Showing posts with label NTB. Show all posts
Showing posts with label NTB. Show all posts

Wednesday

Begini Penjelasan Gubernur Miq Iqbal Tak Melantik Kakaknya Jadi Inspektur Inspektorat NTB

 


Mataram (harianbunigora.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal tidak memilih kakak kandungnya, Baiq Nelly Kusumawati meski meraih nilai tertinggi dalam seleksi terbuka pengisian Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jabatan Inspektur Inspektorat NTB.

‎”Alhamdulillah kalau teman-teman tahu nilainya paling tinggi, beliau lama di Inspektorat,” kata Miq Iqbal usai melantik pejabat Eselon II lingkup Pemprov NTB pada Rabu, (17/09/2025).

‎Iqbal menjelaskan, ada banyak pertimbangan yang menjadi landasan untuk membuat keputusan tersebut, termasuk menghindari persepsi publik agar tidak menilai seleksi terbuka itu menjadi jalan politik kepentingan jika Baiq Nelly dipilih sebagai Inspektur Inspektorat NTB.


"Tapi ada banyak pertimbangan yang saya berikan, karena saya berdasarkan peraturan, saya diberikan kebebasan untuk salah satu di antara tiga besar,” ujarnya.

‎Meski tidak dipilih, Iqbal menilai kakaknya memahami keputusan tersebut. Ia berujar keikutsertaan Baiq Nelly dalam seleksi terbuka sudah cukup menjadi bentuk penghargaan terhadap proses yang objektif.

‎”Saya yakin kakak saya udah paham pertimbangan saya dan beliau juga sudah cukup senang mengikuti proses seleksi yang objektif,” tegasnya.

‎Diketahui, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, melantik 8 pejabat eselon II lingkup Pemprov NTB pada Rabu, 17 September 2025 di Pendopo Tengah Gubernur NTB. Delapan eseleon II yang dilantik enam di antaranya telah mengikuti seleksi terbuka.

‎Usai pelantikan, Iqbal menegaskan bahwa pejabat yang menduduki jabatan strategis tersebut merupakan figur-figur terbaik hasil seleksi terbuka yang digelar secara transparan pada Agustus lalu.

‎”Sebagian besar yang dilantik ini baru saya kenal setelah mereka masuk tiga besar, jadi alhamdulillah ini adalah yang terbaik yang kita persembahkan untuk masyarakat NTB,” ujarnya kepada Wartawan usai pelantikan pada Rabu, (17/9/2025).

‎Ia menekankan, terpilihnya enam kepala OPD yang mengikuti seleksi terbuka itu menjadi bukti bahwa pemerintahannya konsisten dalam menjunjung prinsip meritokrasi. Proses seleksi kata dia dilakukan sepenuhnya secara objektif, tanpa ada ruang untuk intervensi dari pihak manapun.


‎”Insyaallah, teman-teman bisa tanyakan ke mereka yang masuk dalam tiga besar maupun yang akhirnya dilantik, bahwa prosesnya sepenuhnya sangat objektif,” tegasnya.

‎Meski demikian, Iqbal mengakui bahwa jumlah peserta perempuan dalam seleksi masih sangat terbatas. Menurutnya, hal ini menjadi catatan penting agar ke depan lebih banyak perempuan yang berani berkompetisi dan menempati posisi penting di lingkup pemerintahan.

‎”Memang tidak banyak ikut yang perempuan, jadi itu juga sebabnya kita dorong teman-teman yang perempuan untuk ikut,” katanya.

‎Adapun pejabat yang dilantik dalam kesempatan tersebut adalah Budi Herman sebagai Inspektur Inspektorat NTB, Irnadi Kusuma sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Samsudin sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ervan Anwar sebagai Kepala Dinas Perhubungan, Marga Sukifli Rayes sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah NTB, serta Hubaidi sebagai Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah NTB.

‎Selanjutnya beberapa pejabat lain mengalami pergeseran. Di antaranya, Muhammad Taufieq Hidayat, semula menjabat Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB, menjadi Kepala Biro Organisasi Setda NTB.

