Thursday

Insiden Kebakaran Oven Warnai Panen Tembakau Lombok Timur

 

Aparat kepolisian bersama petugas damkar dan masyarakat saat sedang berusaha memadamkan api.


Lombok Timur (Harianbumigora.com) – Panen tembakau di Lombok Timur pada musim ini diwarnai insiden kebakaran oven. Salah satu kejadian kebakaran melanda sebuah bangunan pengering milik petani di Dusun Pijot, Desa Pijot, Kecamatan Keruak pada Rabu (24/9) malam sekitar pukul 22.30 WITA. Akibat kebakaran tersebut bangunan oven/ pengering tersebut ludes terbakar dan menghasilkan kerugian kepada yang bersangkutan. (25/09/2025)


Makmun (50), petani asal Dusun Pengkelak Mas, Kecamatan Sakra Barat adalah pemilik Bangunan berukuran 4 x 4 meter dengan tinggi 14 meter tersebut. Akibat insiden ini, oven tersebut membawa sekitar lima ton tembakau basah yang tengah menjalani proses pengopenan ikut ludes terbakar bersamanya.


Uding (55), warga setempat, menjadi saksi mata yang menyaksikan langsung bagaimana api membesar dari tungku pembakaran hingga melahap seluruh bangunan oven. Uding menuturkan penyebab si jago merah tidak terkendali karena banyaknya daun tembakau yang sudah mengering di dalam oven.
“Kobaran langsung membesar, tidak lama kemudian seluruh isi bangunan terbakar,” kata Uding kepada petugas.


Di lain pihak, Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Osman, menyampaikan bahwa kebakaran diduga dipicu penggunaan cangkang sawit dengan volume yang berlebihan. Menurut Nikolas, bahan penggunaan cangkang sawit secara berlebihan menghasilkan suhu panas yang terlalu tinggi sehingga tembakau yang kering sensitif terhadap sambaran api.


“Kondisi tembakau sudah sangat kering, sehingga api cepat menjalar dan sulit dikendalikan,” ungkap Osman.


Sementara itu, Petugas pemadam bersama-sama dengan masyarakat sekitar bahu-membahu menjinakkan api agar tidak sampai melahap rumah warga. Walaupun proses pemadaman berlangsung cukup lama, karena kobaran semakin membesar saat angin bertiup kencang, namun pada akhirnya si jago merah berhasil ditaklukkan.


Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun karena seluruh bangunan oven berikut isi tembakau tidak terselamatkan, kerugian ditaksir mencapai Rp 60 juta.


Nikolas sendiri menegaskan polisi melakukan langkah cepat sejak menerima laporan dari warga. Aparat langsung mendatangi lokasi, mengamankan area sekitar, serta ikut membantu proses pemadaman bersama tim damkar dan masyarakat. Namun demikian, Nikolas menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati lagi saat melakukan proses pembakaran tembakau.


“Laporan resmi sudah kami sampaikan kepada pimpinan. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan proses pengeringan tembakau,” ungkapnya.

Friday

Gubernur Iqbal Kukuhkan GEBER: Gerakan Kolaborasi Masyarakat Jaga Alam NTB



Lombok Barat (harianbumigora.com) – Gerakan Bersama Masyarakat Nusantara (GEBER) resmi dikukuhkan di Gedung Eks Camat Gunungsari, Rabu (18/9/2025). Acara ini dihadiri puluhan kepala desa dari Kecamatan Gunungsari, Batulayar, dan Lingsar serta melibatkan masyarakat luas dalam upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kepedulian sosial.


Rangkaian kegiatan berlangsung meriah dengan lomba menggambar bertema “Pelestarian Alam” yang diikuti anak-anak dan remaja. Selain itu, sebanyak 50 orang yang terdiri dari anak yatim dan orang tua jompo menerima santunan sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.


Ketua GEBER, Saiful Hak, menegaskan komitmennya menjaga kelestarian alam NTB. “Kami berkomitmen memastikan kekayaan alam NTB tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ujarnya.


