yang berhak (mustahik) berdasarkan regulasi yang ada. (4/2/2026). 


“Informasi tersebut sama sekali tidak benar. Kami tegaskan bahwa tidak ada penyaluran dana BAZNAS kepada pejabat OPD untuk kepentingan pribadi. Seluruh pendistribusian dana ZIS (Zakat, Infaq, Sodaqah - red) dilakukan berdasarkan sistem yang transparan dan akuntabel,” ujar Dr. H. Hamidi, panggilan akrabnya, saat memberikan keterangan pada Selasa 03 Februari 2026.


Dr. H. Hamidi memaparkan bahwa agenda melibatkan para pejabat OPD yang ada selama ini adalah dalam kapasitas mereka sebagai Muzakki (pemberi zakat). Hal ini, lanjut Dr. Hamidi, dikarenakan adanya sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Lombok Timur yang berkomitmen untuk menyalurkan zakat profesi mereka secara rutin melalui BAZNAS Lotim untuk selanjutnya dapat disalurkan kepada masyarakat Lombok Timur yang membutuhkan (Mustahik).


"Karena beberapa pejabat di lingkup OPD Lotim berkomitmen menyalurkan zakat profesinya melalui BAZNAS." Tegasnya. 


Dalam Konferensi Pers ini, Dr. Hamidi juga menyampaikan bahwa ada mekanisme Audit yang diterapkan oleh BAZNAS Lombok Timur, yaitu berupa pelaporan yang ketat kepada lembaga audit internal maupun eksternal guna menjaga transparansi keuangan.


Dr. Hamidi melanjutkan bahwa seluruh bantuan yang keluar dari kas BAZNAS selalu dipastikan telah melalui mekanisme yang ketat yaitu verifikasi lapangan dan pemenuhan syarat administrasi yang sah menurut hukum yang berlaku, guna menjaga profesionalisme BAZNAS Lombok Timur selaku lembaga yang mengemban amanah umat.


“Kami bekerja secara profesional. Fokus utama kami adalah memastikan dana zakat tersalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan (mustahik -red), bukan untuk kepentingan personal pejabat." Ucap Dr. H. Hamidi menegaskan. 






Saturday

Pendaftar Relawan Tembus 1000 Orang; Ust. Bambang Cahyadi: SPPG Kami Siapkan 'Safety Net' Ekonomi


Ust. Bambang Cahyadi, Lc. di depan peserta pendaftar relawan SPPG Bagik Nyaka Santri 3



Lombok Timur (harianbumigora.com) - Sebanyak 1.000 pelamar tercatat mendaftarkan diri dalam rekrutmen terbuka relawan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Bagik Nyaka Santri 3. Dari jumlah tersebut, 300 peserta lolos seleksi administrasi untuk kemudian lanjut mengikuti tahap tes tulis pada Sabtu (31/1).


Meski kebutuhan operasional dapur hanya  47 orang, Mitra SPPG Bagik Nyaka Santri 3, Ust. Bambang Cahyadi, Lc., menegaskan  proses seleksi bukan akhir bagi  pelamar, melainkan disiapkan 'Safety Net' ekonomi bagi pelamar yang tidak lulus seleksi.


"Ini bukan sekadar memberikan makanan cuma-cuma, karena program ini dibiayai oleh pajak rakyat. Kualitas adalah harga mati. Itulah sebabnya kami mendatangkan chef profesional dan menerapkan standar ketat dalam seleksi ini. Bagi yang belum berkesempatan bergabung di dapur MBG, kami tetap memprioritaskan Anda untuk mengisi posisi di unit usaha kami lainnya, seperti kafe dan restoran yang akanr beroperasi bulan Ramadan ini, travel haji dan umrah, butik, hingga pengolahan tahu-tempe dan RPH (Rumah Pemotongan Hewan) higienis," tegas Ust. Bambang di hadapan para peserta tes.


Sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN), standar anggaran ditetapkan sebesar Rp 10.000 untuk porsi besar dan Rp 8.000 untuk porsi kecil. Ust. Bambang mengajak UMKM lokal yang memiliki produk berkualitas untuk bergabung menjadi pemasok resmi. Dengan demikian, menurut Ust. Bambang, Efek Berganda bagi Ekonomi Lokal Program MBG di Bagik Nyaka Santri 3 ini dapat menghasilkan motor penggerak ekonomi sehingga jaring pengaman ekonomi bagi masyarakat termasuk pendaftar yang tidak lulus saat ini dapat dinikmati bersama.


"Insya Allah, penyaluran pasokan bahan baku akan kami lakukan secara bergilir untuk memastikan keadilan ekonomi bagi pelaku usaha lokal," jelasnya.


Rekrutmen ini juga mendapat dukungan penuh dari lintas sektor, mulai dari Pemerintah Kecamatan Aikmel, Polsek, Koramil, hingga Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).


Lalu Bahram mewakili FKDM Lombok Timur mengingatkan pentingnya disiplin tinggi bagi relawan terpilih, sehingga risiko keamanan pangan seperti keracunan dapat ditekan hingga nol persen.


Dengan pelatihan intensif dan sertifikasi BNSP yang akan diberikan kepada relawan terpilih, menurutnya, SPPG Bagik Nyaka Santri 3 layak optimis untuk menjadi model percontohan dapur MBG yang profesional, transparan, dan berdampak sosial luas di Nusa Tenggara Barat.


