Showing posts with label Lombok Timur. Show all posts
Showing posts with label Lombok Timur. Show all posts

Tuesday

Bupati Lombok Timur Sebut Peran Mahasiswa dan pemuda Sangat Strategis

Lombok Timur,  Langkah cepat dan responsif dilakukan Haerul Warisin dalam menanggapi permasalahan distribusi LPG 3 kg yang dikeluhkan masyarakat. Dengan mendatangi langsung Pertamina, Bupati memastikan bahwa suara masyarakat tidak berhenti di tingkat lokal, tetapi sampai kepada pihak yang berwenang.

Di tengah dinamika yang berkembang, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian serta menyampaikan aspirasi secara terbuka. Menurutnya, partisipasi publik merupakan bagian penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan rakyat.

“Saya sampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian mahasiswa serta seluruh elemen masyarakat. Ini adalah wujud tanggung jawab bersama dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

“Saya menyadari ini adalah tanggung jawab moral saya sebagai pemimpin. Meskipun ini bukan kewenangan daerah, saya tidak akan tinggal diam. Kami akan terus melakukan upaya-upaya konkret demi kepentingan masyarakat,” 

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengajak seluruh elemen untuk tetap menjaga situasi yang kondusif dan mengedepankan pendekatan kolaboratif. Sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan Pertamina diyakini menjadi kunci dalam mempercepat normalisasi distribusi LPG 3 kg.

Dengan langkah-langkah yang telah ditempuh serta dukungan semua pihak, Bupati optimis dalam waktu dekat kondisi akan kembali stabil.

Wednesday

Pemda dan BAZNAS Lotim Pastikan Guru Swasta Peroleh BPJS Ketenagakerjaan




Lombok Timur (harianbumigora.com) -  Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai menunjukkan kebijakan kongkrit melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dengan terus memperkuat komitmennya dalam memperhatikan nasib para pejuang pendidikan di lini swasta. Upaya kongkrit ini dituangkan dalam sebuah langkah administratif yaitu dengan menyerahkan data guru swasta kepada BPJS Ketenagakerjaan. Agenda ini menjadi titik awal bagi ribuan guru honorer untuk mendapatkan akses perlindungan jaminan sosial yang lebih layak dan terjamin oleh negara (07/04/2026). 


Prosesi penyampaian data tersebut berlangsung khidmat di Ruang Rapat Utama Kantor BAZNAS Kabupaten Lombok Timur. Ruangan yang menjadi saksi bisu koordinasi strategi ini dipenuhi oleh jajaran pimpinan BAZNAS dan perwakilan manajemen BPJS Ketenagakerjaan yang sepakat untuk mempercepat proses validasi. Kehadiran kedua belah pihak menegaskan bahwa perlindungan bagi tenaga kerja di sektor pendidikan non-ASN merupakan prioritas yang tidak dapat ditunda lagi.


Data yang diserahkan merupakan hasil kurasi dan verifikasi faktual yang dilakukan oleh tim BAZNAS untuk memastikan bahwa bantuan premi atau kepesertaan tepat sasaran. Fokus utama dari kerja sama ini adalah memberikan payung hukum dan perlindungan finansial bagi para guru yang selama ini memiliki batasan akses terhadap jaminan sosial mandiri. Dengan penyerahan data ini, usulan calon penerima manfaat kini memasuki tahapan sistem integrasi yang lebih formal.


Langkah ini juga menjadi bentuk nyata pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS untuk sektor produktif dan protektif. Alih-alih hanya memberikan bantuan konsumtif sekali bayar, BAZNAS memilih untuk berinvestasi pada ketenangan jiwa para guru melalui iuran jaminan sosial. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi kerja para pendidik karena mereka kini terlindungi dari berbagai risiko yang mungkin terjadi saat menjalankan tugas profesinya.


Pihak BPJS Ketenagakerjaan menyambut baik inisiatif proaktif dari BAZNAS Lombok Timur dalam menyodorkan data yang akurat dan terstruktur. Sinergi ini dianggap sebagai model kolaborasi ideal antara lembaga pengelola zakat dan badan penyelenggara jaminan sosial dalam menekan angka kemiskinan baru akibat risiko kecelakaan kerja atau kematian. Setelah data diterima, pihak BPJS akan segera melakukan tindak teknis lebih lanjut agar kartu kepesertaan dapat segera diterbitkan dan didistribusikan.


Sebagai penutup, kegiatan yang berlangsung pada pekan pertama April ini diharapkan menjadi pemantik bagi lembaga lain untuk turut memikirkan kesejahteraan tenaga pendidik di pelosok daerah. BAZNAS Lombok Timur berkomitmen untuk terus mengawal proses ini hingga seluruh guru yang terdaftar benar-benar merasakan manfaat nyata dari program tersebut. Inisiatif ini bukan sekedar penyerahan dokumen di atas meja, melainkan simbol hadirnya kepedulian bagi mereka yang telah mengabdi demi masa depan bangsa.

Monday

Rapat Koordinasi Bersama Dewan Syar’i, Ketua BAZNAS Lombok Timur Pertegas Prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI

   


Lombok Timur (harianbumigora.com) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur menggelar rapat koordinasi khusus bersama Dewan Syar’i Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lombok Timur guna memperkuat tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Lesehan Kartini Desa Dames Damai Kecamatan Suralaga . Dalam pertemuan tersebut, Ketua BAZNAS Lombok Timur menekankan pentingnya implementasi prinsip 3A sebagai fondasi utama dalam menjaga kepercayaan umat.


Ketua BAZNAS Lombok Timur H. Muhammad Kamli menyampaikan bahwa pengelolaan dana Zakat, Infaq, Dan Sedekah (ZIS)  bukan sekadar persoalan administratif, melainkan amanah spiritual dan kebangsaan yang berat. Oleh karena itu, seluruh program pendistribusian dan pendayagunaan harus berpijak pada tiga pilar utama:


1. Aman Syar’i

Setiap tata kelola zakat harus dipastikan tidak keluar dari koridor hukum Islam. Peran Dewan Syar’i menjadi sangat krusial untuk memastikan bahwa seluruh program, mulai dari penentuan mustahik (penerima) hingga metode penyaluran, selaras dengan fatwa-fatwa MUI dan ketentuan fikih zakat.


2. Aman Regulasi

BAZNAS berkomitmen penuh untuk patuh pada hukum positif yang berlaku di Indonesia. Segala bentuk pelaporan keuangan dan mekanisme kerja wajib mengacu pada UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat serta standar akuntansi keuangan yang transparan dan akuntabel.


3. Aman NKRI

Zakat harus menjadi instrumen pemersatu bangsa. BAZNAS Lombok Timur memastikan bahwa aliran dana zakat tidak disalahgunakan untuk kegiatan yang bertentangan dengan ideologi negara, radikalisme, atau aktivitas yang dapat memecah belah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Senada apa yang disampaikan oleh Wakil Ketua Baznas Lombok Timur Dr.H.Hamidi "Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dititipkan oleh muzaki melalui BAZNAS Lombok Timur dikelola dengan integritas tinggi. Dengan memegang teguh prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, kami optimis zakat dapat menjadi solusi konkrit dalam pengentasan kemiskinan di daerah kita," ujar Wakil Ketua BAZNAS Lombok Timur bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan di sela-sela rapat.


