Showing posts with label Mataram. Show all posts
Showing posts with label Mataram. Show all posts

Monday

MUSKOM HIMMAH NW KOMISARIAT UNW MATARAM, MOMENTUREFLEKSI ORGANISASI SELAIN PILIH KETUA 2026-2027




Mataram (harianbumigora.com) — Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan (HIMMAH NW) Komisariat Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram laksanakan Musyawarah Komisariat (MUSKOM) Tahun 2026 di aula Universitas Nahdltul Wathan (UNW) Mataram. (1/2/2026) 


Sebagai forum tertinggi di tingkat komisariat MUSKOM 2026 mengusung tema "Dari Gagasan Ke Aksi Re-generasi Kepemimpinan Himmah NW untuk Mewujudkan Komisariat yang Aktif, dan Kontributif".


Ketua Panitia MUSKOM Herman Azhari menegaskan bahwa tema ini telah melalui diskusi yang dinamis dan dianggap paling tepat untuk arah perjuangan komisariat saat ini.


"Perdebatannya cukup alot dan kita sepakat ini yang paling tepat saat ini." Ungkap Herman, panggilan akrabnya dalam laporan Ketua Panitia pada pembukaan acara MUSKOM.


Sementara,  Ketua Komisariat HIMMAH NW UNW Mataram, Zaedullah Anshori dalam sambutannya menegaskan bahwa MUSKOM bukan hanya ajang pemilihan ketua tapi juga sebagai sarana evaluasi organisasi, penguatan kaderisasi, serta momentum untuk memperbaiki dan melanjutkan estafet perjuangan HIMMAH NW di tataran komisariat. Karenanya, melalui kesempatan ini, pria yang akrab disapa Anshori ini juga mengajak segenap kader komisariat untuk menjadikan MUSKOM kali ini sebagai momentum refleksi guna mewujudkan masa depan organisasi yang lebih baik. 


"Dalam MUSKOM ini kita jangan hanya berpikir bagaimana memilih Ketua, tapi juga kita hendaknya merefleksi perjalanan organisasi satu tahun sebelumnya sebelum merancang agenda juang yang lebih baik di masa mendatang". tegas Anshori.


Anshori juga megajak peserta MUSKOM agar menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan mengedepankan kedewasaan dalam bersidang.


"Mari bersidang dengan penuh kedewasaan dan kita junjung tinggi nilai-nilai demokrasi." Ajaknya.


Selain itu, Zamron, M. Pd salah seorang pembina komisariat, yang juga Ketua komisariat Himmah NW UNW Mataram periode 2011-2012 berpesan; sebagai kader Nahdlatul Wathan harus selalu ingat dimana dalam Mars NW ditegaskan bahwa ketuhanan adalah sila yang utama sebelum melaksanakan nilai dalam sila keempat yaitu permusyawaratan perwakilan.


"Dalam Al-Qur'an kita diajarkan untuk berlapang-lapang dalam majelis, dan berhati lemah lembut serta saling memaapkan, karenanya apa pun hasilnya dan siapa pun yang terpilih hendaknya setelah itu tetap saling merangkul untuk berjuang bersama. Ungkap pria yang saat ini adalah seorang dosen di UNW Mataram. 


Acara dibuka oleh Ketua Pimpinan Cabang Himmah NW Kota Mataram, Muhammad Rizwandi. Dalam sambutannya, Juan - akrabnya- berharap MUSKOM kali ini menghasilkan pemimpin amanah, progresif, dan mampu membawa HIMMAH NW Komisariat UNW Mataram semakin maju serta berkontribusi positif bagi organisasi Nahdlatul Wathan khususnya dan masyarakat, agama, bangsa dan negara pada umumnya.


"Saya berharap Ketua komisariat terpilih membawa himpunan dalam real-real yang terus berkontribusi positif untuk organisasi khususnya dan untuk agama, masyarakat, bangsa dan negara." Tegasnya.