"Disiplin tinggi dari relawan, ditambah pelatihan bersertifikat oleh pihak Mitra, maka keracunan dapat ditekan hingga nol persen. Ini akan menjadikan SPPG Bagik Nyaka Santri 3 patut optimis untuk menjadi model percontohan dapur MBG yang profesional, transparan, dan berdampak sosial luas di Nusa Tenggara Barat. " Paparnya.

Friday

Kadikes Lotim: Progres Operasional Puskesmas Sakra Timur 100 Persen

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H. Lalu Aries



Lombok Timur (harianbumigora.com) — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, H. Lalu Aries, memberikan penjelasan secara terbuka terkait progres operasional Puskesmas Sakra Timur yang baru. Penjelasan tersebut disampaikan saat pertemuan dengan perwakilan masyarakat di Kantor Camat Sakra Timur.


Kadis Dinkes menegaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk menyampaikan secara langsung kepada masyarakat mengenai tahapan dan rencana waktu (timeline) operasional Puskesmas Sakra Timur.


Secara fisik, pembangunan Puskesmas Sakra Timur telah selesai 100 persen pada Desember 2025 dan telah melalui tahapan Provisional Hand Over (PHO),"jelasnya.


Setelah pembangunan fisik rampung, Dinas Kesehatan melanjutkan proses penyiapan regulasi sebagai dasar operasional. Regulasi yang disiapkan berupa Peraturan Bupati dan saat ini masih dalam proses.


“Penyusunan peraturan bupati sudah berjalan. Kami sudah melakukan pembahasan bersama Dinas Kesehatan, Bagian Hukum, Bagian Organisasi, BKPSDM, serta perwakilan DPRD,” jelasnya.


Saat ini, draf peraturan tersebut telah berada di Bagian Hukum dan sedang dalam tahap sinkronisasi di Biro Hukum Provinsi. Sambil menunggu regulasi rampung, Dinas Kesehatan juga menyiapkan sumber daya manusia (SDM) secara paralel.


Karena Puskesmas Sakra Timur merupakan fasilitas kesehatan baru dan belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, kebutuhan tenaga kesehatan sementara akan dipenuhi dari Puskesmas Lepak yang berada di wilayah Sakra Timur. Sebagian SDM dari Puskesmas Lepak akan dialihkan untuk mendukung operasional puskesmas baru tersebut.


“Langkah ini kami ambil agar pelayanan yang sudah berjalan tidak terganggu. Skema seperti ini juga sudah kami terapkan di beberapa puskesmas baru sebelumnya,” ujarnya.


Setelah regulasi ditetapkan, tahapan berikutnya adalah pengurusan surat izin operasional. Jika izin telah diterbitkan, maka akan dilakukan penetapan struktur organisasi, penunjukan kepala puskesmas melalui SK Bupati, serta peng-SK-an tenaga kesehatan sesuai hasil pemetaan SDM.


Lalu Aries, juga memastikan sarana dan prasarana pendukung telah tersedia. Seluruh peralatan medis sudah berada di lokasi Puskesmas Sakra Timur dan dipindahkan sejak awal Januari.


Setelah mulai beroperasi, Puskesmas Sakra Timur akan didaftarkan ke Kementerian Kesehatan agar tercatat secara nasional dan memiliki sistem pelaporan tersendiri, terpisah dari Puskesmas Lepak. Tahapan selanjutnya adalah persiapan akreditasi.


“Jika akreditasi telah terpenuhi, barulah Puskesmas Sakra Timur bisa menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Kami menargetkan awal tahun 2027 puskesmas ini sudah mandiri dan bekerja sama dengan BPJS,” tambahnya.


Ia berharap Puskesmas Sakra Timur dapat menjadi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan merata bagi masyarakat di wilayah Sakra Timur.


“Mari kita kawal bersama seluruh proses ini agar berjalan sesuai rencana. Ini merupakan komitmen Bupati dan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” pungkasnya.

Pemkab Lombok Timur Gandeng FRIC Guna Akselerasi Keterbukaan Informasi Daerah

Sekda Lombok Timur Juaini Taofik saat menerima kunjungan organisasi jurnalis Fast Response Indonesia Center (FRIC) di kantor setda Lombok Timur



Lombok Timur (harianbmigora) - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui transparansi informasi. Langkah ini ditegaskan kembali oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Juaini Taofik, saat menerima kunjungan audiensi dari organisasi jurnalis Fast Respon Indonesia Center (FRIC) di ruang kerjanya, Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (29/1).


Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi ajang diskusi strategis mengenai penguatan kemitraan antara pemerintah daerah (Pemda) dan insan pers. Fokus utamanya adalah membangun mekanisme penyampaian informasi yang lebih terbuka, aksesibel, dan edukatif bagi seluruh lapisan masyarakat.


Dalam arahannya, Muhammad Juaini Taofik mengungkapkan bahwa keterbukaan informasi publik bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan ruh dari visi pembangunan daerah yang sedang dijalankan.