Gubernur NTB, Dr. L. Muhammad Iqbal, yang hadir langsung dalam pengukuhan itu menekankan pentingnya perhatian terhadap lingkungan. “Satu hal yang sering luput dari perhatian kita adalah lingkungan. Kehadiran GEBER menjadi angin segar, karena memudahkan pemerintah membangun kolaborasi dengan masyarakat,” kata Iqbal.


Pengukuhan GEBER diharapkan menjadi titik awal membangun kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan hidup sekaligus memperkuat solidaritas sosial. Ke depan, GEBER merencanakan berbagai program lanjutan untuk mempererat sinergi pemerintah dan masyarakat demi terwujudnya NTB yang lebih baik dan berkelanjutan.

Wednesday

Begini Penjelasan Gubernur Miq Iqbal Tak Melantik Kakaknya Jadi Inspektur Inspektorat NTB

 


Mataram (harianbunigora.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal tidak memilih kakak kandungnya, Baiq Nelly Kusumawati meski meraih nilai tertinggi dalam seleksi terbuka pengisian Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jabatan Inspektur Inspektorat NTB.

‎”Alhamdulillah kalau teman-teman tahu nilainya paling tinggi, beliau lama di Inspektorat,” kata Miq Iqbal usai melantik pejabat Eselon II lingkup Pemprov NTB pada Rabu, (17/09/2025).

‎Iqbal menjelaskan, ada banyak pertimbangan yang menjadi landasan untuk membuat keputusan tersebut, termasuk menghindari persepsi publik agar tidak menilai seleksi terbuka itu menjadi jalan politik kepentingan jika Baiq Nelly dipilih sebagai Inspektur Inspektorat NTB.


"Tapi ada banyak pertimbangan yang saya berikan, karena saya berdasarkan peraturan, saya diberikan kebebasan untuk salah satu di antara tiga besar,” ujarnya.

‎Meski tidak dipilih, Iqbal menilai kakaknya memahami keputusan tersebut. Ia berujar keikutsertaan Baiq Nelly dalam seleksi terbuka sudah cukup menjadi bentuk penghargaan terhadap proses yang objektif.

‎”Saya yakin kakak saya udah paham pertimbangan saya dan beliau juga sudah cukup senang mengikuti proses seleksi yang objektif,” tegasnya.

‎Diketahui, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, melantik 8 pejabat eselon II lingkup Pemprov NTB pada Rabu, 17 September 2025 di Pendopo Tengah Gubernur NTB. Delapan eseleon II yang dilantik enam di antaranya telah mengikuti seleksi terbuka.

‎Usai pelantikan, Iqbal menegaskan bahwa pejabat yang menduduki jabatan strategis tersebut merupakan figur-figur terbaik hasil seleksi terbuka yang digelar secara transparan pada Agustus lalu.

‎”Sebagian besar yang dilantik ini baru saya kenal setelah mereka masuk tiga besar, jadi alhamdulillah ini adalah yang terbaik yang kita persembahkan untuk masyarakat NTB,” ujarnya kepada Wartawan usai pelantikan pada Rabu, (17/9/2025).

‎Ia menekankan, terpilihnya enam kepala OPD yang mengikuti seleksi terbuka itu menjadi bukti bahwa pemerintahannya konsisten dalam menjunjung prinsip meritokrasi. Proses seleksi kata dia dilakukan sepenuhnya secara objektif, tanpa ada ruang untuk intervensi dari pihak manapun.


‎”Insyaallah, teman-teman bisa tanyakan ke mereka yang masuk dalam tiga besar maupun yang akhirnya dilantik, bahwa prosesnya sepenuhnya sangat objektif,” tegasnya.

‎Meski demikian, Iqbal mengakui bahwa jumlah peserta perempuan dalam seleksi masih sangat terbatas. Menurutnya, hal ini menjadi catatan penting agar ke depan lebih banyak perempuan yang berani berkompetisi dan menempati posisi penting di lingkup pemerintahan.

‎”Memang tidak banyak ikut yang perempuan, jadi itu juga sebabnya kita dorong teman-teman yang perempuan untuk ikut,” katanya.

