Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts

Tuesday

H. Abdul Hadi Apresiasi Penetapan Sari Yuliati Sebagai Pimpinan DPR RI: Bukti Kualitas SDM NTB

 


 H. Abdul Hadi, SE., MM., Anggota DPR RI 2024-2029 Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil NTB 2 (Pulau Lombok) 


Jakarta (harianbumigora.com) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dapil NTB 2 dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Abdul Hadi, SE., MM., hadiri Sidang Paripurna DPR RI pada Januari 2026.


Legislator kelahiran Masbagik Lombok Timur Nusa Tenggara Barat ini apresiasi sejumlah putusan strategis yang yang dihasilkan dalam sidang tersebut.


H. Abdul Hadi, panggilan akrabnya, menyoroti beberapa keputusan penting hasil dari forum tertinggi DPR RI tersebut, yaitu penetapan anggota Ombudsman, penetapan wakil ketua DPR RI baru yang berasal dari Dapil NTB.


“Alhamdulillah, Paripurna hari ini telah menetapkan beberapa keputusan krusial bagi bangsa. Mulai dari penetapan Anggota Ombudsman RI hingga Deputi Gubernur Bank Indonesia, Bapak Thomas Djiwandono. Namun yang paling istimewa bagi kami adalah penetapan Ibu Ir. Hj. Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR RI,” Ujar Abdul Hadi.

Sari Yuliati Dilantik sebagai Wakil Ketua DPR RI Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku) Menggantikan Adies Kadir dari Fraksi Partai Golkar. 


Sebagai sesama wakil rakyat dari Dapil NTB, H. Abdul Hadi menilai naiknya perwakilan NTB sebagai pimpinan DPR RI merupakan momentum istimewa karena ia membuktikan kualitas SDM putra/putri NTB yang tidak kalah saing di kancah nasional. 


“Ini adalah kebanggaan bagi NTB. Saya mengucapkan selamat bertugas. Besar harapan kami, amanah ini menjadi jalan pembuka agar NTB bisa semakin maju, lebih baik, dan masyarakatnya semakin makmur serta mendunia,” tutup Abdul Hadi.




H. Abdul Hadi Apresiasi Penetapan Sari Yuliati Sebagai Pimpinan DPR RI: Bukti Kualitas SDM NTB

H. Abdul Hadi, SE., MM., Anggota DPR RI 2024-2029 Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil NTB 2 (Pulau Lombok) 


Jakarta (harianbumigora.com) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dapil NTB 2 dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Abdul Hadi, SE., MM.,  hadiri Sidang Paripurna DPR RI pada Januari 2026.


Legislator kelahiran Masbagik Lombok Timur Nusa Tenggara Barat ini apresiasi sejumlah putusan strategis yang yang dihasilkan dalam sidang tersebut.


H. Abdul Hadi, panggilan akrabnya, menyoroti beberapa keputusan penting hasil dari forum tertinggi DPR RI tersebut, yaitu penetapan anggota Ombudsman, penetapan wakil ketua DPR RI baru yang berasal dari Dapil NTB.


“Alhamdulillah, Paripurna hari ini telah menetapkan beberapa keputusan krusial bagi bangsa. Mulai dari penetapan Anggota Ombudsman RI hingga Deputi Gubernur Bank Indonesia, Bapak Thomas Djiwandono. Namun yang paling istimewa bagi kami adalah penetapan Ibu Ir. Hj. Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR RI,” Ujar Abdul Hadi.



Sebagai sesama wakil rakyat dari Dapil NTB, H. Abdul Hadi menilai naiknya perwakilan NTB sebagai pimpinan DPR RI merupakan momentum istimewa karena ia membuktikan kualitas SDM putra/putri NTB yang tidak kalah saing di kancah nasional. 


“Ini adalah kebanggaan bagi NTB. Saya mengucapkan selamat bertugas. Besar harapan kami, amanah ini menjadi jalan pembuka agar NTB bisa semakin maju, lebih baik, dan masyarakatnya semakin makmur serta mendunia,” tutup Abdul Hadi.