Terpilih dari hasil MUSKOM 2026 Herman Azhari sebagai Ketua Komisariat Himmah NW 2026-2027. Unggul dari dua kandidat lainnya yang dicalonkan sebagian peserta sidang MUSKOM yaitu Zaedullah Anshori (Ketua komisariat saat ini) dan Boy Darmawan.


Tuesday

FOMO dalam Berkomtar Di Media Sosial

 Oleh:

Mas Imam Hariadi

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UNW Mataram


Media sosial benar-benar mengubah cara orang berkomunikasi dan menyampaikan pendapat. Sekarang, kolom komentar jadi semacam “ruang publik ” baru. Siapa saja bisa ikut nimbrung, menilai, bahkan membentuk opini bareng- bareng. Tapi, dari situ juga muncul satu perilaku yang makin sering kelihatan: Fear of Missing Out, atau FOMO. Singkatnya, orang takut ketinggalan tren, isu, atau obrolan yang lagi ramai.


Gara-gara FOMO, banyak orang ikut-ikutan berkomentar walaupun sebenarnya belum paham betul isu yang dibahas. Biasanya, komentar yang muncul jadi impulsif dan emosional. Kalau dilihat dari sisi psikolinguistik, bahasa yang dipakai di komentar itu bisa nunjukin apa yang ada di pikiran si penutur—mulai dari tekanan sosial, sampai keinginan untuk diakui. Nah, opini ini mau mengupas gimana FOMO akhirnya memengaruhi cara orang berbahasa waktu mereka berkomentar di media sosial.


FOMO paling gampang dilihat waktu ada topik viral. Orang merasa harus ikut komentar supaya nggak kelihatan ketinggalan zaman, supaya eksis. Akibatnya, komentar sering cuma tempelan, reaktif, dan kadang asal-asalan tanpa mikir soal pilihan kata atau makna. Banyak juga yang sekadar meniru komentar yang sudah duluan viral—bahasa yang dipilih kadang ekstrem, provokatif, atau sengaja cari perhatian.


Kalau pakai kacamata psikolinguistik, jelas banget faktor psikologis ikut main di sini. Tekanan buat buru-buru komentar bikin orang jarang mikir panjang dulu, jadi pesan yang keluar sering nggak terstruktur dan gampang bikin salah paham. FOMO juga bikin orang lebih sering pakai bahasa yang emosional, bukan rasional. Yang penting respons cepat, soal makna belakangan.


Contohnya gampang dicari di kolom komentar berita viral. Banyak orang langsung nyalahin atau bela pihak tertentu cuma dari baca judul, nggak peduli isi beritanya apa. Komentar yang muncul biasanya mirip-mirip, jadi kayak gerombolan yang ngomongin hal sama tanpa banyak variasi. Ini jelas nunjukin FOMO nggak cuma soal keputusan buat berkomentar, tapi juga soal cara orang memilih bahasa.


Jelas, FOMO saat berkomentar bisa bikin diskusi di media sosial jadi turun kualitasnya. Bahasa yang seharusnya buat klarifikasi dan tukar pikiran malah berubah jadi alat pelampiasan emosi atau ajang cari eksistensi. Dari sudut pandang psikolinguistik, tekanan sosial kayak gini bikin proses berpikir dan merangkai kalimat jadi kacau—ujaran yang keluar lebih dikendalikan emosi daripada kesadaran makna.


Intinya, FOMO dalam berkomentar di media sosial itu erat banget kaitannya sama aspek psikologis dan linguistik pengguna. Dorongan takut ketinggalan bikin orang jadi impulsif dan nggak terlalu mikirin apakah kata-katanya tepat atau enggak. Dari kacamata psikolinguistik, tekanan sosial bener-bener punya pengaruh besar ke produksi bahasa. Jadi, penting banget buat ningkatin kesadaran berbahasa dan kemampuan berpikir kritis, supaya media sosial bisa jadi tempat diskusi yang lebih sehat dan bermakna.