Dewan Syar’i yang hadir dalam rapat tersebut memberikan apresiasi atas langkah proaktif BAZNAS. Mereka menegaskan akan terus memberikan pengawalan ketat agar inovasi-inovasi program BAZNAS ke depan tetap menjaga muruah lembaga zakat dan memberikan kemaslahatan yang seluas-luasnya bagi warga Lombok Timur juga menegaskan Fatwa dewan Syar'i sebagai Landasan dan Pijakan yang harus di pedomani oleh amil dan Amilat Baznas Lombok Timur untuk bekerja secara profesional dan Transparan. (Tegas Ketua Dewan Syar'i Lombok Timur H. Ishak Abdul Gani, LC)


Rapat ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk meningkatkan literasi zakat di masyarakat, sehingga kesadaran berzakat melalui lembaga resmi Baznas Lombok Timur semakin meningkat demi kesejahteraan umat yang lebih merata.

Saturday

Wakil Ketua 1 Baznas Lombok Timur Sebar 48 Kotak Infak untuk Target Pengumpulan Semakin Tinggi di Baznas Lombok Timur



Lombok Timur (harianbumigora.com) - Wakil Ketua 1 Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur, H. Murjoko , menyebar 48 kotak infak di berbagai titik di Lombok Timur dalam rangka meningkatkan pengumpulan zakat di Baznas Lombok Timur.


Kotak infak ini disebar di masjid-masjid, kantor-kantor pemerintah, dan tempat-tempat publik lainnya dengan tujuan untuk memudahkan masyarakat dalam menyalurkan zakat dan infak mereka.


"Kami berharap dengan penyebaran kotak infak ini, masyarakat dapat lebih mudah dan nyaman dalam menyalurkan zakat dan infak mereka, sehingga pengumpulan zakat di Baznas Lombok Timur dapat semakin tinggi," kata H. Murjoko.


Lebih Lanjut Ia menegaskan Penyebaran Kotak infak ini atas Dasar Kesepakatan Semua Pimpinan dengan Besaran 12,5 % Hak amil nantinya yang akan di berikan kepada UPZ setempat (Tempat Kotak infak di Taruh)


Adaupun Sasaran Tempat di taruhnya Kotak infak Sementara Sasar beberapa Kecamatan di antaranya Kecamatan Selong, Sakra, Sakra Barat, Keruak, Sakra Timur, Pringgabaya, dan Kecamatan lainnya


Baznas Lombok Timur terus berupaya meningkatkan pengumpulan zakat dan infak untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.


"Mari kita bersama-sama meningkatkan kesadaran dan kepedulian kita dalam menyalurkan zakat dan infak untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan," tambah H. Murjoko.


Baznas Lombok Timur mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menyalurkan zakat dan infak mereka dan berharap agar terus mendukung program-program Baznas Lombok Timur.

Thursday

Dirikan 'Baznas Mart', Jajaran Pejabat Daerah Lotim Berkomitmen Salurkan Zakat Melalui Baznas Lotim

 

Serah Terima secara simbolik Zakat Fitrah dan Zakat Mal Bupati Lombok Timur Drs. H. Haerul Warisan, M.Si., kepada Ketua Baznas Lotim. 

Lombok Timur (harianbumigora.com) — Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Bupati Lombok Timur pada Rabu (18/3/2026) saat digelarnya acara Pembayaran Zakat Lingkup Pemerintah Daerah dan Masyarakat yang dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H.


Kegiatan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara nilai keagamaan dan kebijakan sosial dalam upaya pengentasan kemiskinan di daerah tersebut.


Acara yang dihadiri oleh Bupati Drs. H. Haerul Warisin, M.Si, Wakil Bupati Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM, serta jajaran Forkopimda dan pimpinan OPD ini, diawali dengan tausiyah dari TGH. Qusairi, M.Pd.I. Dalam ceramahnya, Tuan Guru menekankan bahwa zakat adalah solusi strategis Al-Qur'an untuk mengatasi pengangguran. Ia mendorong BAZNAS untuk mulai bergerak ke arah pemberdayaan ekonomi produktif, salah satunya melalui gagasan pendirian "Baznas Mart" sebagai ekosistem ekonomi mandiri bagi para mustahik.



Sebagai bentuk keteladanan pimpinan, Bupati Haerul Warisin secara langsung menyerahkan zakat fitrah dan zakat mal pribadinya senilai Rp 50 juta melalui BAZNAS Lombok Timur. Langkah ini diikuti oleh jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, direksi BUMD, dan pengusaha swasta yang hadir. Bupati menegaskan bahwa potensi zakat ASN dan PPPK di Lombok Timur sangat besar, mencapai estimasi Rp 120 juta per bulan jika dikelola secara maksimal.


Dalam arahannya, Bupati menekankan agar BAZNAS tidak hanya bekerja secara konvensional, tetapi juga aktif memantau dinamika sosial melalui media sosial agar respon bantuan bisa lebih cepat dan tepat sasaran. Ia juga memaparkan rencana strategis untuk memberikan perlindungan jaminan sosial bagi guru honorer yang telah mengabdi di atas 25 tahun melalui subsidi BPJS Ketenagakerjaan.


"Kami ingin BAZNAS hadir lebih responsif. Untuk bantuan pengobatan rujukan ke luar daerah, nilainya harus lebih besar. Terkait ekonomi, jika ada bangunan daerah yang tidak optimal, bisa kita alihkan menjadi Baznas Mart. Ini adalah ikhtiar kita bersama untuk meninggalkan pola lama dan beralih ke pengelolaan yang lebih produktif," tegas Bupati.



Ketua BAZNAS Lombok Timur, Drs. H. Muhammad Kamli, memberikan apresiasi atas tingginya komitmen jajaran pemda. Ia mencatat adanya 52 muzaki baru yang mulai menyalurkan zakat hartanya dalam agenda kali ini. Meski fokus utama saat ini masih pada pelayanan asnaf karena angka kemiskinan di Lombok Timur yang masih cukup tinggi di NTB, pihaknya sangat terbuka terhadap gagasan program produktif seperti Baznas Mart.


"Apa yang disampaikan Bapak Bupati dan Tuan Guru adalah suntikan semangat bagi kami. Meskipun membangun program besar membutuhkan modal yang tidak sedikit, kami berkomitmen mengelola dana ini secara transparan dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan," pungkas Muhammad Kamli.


Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang berkelanjutan, menciptakan ekosistem sosial-ekonomi yang mandiri, dan meningkatkan derajat kehidupan masyarakat luas.