“Kami di jajaran eksekutif menyambut baik kehadiran rekan-rekan dari FRIC. Perlu kami sampaikan bahwa menuju tata kelola pemerintahan yang transparan adalah prioritas, terlebih dengan tagline Smart yang saat ini kami usung. Salah satu indikator keberhasilan Smart Government adalah sejauh mana transparansi itu dirasakan oleh publik,” ujar Juaini Taofik.


Lebih lanjut, Sekda menjelaskan bahwa peran media massa merupakan elemen vital dalam ekosistem pemerintahan. Media bertindak sebagai pilar keempat demokrasi yang mengawasi sekaligus menyebarluaskan capaian pembangunan. Ia menekankan bahwa sinergi yang kuat antara Pemda dan media akan meminimalisir potensi disinformasi di tengah masyarakat.


“Bapak Bupati dan Wakil Bupati senantiasa memberikan arahan agar hubungan dengan teman-teman media, termasuk FRIC, terus dipererat. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam mengedukasi masyarakat tanpa dukungan dari jurnalis yang profesional,” tambahnya.


Dalam pandangan Sekda, media memiliki fungsi ganda: sebagai jembatan komunikasi yang menghubungkan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan rakyat, serta sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat. Melalui pemberitaan yang sehat, masyarakat diharapkan menjadi lebih cerdas dan kritis dalam mengawal pembangunan daerah.


Menutup pertemuan tersebut, Juaini Taofik menyampaikan harapannya agar FRIC dapat menjadi mitra yang produktif dalam memproduksi produk jurnalistik yang berkualitas.


“Kehadiran FRIC harus mampu mendukung akselerasi informasi. Harapan kami, informasi yang sampai ke masyarakat tidak hanya mengandalkan kecepatan speed, tetapi yang paling utama adalah akurasi dan ketepatan data. Inilah yang akan membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah,” pungkasnya.



Menanggapi harapan Sekda Lotim, M. Aminullah menegaskan bahwa FRIC siap bekerja sama secara konstruktif dan profesional. Selain memberikan apresiasi, Aminullah menyampaikan bahwa peran FRIC akan ditempatkan pada posisi advokasi kualitas informasi publik. Hal ini mendorong agar data dan laporan yang beredar di ruang publik akurat, mudah dimengerti, dan memicu tindakan positif dari warga serta pemangku kebijakan.


“Mewakili FRIC Lotim, terimakasih atas sambutan hangat dari Sekda Lotim. Kami berkomitmen bahwa, media yang bertanggung jawab bukan hanya menerangi fakta, tetapi menyalakan harapan. Kami siap menjadi suara yang mempercepat akuntabilitas dan memberi energi mewujudkan Lotim SMART, yang digagas oleh Bupati Drs. H. Haerul Warisin, M.Si & Wabup Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM,” kata M. Aminullah, S.Si dengan senyum penuh optimisme.


Silaturahmi tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama dan komitmen untuk menjalin komunikasi rutin guna mengawal isu-isu strategis di Kabupaten Lombok Timur.

Kepala SPPG Lalai, Rugi Rp 85 Juta; MITRA: Kami Minta Kepala Dapur MBG Di Yayasan Kami DIGANTI!


Lombok Timur (harianbumigora.com) — Yayasan Palapa Nusantara selaku Mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilanda kerugian serius. Kelalaian Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebabkan kegagalan pembayaran bahan baku oleh pemerintah pusat kepada mitra  senilai Rp 85 juta . Hal ini disampaikan oleh Dr. H. Lalu Muhammad Fahri, SH, MH selaku Ketua Yayasan Palapa Nusantara yang menjadi Mitra Pelaksana MBG wilayah Keruak dan sekitar dalam wawancara oleh wartawan pada Rabu (28/1/2026).


Menurut Dr. L. Muhammad Fahri Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)/Kepala Dapur MBG dinilai lalai, tidak profesional, dan gagal menjalankan tanggung jawabnya. Hal ini bermula pada akhir Desember 2025 dimana laporan pengajuan biaya bahan baku untuk pelayanan MBG selama empat hari terlambat diserahkan oleh kepala SPPG bersangkutan sehingga berakibat  sistem pembayaran BGN pusat ditutup dan pengajuan senilai Rp 85 juta tidak dapat diproses.


"Ini Kelalaian Serius. Kalau Laporan Disampaikan Tepat Waktu, Masalah Tidak Akan Terjadi."


Guncangan Kerugian bermula dari sini, sehingga operasional dapur hampir tutup, dikarenakan suplai bahan pangan tersendat, pemasok menahan distribusi. Demi menghindari dampak langsung kepada masyarakat pihak Mitra terpaksa menanggung beban finansial sendiri. Kalau tidak demikian, menurut Dr. L. Muhammad Fahri, maka ada 2.600 penerima manfaat terdampak secara langsung akibat kelalaian tersebut.


Khawatir jika di kemudian hari kelalaian serupa dari sang kepala dapur terulang kembali, Dr. H. Lalu Muhammad Fahri berharap pihak Badan Gizi Nasional (BGN) mengganti petugas Kepala SPPG/ kepala dapur di tempatnya.


"Kalau yang lalai tetap dipertahankan, maka kegagalan ini akan terulang." Ungkapnya.


Karena kalau tidak, maka efek domino di kemudian hari sulit untuk dihindari.