‎Najamuddin Amy yang semula Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman kini menjadi Kepala Biro Perekonomian Setda NTB. Selanjutnya, Dadang Fajar dari Kepala Bagian Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah kini menjadi Sekretaris Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu menggantikan posisi Wahyu Hidayat yang duduk sebagai Kepala Bagian Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah.

Saturday

UT Adakan Dialog Publik; APA: Kami menyambut Baik

Direktur UT Mataram berswafoto bersama pengurus APA NTB dan Kota Mataram


Mataram (Harianbumigora.com) -- Universitas Terbuka Nusa Tenggara Barat (UT NTB) setelah membuka program studi baru yaitu jurusan Kewirausahaan melakukan dialog publik sebagai wujud integrasi misi program studi baru ini dengan kebutuhan pertumbuhan ekonomi di NTB.  Dalam dialog tersebut, hadir sebagai undangan berbagai elemen masyarakat di dunia usaha, mulai dari pemerintah, mahasiswa, siswa, guru, praktisi wirausaha, termasuk di dalamnya pedagang kecil di NTB seperti APKLI dan Asosiasi Pedagang Asongan (APA) NTB. (13/09/2025).


Direktor UT NTB Heriyanto, SIP., MM dalam sesi wawancara dengan media ini menyampaikan komitmen UT untuk melakukan sinergitas dengan seluruh pihak yang terkait untuk kesuksesan pembangunan ekonomi NTB.


Sesi foto bersama perwakilan berbagai elemen masyarakat dunia usaha yang menghadiri cara


"Kita berkomitmen untuk bersinergi dengan semua pihak agar misi pembangunan di NTB pada sektor ekonomi khususnya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sehingga ke depan kita juga akan mengundang gubernur NTB pada acara yang sama untuk tujuan pendalaman." Ungkapnya.


Salah satu narasumber dalam dialog Publik tersebut yaitu Eka Wardani, SE., M.Si dari kantor dinas koperasi dan UMKM Kota Mataram mengutarakan pentingnya kehadiran kampus dalam meningkatkan daya saing UMKM terutama di era digital seperti sekarang ini.


"Peran kampus melakukan pembinaan dan itu penting agar para pelaku ekonomi terutama UMKM memiliki ilmu dan wawasan yang cukup untuk berkompetisi dengan para kompetitor di pasar terutama di dunia digital marketing." Tegasnya.


Sementara Ketua APA NTB yang diwakili oleh Ketua APA Kota Mataram Evi Aryani mengkonfirmasi kepada media ini bahwa memang benar mereka dilibatkan dalam dialog publik antara UT dengan masyarakat pelaku ekonomi NTB.


"Iya kami memang diundang di acara tersebut dan ke depan UT berkomitmen melakukan pembinaan kepada pedagang kecil. Dan kami sebagai pengurus pedagang kecil menyambut baik hal itu" Kata Evi.


Dialog publik dihadiri oleh 150 pesreta dari berbagai elemen yang merupakan perwakilan dari para pemangku kepentingan hubungannya dengan ekonomi di daerah NTB. Hadir juga perwakilan pusat Universitas Terbuka.

Thursday

Sambut Ribuan Mahasiswa Baru, UNW Mataram Gelar PKKMB Bertajuk: "Menulis Sejarah Baru"

Sivitas akademika UNW Mataram saat berfoto bersama peserta PKKMB.


Mataram (harianbumigora.com) -- Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram secara resmi memulai kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2025/2026 melalui acara pembukaan yang di selenggarakan di halaman kampus UNW Mataram pada Rabu (10/9/2025). Kegiatan tersebut diagendakan selama tiga hari dan berakhir pada Jumat 12 September 2025 yang bertemakan “Aksara Muda UNW Mataram: Menulis Sejarah Baru.”