Saturday

IBADAH KOLEKTIF SEMUA AGAMA MENJAGA IBU PERTIWI (Saparwadi, S. Pd., Aktivis 98 & Senior Himmah NW)

Saparwadi, S. Pd; Aktivis '98 dan Senior HIMMAH NW


Hari ini saya sedih melihat kondisi negara dan bangsa Indonesia sepekan terakhir, hingga di atas motor saya menitikkan air mata. 


Dalam kesedihan dan kebingungan itu, saya bertemu dengan salah seorang senior yang juga aktivis pergerakan '98, Saparwadi, S. Pd. 


Pria yang akrab disapa Wadik ini, dulunya adalah seorang mahasiswa yang kritis dan aktif menjadi penyambung lidah rakyat, meminjam istilah Bung Karno.  


Dalam karirnya sebagai seorang organisatoris, di samping aktif sebagai pimpinan di organisasi intra kampus seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IKIP Mataram_sekarang UNDIKMA, ia juga tergabung diberbagai Organisasi Kepemudaan (OKP). 


OKP yang pernah digelutinya antara lain, Forum Komunikasi Mahasiswa Mataram (FKMM) yang sekarang menjadi Front Mahasiswa Nasional (FMN). OKP lain dimana dia juga berhimpun  adalah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Di Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII), ia juga tergabung sebagai kader kuning, istilah panggung PMII di dunia pergerakan. Daurah Marhalah (DM) yang merupakan program kaderisasi di Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) juga kerap diikutinya. 


Menjalani karir sebagai aktivis, sosok pemberani ini juga pernah menduduki berbagai jabatan penting seperti Wakil Ketua di Komite Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) baik di tingkat kota maupun provinsi. 


Setelah melanglang buana di berbagai ruang dan dunia pergerakan mahasiswa, tokoh aktivis pergerakan NTB ini memilih Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan (HIMMAH NW) sebagai pelabuhan terakhir. 


Berbekal konsistensi pemikiran kritis yang dia punya, para pemegang kebijakan di NTB seperti Bupati, Wali Kota dan Gubernur seringkali mengundangnya secara khusus untuk dimintai pendapat dan masukan mengenai tata kelola pemerintahan yang berpihak kepada rakyat. 


Kembali pada momen perjumpaan saya dengannya hari ini (30 Agustus 2025), kami pun menyempatkan menyeruput kopi bersama sambil mengenang indahnya dunia pergerakan mahasiswa. 


Kami juga membahas perkembangan dunia aktivis dan situasi bernegara dua minggu terakhir yang sepertinya sudah kehilangan kendali. 


Diskusi mengalir membahas kondisi bangsa hari ini. Di tengah-tengah diskusi, sosok yang selalu lupa dengan waktu ketika berbincang soal negara dan kerakyatan ini, menggoreskan secercah tulisan untuk dipersembahkan kepada para aktivis muda hari ini. 


Dia pun berujar, "Zamroni boleh memuat tulisan ini agar menjadi pelajaran bagi adek-adek aktivis supaya memahami esensi nilai juang membela dan menjaga ibu pertiwi." 30/8/2025.


Berikut saya naikkan tulisannya sebagai bahan renungan bersama:


Oleh Saparwadi, S. Pd


Indonesia bukan tanah tanpa luka, bukan pula negeri tanpa cela. Namun di atas segala kekurangannya, inilah rumah kita. Tempat darah dan air mata para pendahulu menyatu demi tegaknya Merah Putih. Di rumah besar bernama Indonesia, kita tumbuh dalam beragam suku, bahasa, agama, dan keyakinan. Maka menjaganya adalah ibadah kolektif, bukan tugas satu kaum atau golongan, melainkan amanah seluruh anak bangsa.