Friday

Memasuki 10 Hari Terakhir Ramadan, H. Syamsu Rijal Ajak Masyarakat Raih Keutamaan dan Perbanyak Amal

Lombok Timur – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Syamsu Rijal mengingatkan masyarakat tentang pentingnya memanfaatkan sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadan sebagai momentum untuk memperbanyak amal ibadah dan meningkatkan kualitas keimanan.

Menurutnya, sepuluh hari terakhir Ramadan merupakan fase paling istimewa dalam bulan suci, karena pada malam-malam tersebut Allah SWT memberikan banyak keutamaan dan peluang besar bagi umat Islam untuk meraih pahala yang berlipat ganda.

“Sepuluh hari terakhir Ramadan adalah saat terbaik bagi umat Islam untuk lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah. Inilah waktu untuk memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, melaksanakan salat malam, serta memperbanyak sedekah,” ujar H. Syamsu Rijal.

Ia juga menegaskan bahwa pada sepuluh malam terakhir terdapat malam yang sangat agung yaitu Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dengan memperbanyak amal saleh serta memperkuat hubungan dengan sesama manusia melalui sikap saling membantu dan berbagi.

“Selain meningkatkan ibadah kepada Allah, Ramadan juga mengajarkan kita untuk memperkuat kepedulian sosial, membantu fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, H. Syamsu Rijal berharap masyarakat dapat menjadikan penghujung Ramadan sebagai waktu untuk memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan, dan menebarkan kebaikan di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Semoga kita semua diberikan kesempatan meraih keberkahan Ramadan dan dipertemukan dengan malam Lailatul Qadar yang penuh kemuliaan,” tutupnya.

Sunday

H. Syamsu Rijal Sigap Turun ke Lokasi Banjir, Salurkan Bantuan untuk Warga Kayuk Perang Desa Wakan

Lombok Timur, 1 Maret 2026 – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Syamsu Rijal, menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat dengan turun langsung meninjau lokasi banjir di Dusun Kayuk Perang, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (1/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia sekaligus menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir.

Kedatangan H. Syamsu Rijal bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat pascabanjir. Ia menyapa warga, meninjau rumah-rumah yang terdampak, serta berdialog dengan masyarakat guna mendengar berbagai keluhan dan kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini.

Pada kesempatan tersebut, H. Syamsu Rijal menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.

Menurutnya, kehadiran langsung di tengah masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat agar dapat mengetahui secara nyata kondisi warga yang membutuhkan perhatian.

"Kami hadir untuk memastikan masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini. Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban warga dan menjadi penyemangat untuk bangkit kembali," ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa banjir yang terjadi di Dusun Kayuk Perang perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam upaya penanganan jangka panjang agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa yang akan datang.

Banjir yang melanda Dusun Kayuk Perang menyebabkan sejumlah rumah warga terendam dan aktivitas masyarakat sempat terganggu. Setelah air mulai surut, warga bergotong royong membersihkan rumah dan lingkungan dari sisa lumpur serta material yang terbawa arus banjir.

Kehadiran H. Syamsu Rijal di lokasi bencana disambut penuh haru oleh masyarakat. Warga mengaku sangat terbantu dan merasa diperhatikan dengan adanya kunjungan langsung serta bantuan yang diberikan.

Salah seorang warga, Irawan, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan oleh H. Syamsu Rijal.

"Kami sangat bersyukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Kehadiran beliau memberi semangat bagi kami untuk kembali bangkit setelah musibah banjir ini," ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, H. Syamsu Rijal berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait dapat bersama-sama mencari solusi penanganan banjir secara berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat hidup dengan lebih aman dan nyaman.

Kunjungan tersebut menjadi bukti nyata komitmen H. Syamsu Rijal sebagai wakil rakyat yang selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat warga membutuhkan perhatian dan bantuan di tengah musibah yang melanda.


Tuesday

Dugaan Ayam Busuk di Program MBG Montong Gading, BGN Didesak Tutup Operasional Dapur Oknum Pimpinan Dewan

 



Lombook Timur (harianbumigora.com) – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Kilang, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, menuai protes keras dari masyarakat. Hal ini dipicu oleh temuan penyajian makanan yang dinilai tidak layak konsumsi, berupa daging ayam yang diduga sudah busuk dan buah-buahan yang tidak segar.


Berdasarkan laporan dari sejumlah tokoh masyarakat setempat, dapur penyedia makanan tersebut disinyalir milik seorang oknum Pimpinan DPRD Kabupaten Lombok Timur. Temuan ini memicu kegaduhan publik karena standar kesehatan pangan yang seharusnya menjadi prioritas utama justru terabaikan.


Keluhan tidak hanya datang dari warga, tetapi juga langsung dari para siswa sebagai penerima manfaat. Dalam pantauan di lapangan, sejumlah siswa mengungkapkan kekecewaan mereka melalui tulisan di lembaran kertas kecil yang menyatakan bahwa "Ayam Busuk" dan "Jeruk Tidak Manis". Keluhan ini menjadi bukti nyata bahwa aspek kontrol kualitas di dapur tersebut sangat lemah.


Menyikapi kondisi yang membahayakan kesehatan siswa tersebut, tokoh masyarakat mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera mengambil tindakan tegas. Mereka meminta agar operasional dapur di Desa Kilang tersebut segera ditutup karena telah gagal memenuhi standar gizi dan kebersihan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.


"Kami meminta pihak BGN untuk turun tangan dan menutup dapur tersebut. Ini menyangkut kesehatan anak-anak kita. Program nasional yang mulia ini jangan sampai dinodai oleh penyajian makanan

basi hanya demi mencari keuntungan pribadi," ujar salah satu perwakilan tokoh masyarakat.


Pemilik dapur diingatkan untuk lebih serius dalam memperhatikan keselamatan dan kesehatan para siswa. Penyelenggara program diharapkan tidak bermain-main dengan standar mutu pangan, mengingat program MBG merupakan atensi langsung dari Presiden RI guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.


Elemen masyarakat menyatakan akan terus mengawal jalannya program MBG di Lombok Timur secara ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa dana negara yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat gizi bagi siswa, bukan justru menimbulkan risiko penyakit akibat kelalaian penyedia jasa.

Thursday

GPMA Desak Pencabutan SLHS MBG Anggaraksa, Duga Ada Manipulasi Administrasi Lintas Instansi

 

Yusfa Ismail, Ketua Gerakan Pemuda Mahasiswa Anggaraksa (GPMA)


‎Lombok Timur (harianbumigora.com) – Gerakan Pemuda Mahasiswa Anggaraksa (GPMA) kembali menggelar aksi jilid kedua untuk mempersoalkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) Anggaraksa. Dalam aksi tersebut, GPMA menyoroti adanya ketidaksinkronan data serta prosedur penerbitan izin yang dinilai cacat prosedur dan penuh manipulasi.

‎Ketidaksesuaian prosedur ini terungkap setelah GPMA melakukan audiensi langsung dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Timur. Dalam pertemuan tersebut, pihak dinas mengakui bahwa aspek krusial terkait pengelolaan limbah belum tersentuh pengawasan.