Fakultas sastra universitas Nahdlatul Wathan Mataram gelar yudisium sarjana tahun akademik 2024/2025




Mataram (harianbumigora.com) — Fakultas Sastra Universitas Nahdlatul Wathan Mataram  resmi menggelar kegiatan Yudisium Tahun Akademik 2024/2025 pada Sabtu (08/11) bertempat di Aula UNW Mataram . Kegiatan ini menjadi momen penting bagi 18 peserta dari empat program studi, yakni sastra arab, sastra inggris, dan sastra indonesia,  yang telah menyelesaikan seluruh proses akademik mereka. (08/11/2025). 


Acara yudisium berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan. Para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sebagai simbol pengukuhan atas perjuangan panjang mereka selama menempuh pendidikan di Fakultas Sastra.


Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Sastra Universitas Universitas Nahdltaul Wathan Mataram , Dr. Kholid, M.Pd menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium dan apresiasi atas kerja keras mereka selama menempuh studi. Beliau berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar dan senantiasa mengembangkan diri agar dapat berkontribusi nyata di masyarakat.


“Jadilah sarjana yang bermanfaat bagi sesama. Perjalanan sebenarnya baru dimulai setelah ini. Tantangan di dunia kerja akan jauh lebih berat dan kompleks, maka siapkan diri dengan kompetensi, etika, dan semangat yang kuat,” ujar Dekan Fakultas Sastra dalam sambutannya.


Kholid juga menekankan pentingnya kemampuan adaptasi dan inovasi di era digital yang terus berkembang pesat, terutama bagi lulusan bidang teknik yang berperan penting dalam berbagai sektor pembangunan.


Melalui kegiatan ini, Kholid selalu Dekan Fakultas Sastra Universitas  Nahdlatul Wathan Mataram lebih jauh berharap agar para lulusan tidak hanya membawa ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga semangat untuk menjadi agen perubahan yang mampu memberikan solusi atas tantangan masyarakat dan dunia kerja di masa depan.



Saturday

UT Adakan Dialog Publik; APA: Kami menyambut Baik

Direktur UT Mataram berswafoto bersama pengurus APA NTB dan Kota Mataram


Mataram (Harianbumigora.com) -- Universitas Terbuka Nusa Tenggara Barat (UT NTB) setelah membuka program studi baru yaitu jurusan Kewirausahaan melakukan dialog publik sebagai wujud integrasi misi program studi baru ini dengan kebutuhan pertumbuhan ekonomi di NTB.  Dalam dialog tersebut, hadir sebagai undangan berbagai elemen masyarakat di dunia usaha, mulai dari pemerintah, mahasiswa, siswa, guru, praktisi wirausaha, termasuk di dalamnya pedagang kecil di NTB seperti APKLI dan Asosiasi Pedagang Asongan (APA) NTB. (13/09/2025).


Direktor UT NTB Heriyanto, SIP., MM dalam sesi wawancara dengan media ini menyampaikan komitmen UT untuk melakukan sinergitas dengan seluruh pihak yang terkait untuk kesuksesan pembangunan ekonomi NTB.


Sesi foto bersama perwakilan berbagai elemen masyarakat dunia usaha yang menghadiri cara


"Kita berkomitmen untuk bersinergi dengan semua pihak agar misi pembangunan di NTB pada sektor ekonomi khususnya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sehingga ke depan kita juga akan mengundang gubernur NTB pada acara yang sama untuk tujuan pendalaman." Ungkapnya.


Salah satu narasumber dalam dialog Publik tersebut yaitu Eka Wardani, SE., M.Si dari kantor dinas koperasi dan UMKM Kota Mataram mengutarakan pentingnya kehadiran kampus dalam meningkatkan daya saing UMKM terutama di era digital seperti sekarang ini.


"Peran kampus melakukan pembinaan dan itu penting agar para pelaku ekonomi terutama UMKM memiliki ilmu dan wawasan yang cukup untuk berkompetisi dengan para kompetitor di pasar terutama di dunia digital marketing." Tegasnya.