Di tengah gaduh benturan kepentingan dan riuh silang pendapat, mari kita bertanya pada hati: apakah kita sedang membangun rumah kita, atau diam-diam membakarnya sendiri?


Ataukah kekesalan atas berbagai kebijakan yang terasa tidak berpihak kepada rakyat, mulai dari pembebasan para koruptor, ocehan para oknum legislator dan hinaan kepada guru adalah pemicu ketidakstabilan kehidupan berbangsa dan bernegara hari ini. 


Di sisi lain, sulitnya ekonomi, tingginya angka pajak dan melambungkan gaji DPR terasa tidak masuk akal. 


Dalam Islam, menjaga persaudaraan dan kedamaian.


"Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, ia tidak menzaliminya dan tidak menyerahkannya pada kezaliman." Bahkan kepada sesama manusia yang berbeda iman, Islam mengajarkan adab mulia: “Dan janganlah kamu mencela Maka tidak ada ruang bagi kebencian, apalagi kekerasan.


Dalam Kristen, kasih adalah jantung keimanan. “Barang siapa tidak

 mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” Mencintai negeri dan sesama, adalah jalan menuju Tuhan.

Dalam Hindu, ajaran Dharma menuntun umat hidup dalam harmoni dan mengusir kebencian, demi keseimbangan jagat.


Dalam Buddha, kedamaian batin dan welas asih adalah jalan menuju kebijaksanaan yang sejati.


Dalam Konghucu, nilai Li dan Ren, tata krama dan kasih sayang adalah fondasi kehidupan bersama yang tertib dan penuh hormat.


Wahai para pemuda dan mahasiswa, engkaulah penjaga tapal batas zaman. Jangan biarkan amarah memadamkan cahaya akal dan nurani. Lawanlah ketidakadilan dengan kebijaksanaan, bukan dengan amuk dan kehancuran.


Mari kita rawat Indonesia, bukan dengan saling menyalahkan, tapi saling menguatkan. Karena bila negeri ini roboh, reruntuhannya akan menimpa kita semua.


Menjaga Indonesia adalah ibadah. Maka mari kita mulai, dari hati yang jernih dan dari diri sendiri. #Indonesia #DPR

Kemendikdasmen Gelar Seminar Nasional Perlindungan Anak bagi Guru PAUD, Luncurkan Buku Edukatif dan Inklusif

 



 Jakarta (Harianbumigora.com — Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan seminar nasional bertema “Edukasi Perlindungan Anak bagi Guru PAUD” sebagai upaya mendorong terciptanya ruang belajar yang aman dan ramah anak di seluruh satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia.


Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA), dengan mengangkat tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat menuju Indonesia Emas 2045”.


Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa lingkungan belajar bagi anak usia dini harus terbebas dari kekerasan dalam bentuk apa pun. "Guru PAUD tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga pelindung dan pengasuh kedua bagi anak-anak. Lingkungan belajar harus aman, hangat, dan mendukung tumbuh kembang anak secara holistik," ujarnya di Jakarta, Kamis (17/7).


Senada, Dirjen GTK PG, Nunuk Suryani, menyebut bahwa PAUD adalah fondasi penting dalam membangun peradaban bangsa. Ia menambahkan bahwa seminar ini bukan hanya sarana edukasi tetapi juga inspirasi bagi guru-guru di seluruh Indonesia untuk lebih siap dalam menerapkan prinsip child safeguarding di satuan pendidikan.


“Perlindungan anak adalah tanggung jawab kolektif, tidak hanya orang tua atau pemerintah. Seminar ini menjadi titik penting dalam memperkuat kesadaran itu,” kata Nunuk.


Peluncuran Buku Cerita 7 Kebiasaan Anak Hebat dan Buku Saku Pendidikan Inklusi

Pada momen yang sama, Kemendikdasmen melalui Direktorat Guru PAUD dan PNF meluncurkan dua buku penting: Seri Buku Cerita 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Seri Buku Saku Pendidikan Inklusi bagi Guru PAUD. Buku ini dikembangkan oleh para guru PAUD sendiri dan diharapkan menjadi referensi nasional dalam membentuk karakter anak serta penerapan pendidikan inklusif di satuan PAUD.