Hadir dalam acara Ketua Senat UNW Mataram, TGH. Lalu Gede M. Ali Wirasakti Amir Murni, Lc., MA., Rektor UNW Mataram H. Lalu Gede Muhammad Syamsul Mujahidin, SE., M. Pd., beserta jajaran pimpinan dan dosen di lingkup UNW Mataram. Turut di undang sebagai pengisi materi Perwakilan Datasemen Khusus (Densus) 88 serta para perwakilan undangan dari Polda NTB, OMBUDSMAN NTB, dan beberapa unsur pemerintah daerah provinsi NTB termasuk perwakilan gubernur NTB.


Dalam sambutannya Rektor UNW Mataram, H. Lalu Gede Muhammad Syamsul Mujahidin, SE. M.Pd menyampaikan bahwa mahasiswa baru adalah generasi penerus yang akan memulai langkahnya dan akan menyiapkan diri melalui UNW Mataram dengan bekal ilmu, akhlak, iman, dan takwa dalam rangka meneruskan perjuangan para pendahulu mewujudkan cita-cita kemerdekaan yaitu menjaga tumpah darah bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa, termasuk ikut melaksanakan ketertiban dunia.


“Kalian adalah aksara-aksara muda yang akan mengukir makna lewat ilmu, akhlak, iman dan takwa untuk pengabdian. Di kampus ini, kalian ditempa menjadi insan berilmu, berjuang, dan bertakwa - tiga pilar utama perjuangan Nahdlatul Wathan - untuk Ummat, negara dan bangsa.” tegasnya.


Rektor juga mengutip pesan pendiri Nahdlatul Wathan sekaligus pendiri UNW Mataram yang merupakan pahlawan nasional asal Nusa Tenggara Barat Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, tentang betapa menuntut ilmu itu penting, sebagaimana adalah penting untuk menghormati guru, serta menjaga gelar akademik -  mengamalkan ilmu -  agar manfaat bagi  agama maupun masyarakat. Amanat dari pendiri ini tegas Rektor, hendaknya menjadi pengingat agar mahasiswa selaku harapan bangsa tidak sekedar mengejar gelar duniawi untuk diri sendiri, tetapi juga menanamkan ke dirinya nilai-nilai moral maupun spiritual sehingga mampu memberi dampak positif bagi orang lain.


"Kalian adalah harapan masa depan negeri ini." Tegasnya.


Rektor juga mengingatkan bahwa tugas mahasiswa bukan sekadar hadir di kelas dan mengerjakan tugas, melainkan dituntut untuk berpikir kritis, bertanggung jawab, serta membangun jiwa religius, nasionalis, dan humanis agar nantinya mampu mengimplementasikan ilmu yang di dapatnya di tengah-tengah masyarakat.


“UNW Mataram tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga pejuang intelektual yang cinta agama, cinta tanah air, dan cinta kemanusiaan,” ujarnya.


Di akhir sambutan, Rektor berpesan agar mahasiswa memanfaatkan masa kuliah dengan sebaik-baiknya dengan cara mengoptimalkan daya kreativitas dan inovasi, serta tidak henti-hentinya melakukan proses transformasi diri kalau ingin mimpi dan cita-citanya tercapai.


“Jangan takut gagal, jangan takut mencoba. Sebab setiap tokoh besar dalam sejarah pernah menjadi aksara muda yang belajar dari jatuh bangun dan perjuangan tanpa henti.” pesannya.


Sementara itu, Densus 88 Polda NTB selaku Nara sumber pengisi materi wawasan kebangsaan memesankan supaya para mahasiswa jangan sampai menjadi korban dari disrupsi digital dan arus globalisasi yang berpotensi mengikis kepekaan sosial, toleransi dan kecintaan terhadap sesama anak bangsa sebagai penyebab terjadinya perpecahan, intoleransi bahkan tindakan terorisme, dengan cara memperdalam wawasan dan pengetahuan mengenai nilai-nilai agama dan kebangsaan dalam berproses di UNW Mataram.


