Showing posts with label Gunung Rinjani. Show all posts
Showing posts with label Gunung Rinjani. Show all posts

Friday

Kemenpar Kordinasikan Semua Pihak Bentuk Rescue Center Di Gunung Rinjani

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal menyaksikan proses pelatihan penyelamatan "Rinjani Resque Vertical Evacuation" yang diikuti komunitas pendaki, relawan, guide, dan porter di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (17/7/2025).


Harianbumigora.com - Dalam rangka meningkatkan efektivitas dalam proses rescue, kementerian Pariwisata memperkuat koordinasi bersama pihak-pihak terkait untuk menyiapkan rescue center dan pelatihan bagi pemandu wisata gunung sebagai upaya memperkuat sistem keamanan bagi wisatawan.


"Saat ini, pembentukan rescue center dan pelatihan bagi pemandu wisata gunung sedang dalam tahap persiapan," kata Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto.


Hal senada juga disampaikan oleh kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR),Heriyanto dalam Rapat Persiapan Pelatihan Berbasis Kompetensi Bidang Pemandu Wisata Gunung pada tanggal 10 Juli 2025


Hariyanto menjelaskan rapat persiapan tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk BASARNAS, BTNGR, LSP Pramindo, serta perwakilan Asosiasi Pendaki Gunung Indonesia (APGI) Nusa Tenggara Barat.


Heriyanto lebih lanjut mengatakan bahwa Bersama dengan BTNGR, pemerintah telah menginisiasi pembentukan posko terpadu di Sembalun dan sudah ada sekitar 8 personel yang tengah mengikuti sertifikasi rescue di Bandung. Jumlah pemandu dan porter juga sudah mulai dipetakan, termasuk data jumlah yang telah dan belum tersertifikasi. Selain itu, lanjut Heriyanto, BASARNAS juga menyatakan kesiapan untuk mendukung pelatihan keselamatan dan standardisasi di destinasi pariwisata, termasuk dalam hal pertolongan pertama dan evakuasi.


"Fokus tahun ini adalah sertifikasi pemandu baru, sedangkan pemandu lama yang sertifikasinya telah kedaluwarsa direncanakan untuk disertifikasi ulang pada tahun depan," Ungkapnya.


Nantinya lanjut Heriyanto, terdapat modul pelatihan keselamatan dan mitigasi risiko yang sudah disusun Kementerian Pariwisata termasuk mengenai vertical rescue sampai dengan bantuan hidup dasar.


Secara keseluruhan, katanya, meskipun pelaksanaan di lapangan belum sepenuhnya berjalan, perencanaan dan koordinasi lintas lembaga sedang berlangsung secara intensif, menandakan bahwa program ini sudah bergerak menuju tahap implementasi papar Heriyanto.


Sebelumnya, Hariyanto menyatakan bahwa upaya ini merupakan tindak lanjut dari musibah yang menimpa WNA asal Brazil, Juliana Marins beberapa waktu lalu.


Heriyanto kembali menegaskan, upaya yang akan pemerintah laksanakan dalam jangka waktu menengah berupa penambahan alat evakuasi darurat di pos-pos shelter pendakian sebagai penyelamatan awal sebelum TIM SAR dekat, penambahan pelatihan pemandu wisata gunung dan porter untuk rescue darurat, dan digitalisasi Jalur Rinjani 360 untuk bahan breefing pendaki.Sementara rencana jangka panjang pemerintah akan membuat pembangunan penambahan pos shelter di jalur pendakian dan melengkapi setiap pos shelter dengan peralatan darurat penyelamatan.

Wednesday

Terjatuh di Gunung Rinjani; Pendaki Asal Swiss Berhasil Selamat Dievakuasi Menggunakan Helikopter




Harianbumigora.com – Seorang pendaki asal Swiss bernama Benedikt Emmenegger yang sebelumnya dilaporkan mengalami kecelakaan saat melakukan pendakian di Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat, akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat pada Rabu (16/7). Proses evakuasi dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter.


Evakuasi tersebut merupakan hasil koordinasi antara tim SAR gabungan dan pihak Bali Air, yang menurunkan helikopter langsung dari Bali menuju lokasi kejadian.


Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), menjelaskan bahwa helikopter milik Bali Air berhasil mendarat sekitar pukul 16.44 WITA di jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak, tidak jauh dari lokasi korban.


"Emmenegger diterbangkan menuju Rumah Sakit BIMC Kuta, Denpasar-Bali untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut," kata Hariyadi di Mataram.

 

Korban diterbangkan bersama anaknya dan seorang dokter asal Spanyol. Mereka tiba di helipad Bali Air pada pukul 17.30 WITA dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit BIMC untuk penanganan lebih intensif.


Berdasarkan informasi dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), diketahui bahwa Emmenegger memulai pendakian pada Selasa (15/7) melalui jalur Sembalun. Kecelakaan baru dilaporkan ke pihak BTNGR oleh guide dan porter yang mendampinginya pada Rabu (16/7) sekitar pukul 11.25 WITA.


Lokasi kejadian berada sekitar 25 menit sebelum Jembatan Besi yang mengarah ke Danau Segara Anak. Informasi tersebut segera diteruskan kepada Kantor SAR Mataram untuk tindakan selanjutnya.


"Tim rescue dari Kantor SAR Mataram dan Pos SAR Kayangan segera dikerahkan untuk melaksanakan evakuasi," ucapnya.

 

Dalam misi penyelamatan ini, tim dilengkapi dengan berbagai perlengkapan seperti alat mountaineering, komunikasi, medis, evakuasi, serta kendaraan operasional dan peralatan pendukung lainnya.


Proses evakuasi ini tergolong kompleks dan melibatkan sinergi lintas instansi, termasuk BTNGR, TNI, Polri, BPBD, Bali Air, Unit SAR Lombok Timur, EMHC, Rinjani Squad, Damkar, relawan, porter, guide, serta unsur pendukung lainnya.

" Sesuai SOP, koordinasi dan respon cepat, target selamat dengan evakuasi medis udara (EMU) ke Rumah Sakit BIMC, serta dengan support dari Kantor SAR Denpasar," katanya.