‎Adapun pejabat yang dilantik dalam kesempatan tersebut adalah Budi Herman sebagai Inspektur Inspektorat NTB, Irnadi Kusuma sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Samsudin sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ervan Anwar sebagai Kepala Dinas Perhubungan, Marga Sukifli Rayes sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah NTB, serta Hubaidi sebagai Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah NTB.

‎Selanjutnya beberapa pejabat lain mengalami pergeseran. Di antaranya, Muhammad Taufieq Hidayat, semula menjabat Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB, menjadi Kepala Biro Organisasi Setda NTB.

‎Najamuddin Amy yang semula Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman kini menjadi Kepala Biro Perekonomian Setda NTB. Selanjutnya, Dadang Fajar dari Kepala Bagian Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah kini menjadi Sekretaris Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu menggantikan posisi Wahyu Hidayat yang duduk sebagai Kepala Bagian Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah.

Edwin Hadiwijaya Resmi Pimpin PMI Lombok Timur, Fokus Digitalisasi dan Jemput Bola Donor Darah

 



Lombok Timur (Harianbumigora.com) – Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, resmi dilantik sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Lombok Timur pada Rabu (17/9).

Ia menegaskan kepengurusan baru dirancang untuk memperkuat peran PMI dalam melayani masyarakat, dengan melibatkan banyak figur berkompeten termasuk tenaga medis dari rumah sakit daerah.

“Struktur ini kami susun dengan orang-orang yang memang ahli di bidangnya. Ada juga dokter dari RSUD yang ikut memperkuat kepengurusan,” ujar Edwin dalam sambutannya.

Ia menilai, keberadaan PMI tidak boleh hanya dipandang sebagai pelengkap dari bank darah milik rumah sakit. Menurutnya, PMI harus hadir lebih fleksibel dalam mendukung distribusi darah, terutama untuk memenuhi kebutuhan pasien dengan golongan darah langka.

“Darah itu sumbernya banyak, jadi jangan hanya bergantung ke rumah sakit. Kolaborasi yang kuat harus dibangun agar pelayanan semakin maksimal,” tegasnya.

Edwin menjelaskan bahwa sepanjang Januari hingga Agustus 2025, PMI Lombok Timur sudah menyalurkan sekitar 3.000 kantong darah ke sembilan institusi kesehatan.

Dari jumlah itu, Rumah Sakit Namira tercatat sebagai penerima terbanyak dengan lebih dari seribu kantong, disusul RSUD Lombok Timur dan RS Patuh Karya.

“Kalau ada warga membutuhkan, PMI wajib segera mencarikan. Karena itu, digitalisasi penting supaya masyarakat bisa langsung mengetahui stok darah yang tersedia,” kata Edwin.

Untuk memperluas jangkauan, Edwin juga berkomitmen membangun jaringan relawan hingga ke desa-desa. Ia menilai pendekatan jemput bola sangat dibutuhkan agar calon donor darah, terutama mereka yang rutin mendonorkan, dapat terus didata dan diperbanyak.

“Kita tidak boleh pasif menunggu. PMI harus turun langsung ke desa-desa untuk mendekati masyarakat yang bersedia rutin mendonorkan darah,” ujarnya.

Ketua PMI NTB, dr. Herman Mahaputra, menyambut baik program digitalisasi yang digagas Edwin. Ia menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan agar masyarakat makin sadar bahwa donor darah adalah kebutuhan bersama yang tidak bisa ditunda.

“Petugas harus sering mengajak warga, bukan hanya menunggu. Apalagi untuk golongan darah tertentu, pengurus mesti lebih aktif mencari calon donor,” ucap Herman.

Ia menegaskan bahwa rumah sakit tetap menjadi pintu pertama penyediaan darah bagi pasien. Namun, ketika stok berkurang, PMI diharapkan langsung hadir sebagai penopang agar keluarga pasien tidak kebingungan mencari kebutuhan darurat.

“Masyarakat tidak boleh dibuat bingung. Begitu rumah sakit menyatakan stoknya menipis, PMI harus segera hadir memberi solusi,” tandas Herman.