"Kami percaya UNW Mataram sebagai kampus yang pendirinya adalah pahlawan nasional mampu menjaga adek-adek dari paham-pahan terorisme yang menimbulkan sikap intoleransi dan perpecahan sesama anak bangsa. Di kampus ini perdalamlah pemahaman agama dan kebangsaan agar kecintaan kepada sesama Ummat dan anak bangsa tidak terkikis." Pesannya. 


Sebagai informasi tambahan, pada tahun akademik 2025/2026 ini,  mahasiswa baru yang mendaftar di UNW Mataram berjumlah 3.525 orang.


Monday

Teror Penembakan Oleh Sniper Beredar Pasca Demo 30 Agustus 2025; Masyarakat NTB Dihimbau Tetap Tenang

Abdul Mukmin Rifai Yasin, M.Si.; Sekjen Pimpinan Pusat HIMMAH NW

Mataram (harianbumigora.com) -- Pasca aksi demo 30 Agustus 2025 di kantor DPRD NTB yang mengakibatkan kantor wakil rakyat NTB ini terbakar, beredar isu-isu negatif yang meneror masyarakat. Isu-isu tersebut membawa-bawa nama aparat kepolisian dimana dikatakan bahwa ada sniper bersembunyi di titik-titik tertentu untuk membidik pihak-pihak yang menjadi targetnya. Akibat isu ini kepanikan terjadi di beberapa tempat di wilayah NTB.



Zaenal Mukhlis, salah seorang tokoh muda Desa Sengkerang Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah menyampaikan suasana kekhawatiran di tengah-tengah masyarakat. Pasalnya informasi ini menurutnya menyebar lewat berbagai What's App Grup dan langsung sampai kepada masyarakat bawah.


"Sampai masyarakat takut melepas anaknya untuk ke sekolah, karena masyarakat mendapat kiriman di What's App grup yang menyatakan adanya sniper di titik-titik tertentu untuk menembak orang yang ditargetkannya. " Ungkap Zaenal Mukhlis. (01/09/2025)


Pria yang akrab dipanggil Zen, ini juga menyampaikan bahwa keresahan masyarakat sudah cukup mengkhawatirkan.


"Masyarakat dicekam ketakutan karena isu ini dan saya hawatir masyarakat menganggap benar isu jahat seperti ini. Ditakutkan jangan sampai informasi ini ditelan mentah-mentah oleh masyarakat yang bisa memicu ketidakpercayaan kepada pemerintah." Ujarnya.


Zaenal Mukhlis melanjutkan kekhawatiran dirinya jangan sampai masyarakat menganggap bahwa presiden prabowo itu tega melakukan pembunuhan warganya sendiri.


"Masyarakat mengatakan bahwa Prabowo kejam kalau melakukan pembunuhan kepada rakyatnya sendiri." Lanjut Zen.


Menutup pernyataannya dalam sesi wawancara, Zen berharap seluruh tokoh, baik pihak pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda turun tangan bergotong royong menenangkan masyarakat agar tidak termakan isu-isu hoaks seperti ini. 


Di lain pihak, Sekretaris Jendral Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan (Himmah NW) Abdul Mukmin Rifai Yasin, M.Si mengungkapkan bahwa penyebaran isu-isu seperti ini adalah upaya provokasi jahat dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menghendaki suasana chaos di tengah-tengah masyarakat demi kepentingan pribadi.


"Ini sudah merupakan provokasi jahat untuk mengadu domba masyarakat dengan pemerintah. Ada oknum-oknum penghianat bangsa yang tidak menghendaki pembangunan dibawah pemerintahan Bapak Prabowo Subianto berjalan sebagaimana mestinya. Oknum-oknum ini menghendaki susana gaduh dan negara lumpuh." Paparnya.


Dilain pihak Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) dalam edarannya tertanggal 30 Agustus 2025 mengajak masyarakat untuk bersabar dan menahan diri serta memperbanyak do'a untuk negara dan bangsa Indonesia sebagai bentuk ikhtiar positif dalam menyikapi suasana yang sedang dihadapi saat ini.