“ Yang Dirugikan Bukan Hanya Kami, Tapi Masyarakat.” Tegasnya.

Tuesday

MBG (MAKAN BERGIZI GRATIS) BUKAN MBG (MAKAN BERACUN GRATIS)

Muhammad Riadi, Tokoh Pemuda Ketangga sekaligus aktivis Lombok Timur




Lombok Timur (harianbumigora) - Program unggulan presiden RI Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mengalami ujiannya di lapangan. Ujian berupa pro-kontra kembali melanda program ini.


Muhammad Riadi, salah seorang tokoh pemuda di salah satu desa di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, tepatnya Desa Ketangga Kecamatan Suwela, menyayangkan kenyataan yang terjadi di lapangan jauh dari yang seharusnya.


"Program MBG yang seharusnya menjadi makanan nikmat dan bergizi berubah menjadi  meracuni siswa."


Pernyataan pedas yang dilontarkan Riadi, panggilan akrabnya, menurutnya lantaran kurang profesionalnya pelaksanaan pemenuhan gizi oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)_Dapur MBG (red)_yaitu SPPG Ketangga.


"SPPG Ketangga menyajikan MBG dengan seperti tidak ada pegawai yang berkompeten di dalamnya." Ungkap Riadi.


Akibat kurang profesionalnya kinerja tim dari SPPG Ketangga ini, lanjut Riadi, makanan basi sering diterima siswa di beberapa sekolah di bawah naungan SPPG Ketangga ini.


"Makanan basi yang hampir dimakan siswa" Ujarnya.


Riadi melanjutkan, puncak keresahan masyarakat ketika pada Senin 26 Januari 2026 siswa-siswi di beberapa sekolah mengalami sakit perut setelah memakan masakan yang diterima dari SPPG Ketangga tersebut.


"Tidak sedikit siswa dari beberapa sekolah yang sakit-sakitan perutnya akibat sudah menkonsumsi MBG yang disajikan SPPG Ketangga." pungkas Riadi.


Kekesalan Riadi, menurutnya bukan tampa alasan. Hal ini dikarenakan keresahan yang melanda guru dan masyarakat di lingkungan Ketangga sudah mengkhawatirkan. Menurut penuturan Riadi, kondisi ini sudah menjadi buah bibir.


Muliati, salah seorang guru SMP Marakitta'limat Ketangga menyampaikan keresahannya di grup Whatsapp yang ada Riadi juga di dalamnya.


"Di SMP Marakitta'limat guru-guru dan muridnya sakit perut." Kata Muliati menurut penuturan Riadi.


Keadaan ini membuat rasa ironis dalam pandangan pemuda yang juga seorang aktivis Lombok Timur ini. 


"SPPG itu dapur profesional dan isinya orang-orang yang kita yakini berkompeten, maka tidak sepatutnya makanan cepat basi apalagi sampai keracunan." Tegas pemuda kelahiran Ketangga ini.

Thursday

H. Syamsu Rijal Ajak Masyarakat Jadikan Isra Mi’raj sebagai Momentum Penguatan Iman dan Akhlakul Karimah




Lombok Timur (harianbumigora.com) --) Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, H. Syamsu Rijal, SH., MM menyampaikan ucapan dan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk menjadikan peristiwa agung tersebut sebagai momentum memperkuat keimanan, ketakwaan, serta akhlak dalam kehidupan sehari-hari.


Peringatan Isra Mi’raj yang jatuh pada 27 Rajab 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 16 Januari 2026 merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam. Isra Mi’raj menjadi pengingat perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan hikmah, khususnya tentang perintah salat sebagai tiang agama dan fondasi utama dalam membentuk pribadi yang beriman dan berakhlakul karimah.


"Hendaknya momentum Isra Mi'raj ini kita jadikan sebagai momen untuk muhasabah diri, perkuat iman taqwa, dan akhlakul karimah." Ujar H. Samsu Rijal. 


H. Syamsu Rijal juga menegaskan bahwa nilai-nilai Isra Mi’raj harus terus diaktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Menurutnya, shalat tidak hanya menjadi kewajiban ritual, tetapi juga sarana membangun disiplin, kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian kepada sesama. 


"Hendaknya shalat sebagai tiang agama tidak hanya menjadi kewajiban ritual, tetapi juga sarana membangun disiplin, kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian kepada sesama." Ungkapnya. 

Melalui Aspirasi, H. Syamsu Rijal Salurkan Hibah Renovasi Masjid Jami' Libassuttaqwa Jenggik




Lombok Timur (harianbumigora.com) – Aspirasi masyarakat Desa Jenggik, Kabupaten Lombok Timur, terkait kebutuhan peningkatan sarana ibadah mendapat perhatian serius. 


Melalui mekanisme penyaluran aspirasi masyarakat, H. Syamsu Rijal, SH., MM, Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Daerah Pemilihan IV, menyalurkan dana hibah untuk renovasi Masjid Jami’ Libassutaqwa Jenggik. Bantuan tersebut secara resmi diterima oleh Panitia Pembangunan Masjid Jami’ Libassutaqwa Jenggik dalam sebuah kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan masjid.