‎"Kami mendengar langsung dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup bahwa sejauh ini belum ada peninjauan sama sekali terkait IPAL yang ada di MBG Anggaraksa. Ini sangat fatal, bagaimana mungkin izin bisa berjalan sementara dampak lingkungannya belum ditinjau," ujar salah satu orator GPMA di lapangan.

‎Kecurigaan GPMA semakin menguat saat massa bergeser ke Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur untuk mempertanyakan tindak lanjut aksi jilid pertama. Namun, pengakuan dari pihak Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang Dikes justru memicu polemik baru terkait aktivitas dapur produksi. Pihak Dikes mengeklaim bahwa penyembelihan yang dilakukan di dapur tersebut bukan untuk keperluan program MBG, sebuah pernyataan yang dinilai GPMA sebagai upaya menutup-nutupi fakta.

‎"Pihak Dikes berdalih penyembelihan di dapur tersebut bukan untuk MBG, padahal temuan kami di lapangan dengan jelas menunjukkan aktivitas itu memang diperuntukkan bagi program tersebut. Kami menduga ada manipulasi administrasi sistematis yang melibatkan pihak SPPI, SPPG, Dikes, hingga DLH sehingga SLHS ini terbit tanpa prosedur yang benar," tegas koordinator aksi dalam pernyataannya.

‎Atas dasar temuan tersebut, GPMA melayangkan tuntutan keras agar Dinas Kesehatan segera membatalkan dokumen yang telah diterbitkan. Menurut mereka, kredibilitas instansi dipertaruhkan jika tetap mempertahankan izin yang diduga dimanipulasi secara administratif.

‎"Kami menantang Dinas Kesehatan selaku instansi penerbit untuk segera mencabut SLHS MBG Anggaraksa. Setiap aturan punya konsekuensi, dan kami tidak akan tinggal diam melihat prosedur yang ditabrak. Kami akan segera bersurat ke Badan Gizi Nasional (BGN) untuk evaluasi menyeluruh, sekaligus mempertanyakan sejauh mana kinerja Satgas MBG Lombok Timur selama ini," tutupnya.

‎Aksi ini menegaskan komitmen mahasiswa untuk terus mengawal agar program strategis nasional tidak disalahgunakan oleh kepentingan oknum tertentu melalui proses administrasi yang tidak transparan.

Beredar Isu Dana Mengalir Ke OPD; Wakil Ketua BAZNAS Lotim Tegaskan Itu Keliru dan Pengelolaan Dana Zakat Sesuai Syariat Islam


Lombok Timur (harianbumigora.com) – Menanggapi kabar mengenai dugaan aliran dana zakat kepada sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Wakil Pimpinan II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur, Dr. H. Hamidi, ST., M.Pd., memberikan klarifikasi resmi melalui konferensi pers untuk menegaskan bahwa isu tersebut adalah keliru. Dalam kesempatan itu, Dr. Hamid, ST., M.Pd juga menegaskan bahwa setiap rupiah dana zakat yang masuk ke dalam BAZNAS Lombok Timur dikelola secara profesional dan akuntabel sesuai Syariat Islam dan disalurkan kepada yang berhak (mustahik) berdasarkan regulasi yang ada. (4/2/2026). 


“Informasi tersebut sama sekali tidak benar. Kami tegaskan bahwa tidak ada penyaluran dana BAZNAS kepada pejabat OPD untuk kepentingan pribadi. Seluruh pendistribusian dana ZIS (Zakat, Infaq, Sodaqah - red) dilakukan berdasarkan sistem yang transparan dan akuntabel,” ujar Dr. H. Hamidi, panggilan akrabnya, saat memberikan keterangan pada Selasa 03 Februari 2026.


Dr. H. Hamidi memaparkan bahwa agenda melibatkan para pejabat OPD yang ada selama ini adalah dalam kapasitas mereka sebagai Muzakki (pemberi zakat). Hal ini, lanjut Dr. Hamidi, dikarenakan adanya sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Lombok Timur yang berkomitmen untuk menyalurkan zakat profesi mereka secara rutin melalui BAZNAS Lotim untuk selanjutnya dapat disalurkan kepada masyarakat Lombok Timur yang membutuhkan (Mustahik).


"Karena beberapa pejabat di lingkup OPD Lotim berkomitmen menyalurkan zakat profesinya melalui BAZNAS." Tegasnya. 


Dalam Konferensi Pers ini, Dr. Hamidi juga menyampaikan bahwa ada mekanisme Audit yang diterapkan oleh BAZNAS Lombok Timur, yaitu berupa pelaporan yang ketat kepada lembaga audit internal maupun eksternal guna menjaga transparansi keuangan.


Dr. Hamidi melanjutkan bahwa seluruh bantuan yang keluar dari kas BAZNAS selalu dipastikan telah melalui mekanisme yang ketat yaitu verifikasi lapangan dan pemenuhan syarat administrasi yang sah menurut hukum yang berlaku, guna menjaga profesionalisme BAZNAS Lombok Timur selaku lembaga yang mengemban amanah umat.


“Kami bekerja secara profesional. Fokus utama kami adalah memastikan dana zakat tersalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan (mustahik -red), bukan untuk kepentingan personal pejabat." Ucap Dr. H. Hamidi menegaskan. 






Saturday

Pendaftar Relawan Tembus 1000 Orang; Ust. Bambang Cahyadi: SPPG Kami Siapkan 'Safety Net' Ekonomi


Ust. Bambang Cahyadi, Lc. di depan peserta pendaftar relawan SPPG Bagik Nyaka Santri 3



Lombok Timur (harianbumigora.com) - Sebanyak 1.000 pelamar tercatat mendaftarkan diri dalam rekrutmen terbuka relawan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Bagik Nyaka Santri 3. Dari jumlah tersebut, 300 peserta lolos seleksi administrasi untuk kemudian lanjut mengikuti tahap tes tulis pada Sabtu (31/1).


Meski kebutuhan operasional dapur hanya  47 orang, Mitra SPPG Bagik Nyaka Santri 3, Ust. Bambang Cahyadi, Lc., menegaskan  proses seleksi bukan akhir bagi  pelamar, melainkan disiapkan 'Safety Net' ekonomi bagi pelamar yang tidak lulus seleksi.


"Ini bukan sekadar memberikan makanan cuma-cuma, karena program ini dibiayai oleh pajak rakyat. Kualitas adalah harga mati. Itulah sebabnya kami mendatangkan chef profesional dan menerapkan standar ketat dalam seleksi ini. Bagi yang belum berkesempatan bergabung di dapur MBG, kami tetap memprioritaskan Anda untuk mengisi posisi di unit usaha kami lainnya, seperti kafe dan restoran yang akanr beroperasi bulan Ramadan ini, travel haji dan umrah, butik, hingga pengolahan tahu-tempe dan RPH (Rumah Pemotongan Hewan) higienis," tegas Ust. Bambang di hadapan para peserta tes.


Sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN), standar anggaran ditetapkan sebesar Rp 10.000 untuk porsi besar dan Rp 8.000 untuk porsi kecil. Ust. Bambang mengajak UMKM lokal yang memiliki produk berkualitas untuk bergabung menjadi pemasok resmi. Dengan demikian, menurut Ust. Bambang, Efek Berganda bagi Ekonomi Lokal Program MBG di Bagik Nyaka Santri 3 ini dapat menghasilkan motor penggerak ekonomi sehingga jaring pengaman ekonomi bagi masyarakat termasuk pendaftar yang tidak lulus saat ini dapat dinikmati bersama.


"Insya Allah, penyaluran pasokan bahan baku akan kami lakukan secara bergilir untuk memastikan keadilan ekonomi bagi pelaku usaha lokal," jelasnya.


Rekrutmen ini juga mendapat dukungan penuh dari lintas sektor, mulai dari Pemerintah Kecamatan Aikmel, Polsek, Koramil, hingga Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).


Lalu Bahram mewakili FKDM Lombok Timur mengingatkan pentingnya disiplin tinggi bagi relawan terpilih, sehingga risiko keamanan pangan seperti keracunan dapat ditekan hingga nol persen.


Dengan pelatihan intensif dan sertifikasi BNSP yang akan diberikan kepada relawan terpilih, menurutnya, SPPG Bagik Nyaka Santri 3 layak optimis untuk menjadi model percontohan dapur MBG yang profesional, transparan, dan berdampak sosial luas di Nusa Tenggara Barat.


"Disiplin tinggi dari relawan, ditambah pelatihan bersertifikat oleh pihak Mitra, maka keracunan dapat ditekan hingga nol persen. Ini akan menjadikan SPPG Bagik Nyaka Santri 3 patut optimis untuk menjadi model percontohan dapur MBG yang profesional, transparan, dan berdampak sosial luas di Nusa Tenggara Barat. " Paparnya.

Friday

Kadikes Lotim: Progres Operasional Puskesmas Sakra Timur 100 Persen

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H. Lalu Aries



Lombok Timur (harianbumigora.com) — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, H. Lalu Aries, memberikan penjelasan secara terbuka terkait progres operasional Puskesmas Sakra Timur yang baru. Penjelasan tersebut disampaikan saat pertemuan dengan perwakilan masyarakat di Kantor Camat Sakra Timur.


Kadis Dinkes menegaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk menyampaikan secara langsung kepada masyarakat mengenai tahapan dan rencana waktu (timeline) operasional Puskesmas Sakra Timur.


Secara fisik, pembangunan Puskesmas Sakra Timur telah selesai 100 persen pada Desember 2025 dan telah melalui tahapan Provisional Hand Over (PHO),"jelasnya.


Setelah pembangunan fisik rampung, Dinas Kesehatan melanjutkan proses penyiapan regulasi sebagai dasar operasional. Regulasi yang disiapkan berupa Peraturan Bupati dan saat ini masih dalam proses.


“Penyusunan peraturan bupati sudah berjalan. Kami sudah melakukan pembahasan bersama Dinas Kesehatan, Bagian Hukum, Bagian Organisasi, BKPSDM, serta perwakilan DPRD,” jelasnya.


Saat ini, draf peraturan tersebut telah berada di Bagian Hukum dan sedang dalam tahap sinkronisasi di Biro Hukum Provinsi. Sambil menunggu regulasi rampung, Dinas Kesehatan juga menyiapkan sumber daya manusia (SDM) secara paralel.


Karena Puskesmas Sakra Timur merupakan fasilitas kesehatan baru dan belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, kebutuhan tenaga kesehatan sementara akan dipenuhi dari Puskesmas Lepak yang berada di wilayah Sakra Timur. Sebagian SDM dari Puskesmas Lepak akan dialihkan untuk mendukung operasional puskesmas baru tersebut.


“Langkah ini kami ambil agar pelayanan yang sudah berjalan tidak terganggu. Skema seperti ini juga sudah kami terapkan di beberapa puskesmas baru sebelumnya,” ujarnya.


Setelah regulasi ditetapkan, tahapan berikutnya adalah pengurusan surat izin operasional. Jika izin telah diterbitkan, maka akan dilakukan penetapan struktur organisasi, penunjukan kepala puskesmas melalui SK Bupati, serta peng-SK-an tenaga kesehatan sesuai hasil pemetaan SDM.


Lalu Aries, juga memastikan sarana dan prasarana pendukung telah tersedia. Seluruh peralatan medis sudah berada di lokasi Puskesmas Sakra Timur dan dipindahkan sejak awal Januari.


Setelah mulai beroperasi, Puskesmas Sakra Timur akan didaftarkan ke Kementerian Kesehatan agar tercatat secara nasional dan memiliki sistem pelaporan tersendiri, terpisah dari Puskesmas Lepak. Tahapan selanjutnya adalah persiapan akreditasi.


“Jika akreditasi telah terpenuhi, barulah Puskesmas Sakra Timur bisa menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Kami menargetkan awal tahun 2027 puskesmas ini sudah mandiri dan bekerja sama dengan BPJS,” tambahnya.


Ia berharap Puskesmas Sakra Timur dapat menjadi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan merata bagi masyarakat di wilayah Sakra Timur.


“Mari kita kawal bersama seluruh proses ini agar berjalan sesuai rencana. Ini merupakan komitmen Bupati dan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” pungkasnya.

Pemkab Lombok Timur Gandeng FRIC Guna Akselerasi Keterbukaan Informasi Daerah

Sekda Lombok Timur Juaini Taofik saat menerima kunjungan organisasi jurnalis Fast Response Indonesia Center (FRIC) di kantor setda Lombok Timur



Lombok Timur (harianbmigora) - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui transparansi informasi. Langkah ini ditegaskan kembali oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Juaini Taofik, saat menerima kunjungan audiensi dari organisasi jurnalis Fast Respon Indonesia Center (FRIC) di ruang kerjanya, Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (29/1).


Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi ajang diskusi strategis mengenai penguatan kemitraan antara pemerintah daerah (Pemda) dan insan pers. Fokus utamanya adalah membangun mekanisme penyampaian informasi yang lebih terbuka, aksesibel, dan edukatif bagi seluruh lapisan masyarakat.


Dalam arahannya, Muhammad Juaini Taofik mengungkapkan bahwa keterbukaan informasi publik bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan ruh dari visi pembangunan daerah yang sedang dijalankan.


“Kami di jajaran eksekutif menyambut baik kehadiran rekan-rekan dari FRIC. Perlu kami sampaikan bahwa menuju tata kelola pemerintahan yang transparan adalah prioritas, terlebih dengan tagline Smart yang saat ini kami usung. Salah satu indikator keberhasilan Smart Government adalah sejauh mana transparansi itu dirasakan oleh publik,” ujar Juaini Taofik.