Sementara itu, dalam edaran resmi Gubernur NTB yang juga tertanggal 30 Agustus 2025, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal selaku gubernur menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik karena pemerintah akan melakukan upaya terbaik untuk menjaga agar suasana tetap damai di NTB. Selain itu, Gubernur Iqbal juga menghimbau kepada pihak sekolah supaya tetap membuka sekolah seperti biasa untuk melaksanakan proses belajar-mengajar dan melakukan acara imtak untuk menyampaikan pesan-pesan kesejukan dan kedamaian kepada para siswanya.

Saturday

IBADAH KOLEKTIF SEMUA AGAMA MENJAGA IBU PERTIWI (Saparwadi, S. Pd., Aktivis 98 & Senior Himmah NW)

Saparwadi, S. Pd; Aktivis '98 dan Senior HIMMAH NW


Hari ini saya sedih melihat kondisi negara dan bangsa Indonesia sepekan terakhir, hingga di atas motor saya menitikkan air mata. 


Dalam kesedihan dan kebingungan itu, saya bertemu dengan salah seorang senior yang juga aktivis pergerakan '98, Saparwadi, S. Pd. 


Pria yang akrab disapa Wadik ini, dulunya adalah seorang mahasiswa yang kritis dan aktif menjadi penyambung lidah rakyat, meminjam istilah Bung Karno.  


Dalam karirnya sebagai seorang organisatoris, di samping aktif sebagai pimpinan di organisasi intra kampus seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IKIP Mataram_sekarang UNDIKMA, ia juga tergabung diberbagai Organisasi Kepemudaan (OKP). 


OKP yang pernah digelutinya antara lain, Forum Komunikasi Mahasiswa Mataram (FKMM) yang sekarang menjadi Front Mahasiswa Nasional (FMN). OKP lain dimana dia juga berhimpun  adalah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Di Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII), ia juga tergabung sebagai kader kuning, istilah panggung PMII di dunia pergerakan. Daurah Marhalah (DM) yang merupakan program kaderisasi di Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) juga kerap diikutinya. 


Menjalani karir sebagai aktivis, sosok pemberani ini juga pernah menduduki berbagai jabatan penting seperti Wakil Ketua di Komite Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) baik di tingkat kota maupun provinsi. 


Setelah melanglang buana di berbagai ruang dan dunia pergerakan mahasiswa, tokoh aktivis pergerakan NTB ini memilih Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan (HIMMAH NW) sebagai pelabuhan terakhir. 


Berbekal konsistensi pemikiran kritis yang dia punya, para pemegang kebijakan di NTB seperti Bupati, Wali Kota dan Gubernur seringkali mengundangnya secara khusus untuk dimintai pendapat dan masukan mengenai tata kelola pemerintahan yang berpihak kepada rakyat. 


Kembali pada momen perjumpaan saya dengannya hari ini (30 Agustus 2025), kami pun menyempatkan menyeruput kopi bersama sambil mengenang indahnya dunia pergerakan mahasiswa. 


Kami juga membahas perkembangan dunia aktivis dan situasi bernegara dua minggu terakhir yang sepertinya sudah kehilangan kendali. 


Diskusi mengalir membahas kondisi bangsa hari ini. Di tengah-tengah diskusi, sosok yang selalu lupa dengan waktu ketika berbincang soal negara dan kerakyatan ini, menggoreskan secercah tulisan untuk dipersembahkan kepada para aktivis muda hari ini. 


Dia pun berujar, "Zamroni boleh memuat tulisan ini agar menjadi pelajaran bagi adek-adek aktivis supaya memahami esensi nilai juang membela dan menjaga ibu pertiwi." 30/8/2025.


Berikut saya naikkan tulisannya sebagai bahan renungan bersama:


Oleh Saparwadi, S. Pd


Indonesia bukan tanah tanpa luka, bukan pula negeri tanpa cela. Namun di atas segala kekurangannya, inilah rumah kita. Tempat darah dan air mata para pendahulu menyatu demi tegaknya Merah Putih. Di rumah besar bernama Indonesia, kita tumbuh dalam beragam suku, bahasa, agama, dan keyakinan. Maka menjaganya adalah ibadah kolektif, bukan tugas satu kaum atau golongan, melainkan amanah seluruh anak bangsa.