Penyerahan hibah berlangsung di Masjid Jami’ Libassutaqwa Jenggik, Desa Jenggik, dan disaksikan oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta jamaah. Bantuan ini diperuntukkan bagi renovasi fisik masjid, termasuk peningkatan fasilitas penunjang ibadah, guna memberikan kenyamanan, keamanan, dan kelayakan bagi jamaah dalam melaksanakan berbagai aktivitas keagamaan.


Dalam keterangannya, H. Syamsu Rijal menyampaikan bahwa penyaluran dana hibah tersebut merupakan bagian dari tugas dan fungsi wakil rakyat dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya pada sektor keagamaan yang memiliki peran strategis dalam pembinaan umat.


“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan keagamaan dan sosial masyarakat. Aspirasi yang disampaikan warga Desa Jenggik kami tindak lanjuti melalui penyaluran hibah ini, dengan harapan dapat mendukung kelancaran renovasi dan meningkatkan kualitas fasilitas masjid,” ujar H. Syamsu Rijal. 


Ia juga menegaskan pentingnya pengelolaan dana hibah secara transparan dan akuntabel, agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh jamaah dan masyarakat.


Sementara itu, Lalu Suaidi, salah satu Panitia Pembangunan Masjid Jami’ Libassutaqwa Jenggik, menyampaikan bahwa bantuan hibah tersebut menjadi dorongan besar bagi panitia dan masyarakat dalam melanjutkan proses renovasi masjid yang telah direncanakan sejak lama.


“Kami atas nama panitia pembangunan dan masyarakat Desa Jenggik mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak H. Syamsu Rijal atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Dana hibah ini sangat membantu kelangsungan renovasi masjid dan akan kami gunakan secara bertanggung jawab, transparan, serta sesuai dengan peruntukannya,” ungkap Suaidi.


Menurutnya, keterbatasan anggaran swadaya masyarakat selama ini menjadi salah satu kendala dalam percepatan renovasi masjid. Dengan adanya bantuan dana hibah tersebut, panitia optimistis proses pembangunan dan perbaikan fasilitas masjid dapat berjalan lebih efektif dan tepat waktu.

Kegiatan penyerahan hibah berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Kehadiran tokoh masyarakat dan jamaah mencerminkan dukungan serta harapan besar agar Masjid Jami’ Libassutaqwa Jenggik ke depan dapat menjadi pusat ibadah yang lebih representatif, sekaligus pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Melalui penyaluran hibah ini, diharapkan sinergi antara masyarakat dan wakil rakyat terus terjalin, sehingga aspirasi masyarakat dapat diwujudkan dalam bentuk program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan beragama dan sosial kemasyarakatan.

Monday

DEMA UNW MATARAM GELAR DIALOG WAWASAN KEBANGSAAN, TEGUHKAN KOMITMEN MAHASISWA JAGA NILAI-NILAI KEBANGSAAN



Lombok Timur (harianbumigora.com) - Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram menggelar Dialog Wawasan Kebangsaan bertema “Dari Kampus untuk Negeri: Peran Strategis Mahasiswa Menjaga Keutuhan Bangsa” yang dihadiri oleh 680 mahasiswa, bertempat di Ballroom Bupati Lombok Timur, pada Hari Minggu 28 Desember 2025 Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi ideologis mahasiswa dalam merespons tantangan kebangsaan yang kian kompleks. Di tengah derasnya arus globalisasi, polarisasi sosial, serta melemahnya kesadaran kolektif terhadap nilai-nilai kebangsaan, mahasiswa dituntut tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga militan dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.


Dalam sambutannya, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, Sukirman, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran sentral sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan dan moral bangsa. “Mahasiswa tidak boleh kehilangan arah di tengah derasnya arus globalisasi. Nilai-nilai kebangsaan harus terus kita perjuangkan sebagai fondasi berpikir, bersikap, dan bertindak. DEMA UNW Mataram berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang-ruang dialog yang mencerahkan dan membangun kesadaran kolektif mahasiswa,” tegasnya.




Ia menambahkan bahwa peran strategis mahasiswa bukan sekadar menjadi penonton sejarah, melainkan subjek perubahan yang berani berpikir kritis, bersuara lantang, dan bertindak nyata dalam menjaga persatuan serta keutuhan bangsa. Dialog Wawasan Kebangsaan ini menegaskan komitmen DEMA UNW Mataram untuk terus menghadirkan ruang-ruang perjuangan intelektual yang menumbuhkan militansi ideologis mahasiswa, agar tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat.


Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNW Mataram menyatakan sikap tegas: dari kampus untuk negeri, mahasiswa siap berdiri di garda terdepan menjaga keutuhan bangsa demi Indonesia yang berdaulat, adil, dan bermartabat. Dialog ini menjadi penegasan bahwa mahasiswa UNW Mataram bukan generasi kompromi, melainkan generasi perlawanan intelektual yang setia pada Pancasila.

Thursday

Insiden Kebakaran Oven Warnai Panen Tembakau Lombok Timur

 

Aparat kepolisian bersama petugas damkar dan masyarakat saat sedang berusaha memadamkan api.