Lebih lanjut, Sekda menjelaskan bahwa peran media massa merupakan elemen vital dalam ekosistem pemerintahan. Media bertindak sebagai pilar keempat demokrasi yang mengawasi sekaligus menyebarluaskan capaian pembangunan. Ia menekankan bahwa sinergi yang kuat antara Pemda dan media akan meminimalisir potensi disinformasi di tengah masyarakat.


“Bapak Bupati dan Wakil Bupati senantiasa memberikan arahan agar hubungan dengan teman-teman media, termasuk FRIC, terus dipererat. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam mengedukasi masyarakat tanpa dukungan dari jurnalis yang profesional,” tambahnya.


Dalam pandangan Sekda, media memiliki fungsi ganda: sebagai jembatan komunikasi yang menghubungkan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan rakyat, serta sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat. Melalui pemberitaan yang sehat, masyarakat diharapkan menjadi lebih cerdas dan kritis dalam mengawal pembangunan daerah.


Menutup pertemuan tersebut, Juaini Taofik menyampaikan harapannya agar FRIC dapat menjadi mitra yang produktif dalam memproduksi produk jurnalistik yang berkualitas.


“Kehadiran FRIC harus mampu mendukung akselerasi informasi. Harapan kami, informasi yang sampai ke masyarakat tidak hanya mengandalkan kecepatan speed, tetapi yang paling utama adalah akurasi dan ketepatan data. Inilah yang akan membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah,” pungkasnya.



Menanggapi harapan Sekda Lotim, M. Aminullah menegaskan bahwa FRIC siap bekerja sama secara konstruktif dan profesional. Selain memberikan apresiasi, Aminullah menyampaikan bahwa peran FRIC akan ditempatkan pada posisi advokasi kualitas informasi publik. Hal ini mendorong agar data dan laporan yang beredar di ruang publik akurat, mudah dimengerti, dan memicu tindakan positif dari warga serta pemangku kebijakan.


“Mewakili FRIC Lotim, terimakasih atas sambutan hangat dari Sekda Lotim. Kami berkomitmen bahwa, media yang bertanggung jawab bukan hanya menerangi fakta, tetapi menyalakan harapan. Kami siap menjadi suara yang mempercepat akuntabilitas dan memberi energi mewujudkan Lotim SMART, yang digagas oleh Bupati Drs. H. Haerul Warisin, M.Si & Wabup Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM,” kata M. Aminullah, S.Si dengan senyum penuh optimisme.


Silaturahmi tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama dan komitmen untuk menjalin komunikasi rutin guna mengawal isu-isu strategis di Kabupaten Lombok Timur.

Kepala SPPG Lalai, Rugi Rp 85 Juta; MITRA: Kami Minta Kepala Dapur MBG Di Yayasan Kami DIGANTI!


Lombok Timur (harianbumigora.com) — Yayasan Palapa Nusantara selaku Mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilanda kerugian serius. Kelalaian Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebabkan kegagalan pembayaran bahan baku oleh pemerintah pusat kepada mitra  senilai Rp 85 juta . Hal ini disampaikan oleh Dr. H. Lalu Muhammad Fahri, SH, MH selaku Ketua Yayasan Palapa Nusantara yang menjadi Mitra Pelaksana MBG wilayah Keruak dan sekitar dalam wawancara oleh wartawan pada Rabu (28/1/2026).


Menurut Dr. L. Muhammad Fahri Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)/Kepala Dapur MBG dinilai lalai, tidak profesional, dan gagal menjalankan tanggung jawabnya. Hal ini bermula pada akhir Desember 2025 dimana laporan pengajuan biaya bahan baku untuk pelayanan MBG selama empat hari terlambat diserahkan oleh kepala SPPG bersangkutan sehingga berakibat  sistem pembayaran BGN pusat ditutup dan pengajuan senilai Rp 85 juta tidak dapat diproses.


"Ini Kelalaian Serius. Kalau Laporan Disampaikan Tepat Waktu, Masalah Tidak Akan Terjadi."


Guncangan Kerugian bermula dari sini, sehingga operasional dapur hampir tutup, dikarenakan suplai bahan pangan tersendat, pemasok menahan distribusi. Demi menghindari dampak langsung kepada masyarakat pihak Mitra terpaksa menanggung beban finansial sendiri. Kalau tidak demikian, menurut Dr. L. Muhammad Fahri, maka ada 2.600 penerima manfaat terdampak secara langsung akibat kelalaian tersebut.


Khawatir jika di kemudian hari kelalaian serupa dari sang kepala dapur terulang kembali, Dr. H. Lalu Muhammad Fahri berharap pihak Badan Gizi Nasional (BGN) mengganti petugas Kepala SPPG/ kepala dapur di tempatnya.


"Kalau yang lalai tetap dipertahankan, maka kegagalan ini akan terulang." Ungkapnya.


Karena kalau tidak, maka efek domino di kemudian hari sulit untuk dihindari.


“ Yang Dirugikan Bukan Hanya Kami, Tapi Masyarakat.” Tegasnya.

Tuesday

MBG (MAKAN BERGIZI GRATIS) BUKAN MBG (MAKAN BERACUN GRATIS)

Muhammad Riadi, Tokoh Pemuda Ketangga sekaligus aktivis Lombok Timur




Lombok Timur (harianbumigora) - Program unggulan presiden RI Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mengalami ujiannya di lapangan. Ujian berupa pro-kontra kembali melanda program ini.


Muhammad Riadi, salah seorang tokoh pemuda di salah satu desa di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, tepatnya Desa Ketangga Kecamatan Suwela, menyayangkan kenyataan yang terjadi di lapangan jauh dari yang seharusnya.


"Program MBG yang seharusnya menjadi makanan nikmat dan bergizi berubah menjadi  meracuni siswa."


Pernyataan pedas yang dilontarkan Riadi, panggilan akrabnya, menurutnya lantaran kurang profesionalnya pelaksanaan pemenuhan gizi oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)_Dapur MBG (red)_yaitu SPPG Ketangga.


"SPPG Ketangga menyajikan MBG dengan seperti tidak ada pegawai yang berkompeten di dalamnya." Ungkap Riadi.


Akibat kurang profesionalnya kinerja tim dari SPPG Ketangga ini, lanjut Riadi, makanan basi sering diterima siswa di beberapa sekolah di bawah naungan SPPG Ketangga ini.


"Makanan basi yang hampir dimakan siswa" Ujarnya.


Riadi melanjutkan, puncak keresahan masyarakat ketika pada Senin 26 Januari 2026 siswa-siswi di beberapa sekolah mengalami sakit perut setelah memakan masakan yang diterima dari SPPG Ketangga tersebut.


"Tidak sedikit siswa dari beberapa sekolah yang sakit-sakitan perutnya akibat sudah menkonsumsi MBG yang disajikan SPPG Ketangga." pungkas Riadi.


Kekesalan Riadi, menurutnya bukan tampa alasan. Hal ini dikarenakan keresahan yang melanda guru dan masyarakat di lingkungan Ketangga sudah mengkhawatirkan. Menurut penuturan Riadi, kondisi ini sudah menjadi buah bibir.