Di tengah gaduh benturan kepentingan dan riuh silang pendapat, mari kita bertanya pada hati: apakah kita sedang membangun rumah kita, atau diam-diam membakarnya sendiri?


Ataukah kekesalan atas berbagai kebijakan yang terasa tidak berpihak kepada rakyat, mulai dari pembebasan para koruptor, ocehan para oknum legislator dan hinaan kepada guru adalah pemicu ketidakstabilan kehidupan berbangsa dan bernegara hari ini. 


Di sisi lain, sulitnya ekonomi, tingginya angka pajak dan melambungkan gaji DPR terasa tidak masuk akal. 


Dalam Islam, menjaga persaudaraan dan kedamaian.


"Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, ia tidak menzaliminya dan tidak menyerahkannya pada kezaliman." Bahkan kepada sesama manusia yang berbeda iman, Islam mengajarkan adab mulia: “Dan janganlah kamu mencela Maka tidak ada ruang bagi kebencian, apalagi kekerasan.


Dalam Kristen, kasih adalah jantung keimanan. “Barang siapa tidak

 mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” Mencintai negeri dan sesama, adalah jalan menuju Tuhan.

Dalam Hindu, ajaran Dharma menuntun umat hidup dalam harmoni dan mengusir kebencian, demi keseimbangan jagat.


Dalam Buddha, kedamaian batin dan welas asih adalah jalan menuju kebijaksanaan yang sejati.


Dalam Konghucu, nilai Li dan Ren, tata krama dan kasih sayang adalah fondasi kehidupan bersama yang tertib dan penuh hormat.


Wahai para pemuda dan mahasiswa, engkaulah penjaga tapal batas zaman. Jangan biarkan amarah memadamkan cahaya akal dan nurani. Lawanlah ketidakadilan dengan kebijaksanaan, bukan dengan amuk dan kehancuran.


Mari kita rawat Indonesia, bukan dengan saling menyalahkan, tapi saling menguatkan. Karena bila negeri ini roboh, reruntuhannya akan menimpa kita semua.


Menjaga Indonesia adalah ibadah. Maka mari kita mulai, dari hati yang jernih dan dari diri sendiri. #Indonesia #DPR

Tuesday

Ikuti Parade Budaya NTB pada HUT 80 RI; SATPOL PP & Pedagang Asongan Kompak Satu Barisan



Mataram (Harianbumigora.com--Berpartisipasi dalam acara Parade Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam rangka memeriahkan HUT RI Ke-80, Satuan Polisi Pamong Praja (SAT POL PP) NTB gandeng Asosiasi Pedagang Asongan (APA) NTB satu grup dalam barisan pawai alegoris yang digelar di kota Mataram. (19/8/2025) 


Dalam kesempatan ini ketua SAT POL PP Provinsi NTB Dr. H. Fathul Gani, M. Si menyampaikan bahwa polisi Pamong Praja bukan musuh pedagang melainkan saudara dalam menciptakan ketertiban dan perekonomian daerah. 


"POL PP dan pedagang asongan bukan musuh tapi saudara seperjuangan untuk ketertiban dan perekonomian NTB." Ungkapnya


Selain itu, ketua APA NTB juga menekankan pentingnya saling memahami peran dan tanggung jawab masing-masing antara POL PP dan pedagang asongan dalam mewujudkan ketertiban dan kemakmuran di NTB. 


"Harus saling memahami, semua mempunyai tujuan yang sama untuk NTB makmur mendunia" Tegas Kamarudin.


Sementara itu, ketua APA kota Mataram Evi Ariyani, sebagai salah satu perwakilan asongan kabupaten/kota se-NTB menyampaikan kegembiraannya bisa bergandengan dengan SAT POL PP. 


"Kami senang bisa satu barisan dengan SAT POL PP." ujarnya. 