Saturday

UT Adakan Dialog Publik; APA: Kami menyambut Baik

Direktur UT Mataram berswafoto bersama pengurus APA NTB dan Kota Mataram


Mataram (Harianbumigora.com) -- Universitas Terbuka Nusa Tenggara Barat (UT NTB) setelah membuka program studi baru yaitu jurusan Kewirausahaan melakukan dialog publik sebagai wujud integrasi misi program studi baru ini dengan kebutuhan pertumbuhan ekonomi di NTB.  Dalam dialog tersebut, hadir sebagai undangan berbagai elemen masyarakat di dunia usaha, mulai dari pemerintah, mahasiswa, siswa, guru, praktisi wirausaha, termasuk di dalamnya pedagang kecil di NTB seperti APKLI dan Asosiasi Pedagang Asongan (APA) NTB. (13/09/2025).


Direktor UT NTB Heriyanto, SIP., MM dalam sesi wawancara dengan media ini menyampaikan komitmen UT untuk melakukan sinergitas dengan seluruh pihak yang terkait untuk kesuksesan pembangunan ekonomi NTB.


Sesi foto bersama perwakilan berbagai elemen masyarakat dunia usaha yang menghadiri cara


"Kita berkomitmen untuk bersinergi dengan semua pihak agar misi pembangunan di NTB pada sektor ekonomi khususnya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sehingga ke depan kita juga akan mengundang gubernur NTB pada acara yang sama untuk tujuan pendalaman." Ungkapnya.


Salah satu narasumber dalam dialog Publik tersebut yaitu Eka Wardani, SE., M.Si dari kantor dinas koperasi dan UMKM Kota Mataram mengutarakan pentingnya kehadiran kampus dalam meningkatkan daya saing UMKM terutama di era digital seperti sekarang ini.


"Peran kampus melakukan pembinaan dan itu penting agar para pelaku ekonomi terutama UMKM memiliki ilmu dan wawasan yang cukup untuk berkompetisi dengan para kompetitor di pasar terutama di dunia digital marketing." Tegasnya.


Sementara Ketua APA NTB yang diwakili oleh Ketua APA Kota Mataram Evi Aryani mengkonfirmasi kepada media ini bahwa memang benar mereka dilibatkan dalam dialog publik antara UT dengan masyarakat pelaku ekonomi NTB.


"Iya kami memang diundang di acara tersebut dan ke depan UT berkomitmen melakukan pembinaan kepada pedagang kecil. Dan kami sebagai pengurus pedagang kecil menyambut baik hal itu" Kata Evi.


Dialog publik dihadiri oleh 150 pesreta dari berbagai elemen yang merupakan perwakilan dari para pemangku kepentingan hubungannya dengan ekonomi di daerah NTB. Hadir juga perwakilan pusat Universitas Terbuka.

Thursday

Sambut Ribuan Mahasiswa Baru, UNW Mataram Gelar PKKMB Bertajuk: "Menulis Sejarah Baru"

Sivitas akademika UNW Mataram saat berfoto bersama peserta PKKMB.


Mataram (harianbumigora.com) -- Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram secara resmi memulai kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2025/2026 melalui acara pembukaan yang di selenggarakan di halaman kampus UNW Mataram pada Rabu (10/9/2025). Kegiatan tersebut diagendakan selama tiga hari dan berakhir pada Jumat 12 September 2025 yang bertemakan “Aksara Muda UNW Mataram: Menulis Sejarah Baru.”


Hadir dalam acara Ketua Senat UNW Mataram, TGH. Lalu Gede M. Ali Wirasakti Amir Murni, Lc., MA., Rektor UNW Mataram H. Lalu Gede Muhammad Syamsul Mujahidin, SE., M. Pd., beserta jajaran pimpinan dan dosen di lingkup UNW Mataram. Turut di undang sebagai pengisi materi Perwakilan Datasemen Khusus (Densus) 88 serta para perwakilan undangan dari Polda NTB, OMBUDSMAN NTB, dan beberapa unsur pemerintah daerah provinsi NTB termasuk perwakilan gubernur NTB.