Muliati, salah seorang guru SMP Marakitta'limat Ketangga menyampaikan keresahannya di grup Whatsapp yang ada Riadi juga di dalamnya.


"Di SMP Marakitta'limat guru-guru dan muridnya sakit perut." Kata Muliati menurut penuturan Riadi.


Keadaan ini membuat rasa ironis dalam pandangan pemuda yang juga seorang aktivis Lombok Timur ini. 


"SPPG itu dapur profesional dan isinya orang-orang yang kita yakini berkompeten, maka tidak sepatutnya makanan cepat basi apalagi sampai keracunan." Tegas pemuda kelahiran Ketangga ini.

Thursday

H. Syamsu Rijal Ajak Masyarakat Jadikan Isra Mi’raj sebagai Momentum Penguatan Iman dan Akhlakul Karimah




Lombok Timur (harianbumigora.com) --) Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, H. Syamsu Rijal, SH., MM menyampaikan ucapan dan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk menjadikan peristiwa agung tersebut sebagai momentum memperkuat keimanan, ketakwaan, serta akhlak dalam kehidupan sehari-hari.


Peringatan Isra Mi’raj yang jatuh pada 27 Rajab 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 16 Januari 2026 merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam. Isra Mi’raj menjadi pengingat perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan hikmah, khususnya tentang perintah salat sebagai tiang agama dan fondasi utama dalam membentuk pribadi yang beriman dan berakhlakul karimah.


"Hendaknya momentum Isra Mi'raj ini kita jadikan sebagai momen untuk muhasabah diri, perkuat iman taqwa, dan akhlakul karimah." Ujar H. Samsu Rijal. 


H. Syamsu Rijal juga menegaskan bahwa nilai-nilai Isra Mi’raj harus terus diaktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Menurutnya, shalat tidak hanya menjadi kewajiban ritual, tetapi juga sarana membangun disiplin, kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian kepada sesama. 


"Hendaknya shalat sebagai tiang agama tidak hanya menjadi kewajiban ritual, tetapi juga sarana membangun disiplin, kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian kepada sesama." Ungkapnya. 

Melalui Aspirasi, H. Syamsu Rijal Salurkan Hibah Renovasi Masjid Jami' Libassuttaqwa Jenggik




Lombok Timur (harianbumigora.com) – Aspirasi masyarakat Desa Jenggik, Kabupaten Lombok Timur, terkait kebutuhan peningkatan sarana ibadah mendapat perhatian serius. 


Melalui mekanisme penyaluran aspirasi masyarakat, H. Syamsu Rijal, SH., MM, Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Daerah Pemilihan IV, menyalurkan dana hibah untuk renovasi Masjid Jami’ Libassutaqwa Jenggik. Bantuan tersebut secara resmi diterima oleh Panitia Pembangunan Masjid Jami’ Libassutaqwa Jenggik dalam sebuah kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan masjid.


Penyerahan hibah berlangsung di Masjid Jami’ Libassutaqwa Jenggik, Desa Jenggik, dan disaksikan oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta jamaah. Bantuan ini diperuntukkan bagi renovasi fisik masjid, termasuk peningkatan fasilitas penunjang ibadah, guna memberikan kenyamanan, keamanan, dan kelayakan bagi jamaah dalam melaksanakan berbagai aktivitas keagamaan.


Dalam keterangannya, H. Syamsu Rijal menyampaikan bahwa penyaluran dana hibah tersebut merupakan bagian dari tugas dan fungsi wakil rakyat dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya pada sektor keagamaan yang memiliki peran strategis dalam pembinaan umat.


“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan keagamaan dan sosial masyarakat. Aspirasi yang disampaikan warga Desa Jenggik kami tindak lanjuti melalui penyaluran hibah ini, dengan harapan dapat mendukung kelancaran renovasi dan meningkatkan kualitas fasilitas masjid,” ujar H. Syamsu Rijal. 


Ia juga menegaskan pentingnya pengelolaan dana hibah secara transparan dan akuntabel, agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh jamaah dan masyarakat.


Sementara itu, Lalu Suaidi, salah satu Panitia Pembangunan Masjid Jami’ Libassutaqwa Jenggik, menyampaikan bahwa bantuan hibah tersebut menjadi dorongan besar bagi panitia dan masyarakat dalam melanjutkan proses renovasi masjid yang telah direncanakan sejak lama.


“Kami atas nama panitia pembangunan dan masyarakat Desa Jenggik mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak H. Syamsu Rijal atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Dana hibah ini sangat membantu kelangsungan renovasi masjid dan akan kami gunakan secara bertanggung jawab, transparan, serta sesuai dengan peruntukannya,” ungkap Suaidi.


Menurutnya, keterbatasan anggaran swadaya masyarakat selama ini menjadi salah satu kendala dalam percepatan renovasi masjid. Dengan adanya bantuan dana hibah tersebut, panitia optimistis proses pembangunan dan perbaikan fasilitas masjid dapat berjalan lebih efektif dan tepat waktu.

Kegiatan penyerahan hibah berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Kehadiran tokoh masyarakat dan jamaah mencerminkan dukungan serta harapan besar agar Masjid Jami’ Libassutaqwa Jenggik ke depan dapat menjadi pusat ibadah yang lebih representatif, sekaligus pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Melalui penyaluran hibah ini, diharapkan sinergi antara masyarakat dan wakil rakyat terus terjalin, sehingga aspirasi masyarakat dapat diwujudkan dalam bentuk program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan beragama dan sosial kemasyarakatan.

Monday

DEMA UNW MATARAM GELAR DIALOG WAWASAN KEBANGSAAN, TEGUHKAN KOMITMEN MAHASISWA JAGA NILAI-NILAI KEBANGSAAN



Lombok Timur (harianbumigora.com) - Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram menggelar Dialog Wawasan Kebangsaan bertema “Dari Kampus untuk Negeri: Peran Strategis Mahasiswa Menjaga Keutuhan Bangsa” yang dihadiri oleh 680 mahasiswa, bertempat di Ballroom Bupati Lombok Timur, pada Hari Minggu 28 Desember 2025 Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi ideologis mahasiswa dalam merespons tantangan kebangsaan yang kian kompleks. Di tengah derasnya arus globalisasi, polarisasi sosial, serta melemahnya kesadaran kolektif terhadap nilai-nilai kebangsaan, mahasiswa dituntut tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga militan dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.


Dalam sambutannya, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, Sukirman, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran sentral sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan dan moral bangsa. “Mahasiswa tidak boleh kehilangan arah di tengah derasnya arus globalisasi. Nilai-nilai kebangsaan harus terus kita perjuangkan sebagai fondasi berpikir, bersikap, dan bertindak. DEMA UNW Mataram berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang-ruang dialog yang mencerahkan dan membangun kesadaran kolektif mahasiswa,” tegasnya.