“Harapannya, buku-buku ini segera mendapatkan ISBN dan digunakan secara luas oleh guru-guru PAUD sebagai media pembelajaran yang inspiratif,” kata Nunuk.


Selain itu, pelatihan dongeng juga direncanakan sebagai bagian dari program penguatan kompetensi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran secara menyenangkan.


Komitmen Pemerintah: PP No. 17/2025 dan RPL Guru PAUD

Direktur Guru PAUD dan PNF, Suparto, menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam perlindungan anak, terutama dengan telah diterbitkannya PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak. Ia juga mendorong kemitraan antara guru dan orang tua dalam meningkatkan kesadaran terhadap potensi kekerasan di lingkungan anak.


Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat program afirmasi kualifikasi guru PAUD melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) agar para guru dapat menempuh S1 hanya dalam satu tahun serta mengikuti pendidikan profesi guru.


Staf Ahli Kemendikdasmen, Mariman Darto dan Biyanto, secara terpisah menyatakan optimisme terhadap berbagai program strategis tersebut sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam membentuk Generasi Emas 2045 yang tangguh dan berkarakter.



Komisi X DPR RI Apresiasi Kinerja dan Realisasi Anggaran Kemendikdasmen TA 2024




Jakarta (Harianbumigora.com) — Komisi X DPR RI memberikan apresiasi tinggi terhadap realisasi anggaran dan capaian program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Tahun Anggaran (TA) 2024. Apresiasi ini disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di Gedung DPR RI.


Dalam paparannya, Menteri Mu’ti menyampaikan bahwa laporan keuangan Kemendikbudristek TA 2024 telah disusun berdasarkan Sistem Pengendalian Internal (SPI) yang memadai dan telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan hasil opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).


“Realisasi anggaran ini mencerminkan komitmen Kemendikdasmen dalam mengelola anggaran secara akuntabel dan berkualitas,” ujar Menteri Mu’ti, Rabu (16/7).


Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengapresiasi capaian kinerja yang meningkat serta konsistensi Kemendikdasmen dalam meraih opini WTP dari BPK selama beberapa tahun terakhir.


“Kami mendorong agar prestasi ini terus dipertahankan dan ditingkatkan dalam pengelolaan anggaran pendidikan nasional,” ucap Hetifah.


Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, juga mengapresiasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini yang berjalan lancar. Ia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan untuk menyempurnakan sistem tersebut ke depan.


Sementara itu, Esti Wijayati, Wakil Ketua Komisi X sekaligus Ketua Panitia Kerja Pendidikan Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), menyoroti perlunya peningkatan anggaran afirmasi untuk memperbaiki angka lama sekolah di daerah 3T.


“Perlu perhatian serius untuk mendorong pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, khususnya 3T,” tegas Esti.


Menteri Mu’ti menyampaikan bahwa capaian target Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKSS) dalam Rencana Strategis Kemendikdasmen telah optimal. Hal ini termasuk peningkatan hasil asesmen literasi dan numerasi peserta didik, serta peningkatan indeks kepuasan pemangku kepentingan terhadap layanan pendidikan.


“Tujuh tahun berturut-turut kami memperoleh nilai kerja anggaran kategori sangat baik, dengan skor terakhir mencapai 96,93%,” ungkap Mu’ti.


Kemendikdasmen akan terus melanjutkan reformasi pendidikan melalui realisasi anggaran yang berorientasi hasil dan berdampak langsung pada akses serta mutu layanan pendidikan nasional.



Kinerja Kemendikbudristek


Rencana Strategis Kemendikdasmen


Evaluasi anggaran pendidikan



Jika Anda butuh versi pendek untuk WhatsApp atau media sosial, atau label berita untuk WordPress, tinggal beri tahu saja.