Dalam sambutannya Rektor UNW Mataram, H. Lalu Gede Muhammad Syamsul Mujahidin, SE. M.Pd menyampaikan bahwa mahasiswa baru adalah generasi penerus yang akan memulai langkahnya dan akan menyiapkan diri melalui UNW Mataram dengan bekal ilmu, akhlak, iman, dan takwa dalam rangka meneruskan perjuangan para pendahulu mewujudkan cita-cita kemerdekaan yaitu menjaga tumpah darah bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa, termasuk ikut melaksanakan ketertiban dunia.


“Kalian adalah aksara-aksara muda yang akan mengukir makna lewat ilmu, akhlak, iman dan takwa untuk pengabdian. Di kampus ini, kalian ditempa menjadi insan berilmu, berjuang, dan bertakwa - tiga pilar utama perjuangan Nahdlatul Wathan - untuk Ummat, negara dan bangsa.” tegasnya.


Rektor juga mengutip pesan pendiri Nahdlatul Wathan sekaligus pendiri UNW Mataram yang merupakan pahlawan nasional asal Nusa Tenggara Barat Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, tentang betapa menuntut ilmu itu penting, sebagaimana adalah penting untuk menghormati guru, serta menjaga gelar akademik -  mengamalkan ilmu -  agar manfaat bagi  agama maupun masyarakat. Amanat dari pendiri ini tegas Rektor, hendaknya menjadi pengingat agar mahasiswa selaku harapan bangsa tidak sekedar mengejar gelar duniawi untuk diri sendiri, tetapi juga menanamkan ke dirinya nilai-nilai moral maupun spiritual sehingga mampu memberi dampak positif bagi orang lain.


"Kalian adalah harapan masa depan negeri ini." Tegasnya.


Rektor juga mengingatkan bahwa tugas mahasiswa bukan sekadar hadir di kelas dan mengerjakan tugas, melainkan dituntut untuk berpikir kritis, bertanggung jawab, serta membangun jiwa religius, nasionalis, dan humanis agar nantinya mampu mengimplementasikan ilmu yang di dapatnya di tengah-tengah masyarakat.


“UNW Mataram tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga pejuang intelektual yang cinta agama, cinta tanah air, dan cinta kemanusiaan,” ujarnya.


Di akhir sambutan, Rektor berpesan agar mahasiswa memanfaatkan masa kuliah dengan sebaik-baiknya dengan cara mengoptimalkan daya kreativitas dan inovasi, serta tidak henti-hentinya melakukan proses transformasi diri kalau ingin mimpi dan cita-citanya tercapai.


“Jangan takut gagal, jangan takut mencoba. Sebab setiap tokoh besar dalam sejarah pernah menjadi aksara muda yang belajar dari jatuh bangun dan perjuangan tanpa henti.” pesannya.


Sementara itu, Densus 88 Polda NTB selaku Nara sumber pengisi materi wawasan kebangsaan memesankan supaya para mahasiswa jangan sampai menjadi korban dari disrupsi digital dan arus globalisasi yang berpotensi mengikis kepekaan sosial, toleransi dan kecintaan terhadap sesama anak bangsa sebagai penyebab terjadinya perpecahan, intoleransi bahkan tindakan terorisme, dengan cara memperdalam wawasan dan pengetahuan mengenai nilai-nilai agama dan kebangsaan dalam berproses di UNW Mataram.


"Kami percaya UNW Mataram sebagai kampus yang pendirinya adalah pahlawan nasional mampu menjaga adek-adek dari paham-pahan terorisme yang menimbulkan sikap intoleransi dan perpecahan sesama anak bangsa. Di kampus ini perdalamlah pemahaman agama dan kebangsaan agar kecintaan kepada sesama Ummat dan anak bangsa tidak terkikis." Pesannya. 


Sebagai informasi tambahan, pada tahun akademik 2025/2026 ini,  mahasiswa baru yang mendaftar di UNW Mataram berjumlah 3.525 orang.