Ia menambahkan bahwa peran strategis mahasiswa bukan sekadar menjadi penonton sejarah, melainkan subjek perubahan yang berani berpikir kritis, bersuara lantang, dan bertindak nyata dalam menjaga persatuan serta keutuhan bangsa. Dialog Wawasan Kebangsaan ini menegaskan komitmen DEMA UNW Mataram untuk terus menghadirkan ruang-ruang perjuangan intelektual yang menumbuhkan militansi ideologis mahasiswa, agar tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat.


Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNW Mataram menyatakan sikap tegas: dari kampus untuk negeri, mahasiswa siap berdiri di garda terdepan menjaga keutuhan bangsa demi Indonesia yang berdaulat, adil, dan bermartabat. Dialog ini menjadi penegasan bahwa mahasiswa UNW Mataram bukan generasi kompromi, melainkan generasi perlawanan intelektual yang setia pada Pancasila.

Thursday

Insiden Kebakaran Oven Warnai Panen Tembakau Lombok Timur

 

Aparat kepolisian bersama petugas damkar dan masyarakat saat sedang berusaha memadamkan api.


Lombok Timur (Harianbumigora.com) – Panen tembakau di Lombok Timur pada musim ini diwarnai insiden kebakaran oven. Salah satu kejadian kebakaran melanda sebuah bangunan pengering milik petani di Dusun Pijot, Desa Pijot, Kecamatan Keruak pada Rabu (24/9) malam sekitar pukul 22.30 WITA. Akibat kebakaran tersebut bangunan oven/ pengering tersebut ludes terbakar dan menghasilkan kerugian kepada yang bersangkutan. (25/09/2025)


Makmun (50), petani asal Dusun Pengkelak Mas, Kecamatan Sakra Barat adalah pemilik Bangunan berukuran 4 x 4 meter dengan tinggi 14 meter tersebut. Akibat insiden ini, oven tersebut membawa sekitar lima ton tembakau basah yang tengah menjalani proses pengopenan ikut ludes terbakar bersamanya.


Uding (55), warga setempat, menjadi saksi mata yang menyaksikan langsung bagaimana api membesar dari tungku pembakaran hingga melahap seluruh bangunan oven. Uding menuturkan penyebab si jago merah tidak terkendali karena banyaknya daun tembakau yang sudah mengering di dalam oven.
“Kobaran langsung membesar, tidak lama kemudian seluruh isi bangunan terbakar,” kata Uding kepada petugas.


Di lain pihak, Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Osman, menyampaikan bahwa kebakaran diduga dipicu penggunaan cangkang sawit dengan volume yang berlebihan. Menurut Nikolas, bahan penggunaan cangkang sawit secara berlebihan menghasilkan suhu panas yang terlalu tinggi sehingga tembakau yang kering sensitif terhadap sambaran api.


“Kondisi tembakau sudah sangat kering, sehingga api cepat menjalar dan sulit dikendalikan,” ungkap Osman.


Sementara itu, Petugas pemadam bersama-sama dengan masyarakat sekitar bahu-membahu menjinakkan api agar tidak sampai melahap rumah warga. Walaupun proses pemadaman berlangsung cukup lama, karena kobaran semakin membesar saat angin bertiup kencang, namun pada akhirnya si jago merah berhasil ditaklukkan.


Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun karena seluruh bangunan oven berikut isi tembakau tidak terselamatkan, kerugian ditaksir mencapai Rp 60 juta.


Nikolas sendiri menegaskan polisi melakukan langkah cepat sejak menerima laporan dari warga. Aparat langsung mendatangi lokasi, mengamankan area sekitar, serta ikut membantu proses pemadaman bersama tim damkar dan masyarakat. Namun demikian, Nikolas menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati lagi saat melakukan proses pembakaran tembakau.


“Laporan resmi sudah kami sampaikan kepada pimpinan. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan proses pengeringan tembakau,” ungkapnya.

Wednesday

Edwin Hadiwijaya Resmi Pimpin PMI Lombok Timur, Fokus Digitalisasi dan Jemput Bola Donor Darah

 



Lombok Timur (Harianbumigora.com) – Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, resmi dilantik sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Lombok Timur pada Rabu (17/9).

Ia menegaskan kepengurusan baru dirancang untuk memperkuat peran PMI dalam melayani masyarakat, dengan melibatkan banyak figur berkompeten termasuk tenaga medis dari rumah sakit daerah.

“Struktur ini kami susun dengan orang-orang yang memang ahli di bidangnya. Ada juga dokter dari RSUD yang ikut memperkuat kepengurusan,” ujar Edwin dalam sambutannya.

Ia menilai, keberadaan PMI tidak boleh hanya dipandang sebagai pelengkap dari bank darah milik rumah sakit. Menurutnya, PMI harus hadir lebih fleksibel dalam mendukung distribusi darah, terutama untuk memenuhi kebutuhan pasien dengan golongan darah langka.

“Darah itu sumbernya banyak, jadi jangan hanya bergantung ke rumah sakit. Kolaborasi yang kuat harus dibangun agar pelayanan semakin maksimal,” tegasnya.

Edwin menjelaskan bahwa sepanjang Januari hingga Agustus 2025, PMI Lombok Timur sudah menyalurkan sekitar 3.000 kantong darah ke sembilan institusi kesehatan.

Dari jumlah itu, Rumah Sakit Namira tercatat sebagai penerima terbanyak dengan lebih dari seribu kantong, disusul RSUD Lombok Timur dan RS Patuh Karya.

“Kalau ada warga membutuhkan, PMI wajib segera mencarikan. Karena itu, digitalisasi penting supaya masyarakat bisa langsung mengetahui stok darah yang tersedia,” kata Edwin.

Untuk memperluas jangkauan, Edwin juga berkomitmen membangun jaringan relawan hingga ke desa-desa. Ia menilai pendekatan jemput bola sangat dibutuhkan agar calon donor darah, terutama mereka yang rutin mendonorkan, dapat terus didata dan diperbanyak.

“Kita tidak boleh pasif menunggu. PMI harus turun langsung ke desa-desa untuk mendekati masyarakat yang bersedia rutin mendonorkan darah,” ujarnya.

Ketua PMI NTB, dr. Herman Mahaputra, menyambut baik program digitalisasi yang digagas Edwin. Ia menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan agar masyarakat makin sadar bahwa donor darah adalah kebutuhan bersama yang tidak bisa ditunda.

“Petugas harus sering mengajak warga, bukan hanya menunggu. Apalagi untuk golongan darah tertentu, pengurus mesti lebih aktif mencari calon donor,” ucap Herman.

Ia menegaskan bahwa rumah sakit tetap menjadi pintu pertama penyediaan darah bagi pasien. Namun, ketika stok berkurang, PMI diharapkan langsung hadir sebagai penopang agar keluarga pasien tidak kebingungan mencari kebutuhan darurat.

“Masyarakat tidak boleh dibuat bingung. Begitu rumah sakit menyatakan stoknya menipis, PMI harus segera hadir memberi solusi,” tandas Herman.