Lombok Timur (Harianbumigora.com) – Panen tembakau di Lombok Timur pada musim ini diwarnai insiden kebakaran oven. Salah satu kejadian kebakaran melanda sebuah bangunan pengering milik petani di Dusun Pijot, Desa Pijot, Kecamatan Keruak pada Rabu (24/9) malam sekitar pukul 22.30 WITA. Akibat kebakaran tersebut bangunan oven/ pengering tersebut ludes terbakar dan menghasilkan kerugian kepada yang bersangkutan. (25/09/2025)


Makmun (50), petani asal Dusun Pengkelak Mas, Kecamatan Sakra Barat adalah pemilik Bangunan berukuran 4 x 4 meter dengan tinggi 14 meter tersebut. Akibat insiden ini, oven tersebut membawa sekitar lima ton tembakau basah yang tengah menjalani proses pengopenan ikut ludes terbakar bersamanya.


Uding (55), warga setempat, menjadi saksi mata yang menyaksikan langsung bagaimana api membesar dari tungku pembakaran hingga melahap seluruh bangunan oven. Uding menuturkan penyebab si jago merah tidak terkendali karena banyaknya daun tembakau yang sudah mengering di dalam oven.
“Kobaran langsung membesar, tidak lama kemudian seluruh isi bangunan terbakar,” kata Uding kepada petugas.


Di lain pihak, Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Osman, menyampaikan bahwa kebakaran diduga dipicu penggunaan cangkang sawit dengan volume yang berlebihan. Menurut Nikolas, bahan penggunaan cangkang sawit secara berlebihan menghasilkan suhu panas yang terlalu tinggi sehingga tembakau yang kering sensitif terhadap sambaran api.


“Kondisi tembakau sudah sangat kering, sehingga api cepat menjalar dan sulit dikendalikan,” ungkap Osman.


Sementara itu, Petugas pemadam bersama-sama dengan masyarakat sekitar bahu-membahu menjinakkan api agar tidak sampai melahap rumah warga. Walaupun proses pemadaman berlangsung cukup lama, karena kobaran semakin membesar saat angin bertiup kencang, namun pada akhirnya si jago merah berhasil ditaklukkan.


Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun karena seluruh bangunan oven berikut isi tembakau tidak terselamatkan, kerugian ditaksir mencapai Rp 60 juta.


Nikolas sendiri menegaskan polisi melakukan langkah cepat sejak menerima laporan dari warga. Aparat langsung mendatangi lokasi, mengamankan area sekitar, serta ikut membantu proses pemadaman bersama tim damkar dan masyarakat. Namun demikian, Nikolas menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati lagi saat melakukan proses pembakaran tembakau.


“Laporan resmi sudah kami sampaikan kepada pimpinan. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan proses pengeringan tembakau,” ungkapnya.

Wednesday

Edwin Hadiwijaya Resmi Pimpin PMI Lombok Timur, Fokus Digitalisasi dan Jemput Bola Donor Darah

 



Lombok Timur (Harianbumigora.com) – Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, resmi dilantik sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Lombok Timur pada Rabu (17/9).

Ia menegaskan kepengurusan baru dirancang untuk memperkuat peran PMI dalam melayani masyarakat, dengan melibatkan banyak figur berkompeten termasuk tenaga medis dari rumah sakit daerah.

“Struktur ini kami susun dengan orang-orang yang memang ahli di bidangnya. Ada juga dokter dari RSUD yang ikut memperkuat kepengurusan,” ujar Edwin dalam sambutannya.

Ia menilai, keberadaan PMI tidak boleh hanya dipandang sebagai pelengkap dari bank darah milik rumah sakit. Menurutnya, PMI harus hadir lebih fleksibel dalam mendukung distribusi darah, terutama untuk memenuhi kebutuhan pasien dengan golongan darah langka.

“Darah itu sumbernya banyak, jadi jangan hanya bergantung ke rumah sakit. Kolaborasi yang kuat harus dibangun agar pelayanan semakin maksimal,” tegasnya.

Edwin menjelaskan bahwa sepanjang Januari hingga Agustus 2025, PMI Lombok Timur sudah menyalurkan sekitar 3.000 kantong darah ke sembilan institusi kesehatan.

Dari jumlah itu, Rumah Sakit Namira tercatat sebagai penerima terbanyak dengan lebih dari seribu kantong, disusul RSUD Lombok Timur dan RS Patuh Karya.

“Kalau ada warga membutuhkan, PMI wajib segera mencarikan. Karena itu, digitalisasi penting supaya masyarakat bisa langsung mengetahui stok darah yang tersedia,” kata Edwin.

Untuk memperluas jangkauan, Edwin juga berkomitmen membangun jaringan relawan hingga ke desa-desa. Ia menilai pendekatan jemput bola sangat dibutuhkan agar calon donor darah, terutama mereka yang rutin mendonorkan, dapat terus didata dan diperbanyak.

“Kita tidak boleh pasif menunggu. PMI harus turun langsung ke desa-desa untuk mendekati masyarakat yang bersedia rutin mendonorkan darah,” ujarnya.

Ketua PMI NTB, dr. Herman Mahaputra, menyambut baik program digitalisasi yang digagas Edwin. Ia menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan agar masyarakat makin sadar bahwa donor darah adalah kebutuhan bersama yang tidak bisa ditunda.

“Petugas harus sering mengajak warga, bukan hanya menunggu. Apalagi untuk golongan darah tertentu, pengurus mesti lebih aktif mencari calon donor,” ucap Herman.