Monday

Teror Penembakan Oleh Sniper Beredar Pasca Demo 30 Agustus 2025; Masyarakat NTB Dihimbau Tetap Tenang

Abdul Mukmin Rifai Yasin, M.Si.; Sekjen Pimpinan Pusat HIMMAH NW

Mataram (harianbumigora.com) -- Pasca aksi demo 30 Agustus 2025 di kantor DPRD NTB yang mengakibatkan kantor wakil rakyat NTB ini terbakar, beredar isu-isu negatif yang meneror masyarakat. Isu-isu tersebut membawa-bawa nama aparat kepolisian dimana dikatakan bahwa ada sniper bersembunyi di titik-titik tertentu untuk membidik pihak-pihak yang menjadi targetnya. Akibat isu ini kepanikan terjadi di beberapa tempat di wilayah NTB.



Zaenal Mukhlis, salah seorang tokoh muda Desa Sengkerang Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah menyampaikan suasana kekhawatiran di tengah-tengah masyarakat. Pasalnya informasi ini menurutnya menyebar lewat berbagai What's App Grup dan langsung sampai kepada masyarakat bawah.


"Sampai masyarakat takut melepas anaknya untuk ke sekolah, karena masyarakat mendapat kiriman di What's App grup yang menyatakan adanya sniper di titik-titik tertentu untuk menembak orang yang ditargetkannya. " Ungkap Zaenal Mukhlis. (01/09/2025)


Pria yang akrab dipanggil Zen, ini juga menyampaikan bahwa keresahan masyarakat sudah cukup mengkhawatirkan.


"Masyarakat dicekam ketakutan karena isu ini dan saya hawatir masyarakat menganggap benar isu jahat seperti ini. Ditakutkan jangan sampai informasi ini ditelan mentah-mentah oleh masyarakat yang bisa memicu ketidakpercayaan kepada pemerintah." Ujarnya.


Zaenal Mukhlis melanjutkan kekhawatiran dirinya jangan sampai masyarakat menganggap bahwa presiden prabowo itu tega melakukan pembunuhan warganya sendiri.


"Masyarakat mengatakan bahwa Prabowo kejam kalau melakukan pembunuhan kepada rakyatnya sendiri." Lanjut Zen.


Menutup pernyataannya dalam sesi wawancara, Zen berharap seluruh tokoh, baik pihak pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda turun tangan bergotong royong menenangkan masyarakat agar tidak termakan isu-isu hoaks seperti ini. 


Di lain pihak, Sekretaris Jendral Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan (Himmah NW) Abdul Mukmin Rifai Yasin, M.Si mengungkapkan bahwa penyebaran isu-isu seperti ini adalah upaya provokasi jahat dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menghendaki suasana chaos di tengah-tengah masyarakat demi kepentingan pribadi.


"Ini sudah merupakan provokasi jahat untuk mengadu domba masyarakat dengan pemerintah. Ada oknum-oknum penghianat bangsa yang tidak menghendaki pembangunan dibawah pemerintahan Bapak Prabowo Subianto berjalan sebagaimana mestinya. Oknum-oknum ini menghendaki susana gaduh dan negara lumpuh." Paparnya.


Dilain pihak Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) dalam edarannya tertanggal 30 Agustus 2025 mengajak masyarakat untuk bersabar dan menahan diri serta memperbanyak do'a untuk negara dan bangsa Indonesia sebagai bentuk ikhtiar positif dalam menyikapi suasana yang sedang dihadapi saat ini.


Sementara itu, dalam edaran resmi Gubernur NTB yang juga tertanggal 30 Agustus 2025, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal selaku gubernur menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik karena pemerintah akan melakukan upaya terbaik untuk menjaga agar suasana tetap damai di NTB. Selain itu, Gubernur Iqbal juga menghimbau kepada pihak sekolah supaya tetap membuka sekolah seperti biasa untuk melaksanakan proses belajar-mengajar dan melakukan acara imtak untuk menyampaikan pesan-pesan kesejukan dan kedamaian kepada para siswanya.