Sementara Ketua APA NTB yang diwakili oleh Ketua APA Kota Mataram Evi Aryani mengkonfirmasi kepada media ini bahwa memang benar mereka dilibatkan dalam dialog publik antara UT dengan masyarakat pelaku ekonomi NTB.


"Iya kami memang diundang di acara tersebut dan ke depan UT berkomitmen melakukan pembinaan kepada pedagang kecil. Dan kami sebagai pengurus pedagang kecil menyambut baik hal itu" Kata Evi.


Dialog publik dihadiri oleh 150 pesreta dari berbagai elemen yang merupakan perwakilan dari para pemangku kepentingan hubungannya dengan ekonomi di daerah NTB. Hadir juga perwakilan pusat Universitas Terbuka.

Wednesday

Asosiasi Pedagang Asongan Kota Mataram Resmi Di lantik

 


Harianbumigora.com - Asosiasi Pedagang Asongan ( APA ) NTB menggelar pelantikan dan pengukuhan pengurus Asosiasi Pedagang Asongan (APA) Kota Mataram di Ballroom Hotel Bidari Kota Mataram, Rabu, 16/07/2025.


Acara tersebut di hadari oleh Gubernur NTB yang wakili oleh Kepala Dinas Koperasi Dan UMKM, Kabid Pariwisata NTB, Perdagangan, Ketua DPRD Kota Mataram, Asisten I Wali Kota Mataram,Bank NTB Syariah, BPJS Provinsi NTB, Ketua APA NTB serta seluruh pengurus, anggota APA Kota Mataram.


Ketua APA NTB, Kamarudin mengatakan ucapan terima kasih kepada banyak pihak yang telah mensupport kegiatan ini.


" Terima kasih kami ucapkan kepada para pihak yang telah mensupport kegiatan ini, sehingga bisa berjalan lancar", ungkapnya.
Dirinya menambahkan Alhamdulillah kami sudah lantik 6 kabupaten kota yang ada NTB


" Kami sudah road show ke beberapa daerah dari Bima sampai KLU dan Alhamdulillah saat ini sudah melantik 6 Kabupaten/Kota yang ada di NTB" pungkasnya.


Lebih lanjut komen nama sapaannya menyampaikan bahwa Anggota APA Kota Mataram sudah ribuan.


" Di Kota Mataram kami punya anggota sejumlah 1.876 yang tersebar di setiap kecamatan yang ada di kota Mataram, oleh karena itu saya berharap di bawah kepemimpinan gubernur NTB miq Iqbal dan Bu Hj. Dinda pedagang asongan bisa mendunia" ucapnya.


Sementara itu,Asisten I Wali Kota Mataram, H.Lalu Martawang, SE.,M.Si mengatakan 
Mataram HARUM tidak akan bisa terwujud mana kala kita tidak bersatu.


" Kita harus bersatu untuk mewujudkan Kota Mataram yang Harum, Bersatu dengan UMKM lebih dengan APA Kota Mataram", ujarnya.


Menurut nya salah satu langkah strategis untuk membangkitkan ekonomi adalah UMKM harus aktf, pedagang kecil berkumpul dalam satu wadah dengan skala yang lebih besar.


" Saya berharap APA Kota Mataram bisa tetap berkoordinasi dan komunikasi serta mitra dengan beberapa dinas terkait seperti dinas perdagangan, industri, Bank NTB Syariah" katanya.


Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Jamaluddin Maladi, S.Sos., MT mewakili gubernur NTB mengatakan 6 kabupaten kota yang sudah di lantik ini sebagai pemantik bagi kabupaten yang lain.


" Kami berharap untuk yang sudah di Lantik sebagai pemantik untuk ekspansi APA di kabupaten kota yang lain" ucapnya.


Diri nya menambah kan Kami selalu memberikan ruang kepada APA NTB dalam setiap Event, tanpa ada nya APA atau UMKM agak sulit untuk kelancaran roda ekonomi.