Ia menegaskan bahwa rumah sakit tetap menjadi pintu pertama penyediaan darah bagi pasien. Namun, ketika stok berkurang, PMI diharapkan langsung hadir sebagai penopang agar keluarga pasien tidak kebingungan mencari kebutuhan darurat.

“Masyarakat tidak boleh dibuat bingung. Begitu rumah sakit menyatakan stoknya menipis, PMI harus segera hadir memberi solusi,” tandas Herman.

Tuesday

Bank NTB Syaiah Salurkan Bantuan Air Bersih Kepada Masyarakat Desa Sekaroh; Wujud Kepedulian Sosial

 




Lombok Timur – Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan, Bank NTB Syariah kembali menunjukkan peran sosialnya dengan menyalurkan bantuan air bersih di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur.


Bantuan ini disalurkan langsung menggunakan mobil tangki air milik Bank NTB Syariah sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial kemasyarakatan.

Desa Sekaroh diketahui mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau panjang yang melanda sebagian wilayah NTB. Ratusan kepala keluarga terdampak kesulitan mengakses air untuk kebutuhan sehari-hari. Menyadari kondisi tersebut, Bank NTB Syariah hadir dengan menyalurkan ribuan liter air bersih untuk membantu kebutuhan dasar warga.


Branch Manager Bank NTB Syariah KC Selong, Siti Hudaniyah dalam keterangannya menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata dari semangat bersama yang senantiasa menjadi spirit utama Bank NTB Syariah dalam mendampingi masyarakat, terutama dalam situasi darurat.


“Kami hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang siap saling membantu kepada warga yang terdampak kekeringan. Semoga bantuan air bersih ini dapat meringankan beban warga Desa Sekaroh,” ujarnya.



Masyarakat Desa Sekaroh menyambut antusias bantuan ini dan menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian Bank NTB Syariah. Kegiatan ini juga melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat guna memastikan distribusi berjalan tepat sasaran.


Melalui program-program sosial seperti ini, Bank NTB Syariah terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendukung upaya pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Wednesday

Keuangan Digital, Lombok Timur Pengguna Potensial Di NTB


Harianbumigora.com-- Jumlah penduduk terbanyak di Nusa Tenggara Barat membuat kabupaten Lombok Timur (Lotim) potensial dalam pemanfaatan keuangan digital.


Hal itu dikatakan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB, Yusron Hadi membuka kegitaan Literasi Keuangan Digital di Ruang Rapat Utama kantor Bupati Lotim, Rabu (16/07).

Ia mengatakan, pemanfaatan digital dalam beragam sektor kehidupan nasyarakat dan pentingnya literasi akan menjadikannya kekuatan menghadapi era teknologi digital. Pemerintah dalam hal penyedia pelayanan publik menjadikan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) sebagai cermin keberhasilan masyarakat dalam penggunaan teknologi digital.


"Pemerintah mengelola pelayanan publik dan masyarakat yang cerdas dalam penggunaan teknologi akan mendatangkan kesejahteraan", tambahnya.


Termasuk pula kewaspadaan pada dampak buruk media digital seperti penipuan, judi online, pinjaman online, pembajakan data dan lain lain.


Yusron juga menghimbau peserta sosialisasi dari pelaku UMKM, pelajar dan masyarakat umum untuk membagi pengetahuannya kepada orang lain.


Hal yang sama dikatakan Kepala Dinas Kominfotik Lotim, H Fauzan bahwa dalan pemanfaatan digital agar masyarakat tidak terbawa arus negatif dengan pengetahuan dan wawasan yang cukup tentang teknologi digital.


"Kebijakan digital pemerintah yang open sky atau ruang terbuka membuat kita harus punya pengetahuan tentang cara kerja dan regulasinya", ujarnya.


Dalam sosialisasi literasi digital bersama Satgas PASTI (Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal) yang terdiri dari Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia dan Bursa Efek Indonesia NTB menghadirkan kiat kiat agar terhindar dari dampak negatif digital dengan benar benar menjaga dan melindungi data pribadi selain meningkatkan pengetahuan tentang dunia digital terkini seperti transaksi aman, pembayaran digital yang aman dengan QRIS dan investasii aman.


Antusiasme peserta terlihat dalam diskusi dan tanya jawab tentang e commerce yang disampaikan narasumber dari Dinas Kominfotik yang mengadu, bertanya seputar kasus phising, scam, fraud, takeover data dan lain lain.


Beberapa trik mengatasi ancaman dan resiko transaksi digital diantaranya, penjebakan melalui link palsu dari Whatsapp dan Email, pemalsuan QR Code, pencurian akun melalui web dan wifi publik, serangan database dan pembajakan data pribadi, malware/ ransomware dan berita palsu/ hoax.


Indeks Masyarakat Digital sendiri adalah ukuran pencapaian yang terdiri dari infrastruktur dan ekosistem, keterampilan, pemberdayaan dan pekerjaan berbasis digital. NTB dalam kurun 2022-2024 mencapai nilai 45,59 sedangkan Lombok Timur 44,48 dalam kategori Cukup.

Pendaki Swiss yang Terjatuh di Rinjani Berhasil Dievakuasi Via Udara

Bule jatuh di Gunung Rinjani saat dievakuasi Tim Sar gabungan. (Foto: Humas SAR Mataram).

HARIANBUMIGORA.com - Benedikt Emmenegger, seorang pendaki pria berkebangsaan Swiss yang dilaporkan mengalami kecelakaan di Gunung Rinjani pada Rabu (16/7), akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat melalui jalur udara. Tim SAR gabungan berkoordinasi dengan pihak Bali Air untuk mengerahkan helikopter dalam upaya penyelamatan ini.


Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi selaku SAR Mission Coordinator (SMC) memaparkan, Helikopter Bali Air yang diterbangkan dari Bali berhasil mendarat pada pukul 16.44 WITA di sekitar jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak, dekat dengan lokasi korban berada. 


“Emmenegger diterbangkan menuju Rumah Sakit BIMC Kuta, Denpasar-Bali untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” kata Hariyadi. 


Helikopter yang membawa korban yang didampingi anaknya dan seorang dokter asal Spanyol tiba di helly pad Bali Air pada pukul 17.30 WITA, selanjutnya korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit BIMC.


Menurut keterangan dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), korban memulai pendakian pada Selasa (15/7), melalui jalur Sembalun. Laporan kecelakaan diterima BTNGR pada Rabu (16/7), sekitar pukul 11.25 WITA, dari guide dan porter yang mendampingi Emmenegger. Lokasi kejadian diperkirakan sekitar 25 menit sebelum Jembatan Besi menuju Danau Segara Anak. Informasi ini kemudian segera diteruskan ke Kantor SAR Mataram.


“Tim rescue dari Kantor SAR Mataram dan Pos SAR Kayangan segera dikerahkan untuk melaksanakan evakuasi,” tandasnya. Mereka dilengkapi dengan berbagai perlengkapan seperti peralatan mountaineering, komunikasi, medis, evakuasi, kendaraan operasional, dan pendukung lainnya.


Operasi penyelamatan yang kompleks ini melibatkan koordinasi lintas instansi dan berbagai unsur, termasuk Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), TNI, Polri, BPBD, Bali Air, Unit SAR Lombok Timur, EMHC, Rinjani Squad, Damkar, Relawan Rinjani, porter, guide, dan unsur terkait lainnya. Sinergi tim gabungan ini menjadi kunci keberhasilan evakuasi korban dari medan yang sulit di Gunung Rinjani.


"Sesuai SOP, koordinasi dan respon cepat, target selamat dengan evakuasi medis udara (EMU) ke Rumah Sakit BIMC, serta dengan support dari Kantor SAR Denpasar," tutupnya.

Terjatuh di Gunung Rinjani; Pendaki Asal Swiss Berhasil Selamat Dievakuasi Menggunakan Helikopter




Harianbumigora.com – Seorang pendaki asal Swiss bernama Benedikt Emmenegger yang sebelumnya dilaporkan mengalami kecelakaan saat melakukan pendakian di Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat, akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat pada Rabu (16/7). Proses evakuasi dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter.


Evakuasi tersebut merupakan hasil koordinasi antara tim SAR gabungan dan pihak Bali Air, yang menurunkan helikopter langsung dari Bali menuju lokasi kejadian.


Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), menjelaskan bahwa helikopter milik Bali Air berhasil mendarat sekitar pukul 16.44 WITA di jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak, tidak jauh dari lokasi korban.


"Emmenegger diterbangkan menuju Rumah Sakit BIMC Kuta, Denpasar-Bali untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut," kata Hariyadi di Mataram.

 

Korban diterbangkan bersama anaknya dan seorang dokter asal Spanyol. Mereka tiba di helipad Bali Air pada pukul 17.30 WITA dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit BIMC untuk penanganan lebih intensif.


Berdasarkan informasi dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), diketahui bahwa Emmenegger memulai pendakian pada Selasa (15/7) melalui jalur Sembalun. Kecelakaan baru dilaporkan ke pihak BTNGR oleh guide dan porter yang mendampinginya pada Rabu (16/7) sekitar pukul 11.25 WITA.


Lokasi kejadian berada sekitar 25 menit sebelum Jembatan Besi yang mengarah ke Danau Segara Anak. Informasi tersebut segera diteruskan kepada Kantor SAR Mataram untuk tindakan selanjutnya.


"Tim rescue dari Kantor SAR Mataram dan Pos SAR Kayangan segera dikerahkan untuk melaksanakan evakuasi," ucapnya.

 

Dalam misi penyelamatan ini, tim dilengkapi dengan berbagai perlengkapan seperti alat mountaineering, komunikasi, medis, evakuasi, serta kendaraan operasional dan peralatan pendukung lainnya.


Proses evakuasi ini tergolong kompleks dan melibatkan sinergi lintas instansi, termasuk BTNGR, TNI, Polri, BPBD, Bali Air, Unit SAR Lombok Timur, EMHC, Rinjani Squad, Damkar, relawan, porter, guide, serta unsur pendukung lainnya.

" Sesuai SOP, koordinasi dan respon cepat, target selamat dengan evakuasi medis udara (EMU) ke Rumah Sakit BIMC, serta dengan support dari Kantor SAR Denpasar," katanya.