Kegembiraan tersebut bukan tampa alasan. Menurut wanita berkaca mata ini, jika selama ini POL PP dikesankan tukang membubarkan dagangan pedagang kecil maka lewat momentum ini pedagang asongan saling memahami. 


"Selama ini ada kesalahpahaman POL PP suka membubarkan pedagang, tapi sebenarnya tidak seperti itu." tukas Evi.




Berpartisipasi dalam agenda ini berbagai elemen masyarakat, mulai dari unsur pemerintah dan ASN, Kepolisian, TNI, Dosen, Guru, mahsiswa, siswa, organisasi kemasyarakatan, pelaku seni dan budaya. 


Evaluasi Siskeudes di Sumbawa Barat, Bank NTB Syariah Tekankan Literasi Keuangan Syariah

 



Mataram (Harianbumigora.com) – Dalam rangka memperkuat tata kelola keuangan desa dan mendukung digitalisasi sistem pemerintahan, Bank NTB Syariah mengadakan kegiatan Evaluasi Penggunaan Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) yang diikuti oleh pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, bertempat di Kantor Pusat Bank NTB Syariah.


Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Bank NTB Syariah dalam mendukung pengelolaan keuangan desa yang transparan, akuntabel, dan terintegrasi melalui pemanfaatan sistem digital.


Dalam kegiatan ini, turut hadir perwakilan dari pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat yang sekaligus menjadi narasumber kegiatan yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Diskominfo, Bappenda, dan Inspektorat. Turut hadir juga perwakilan dari DPMD, dan Dukcapil Provinsi NTB dan Perwakilan Dirjen Perbendaharaan Kanwil NTB.


Plt. Direktur Utama Bank NTB Syariah, Zainal Abidin Wahyu Nugroho, menyampaikan bahwa Siskeudes merupakan salah satu upaya kolaboratif antara Bank NTB Syariah dan pemerintah daerah dalam mendorong percepatan transformasi digital di sektor pengelolaan keuangan desa.


“Kami tidak hanya menyediakan solusi perbankan, tetapi juga mendorong edukasi dan pendampingan berkelanjutan bagi pemerintah desa,” ujarnya.


Sebagai bentuk apresiasi terhadap desa-desa yang telah menunjukkan kinerja unggul dalam penggunaan aplikasi Siskeudes dan integrasi layanan perbankan syariah, Bank NTB Syariah memberikan reward kepada 5 pemerintah desa terbaik, yaitu:


1. Desa Mantun

2. Desa Tepas Sepakat

3. Desa Tepas

4. Desa Kalimantong

5. Desa Tamekan


Kelima desa tersebut dinilai aktif dan konsisten dalam penggunaan Siskeudes yang terintegrasi dengan layanan transaksi melalui Bank NTB Syariah.


Kegiatan evaluasi ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara Bank NTB Syariah dan pemerintah daerah dalam mendukung visi pembangunan desa berbasis digital dan syariah.


Bank NTB Syariah berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah strategis dalam membangun desa-desa yang maju, mandiri, dan transparan, serta memperluas literasi keuangan syariah di kalangan aparatur desa dan masyarakat

GERAK - NTB Minta APH Usut Tuntas Dugaan Mark Up Dana BOS di SMAN 9 Mataram

‎‎


Mataram (Harianbumigora.com) - Dugaan penyelewengan dana bantuan operasional sekolah (BOS) SMAN 9 Mataram yang ditangani oleh Polres Mataram sampai saat ini belum ada titik terang. ‎ ‎

Dugaan mark up Dana BOS SMAN 9 Mataram tahun 2021-2022 dengan total anggaran Rp 2 miliar dengan rincian Rp 1 miliar per tahun menjadi sorotan publik karena tidak ada tindak lanjut dari APH untuk mengusut tuntas kasus tersebut. ‎

‎Beberapa indikasi pekerjaan yang di-mark up seperti proyek pembuatan taman, pemasangan paving block, dan pembangunan tembok juga pengadaan masker. ‎ ‎

Gerakan Rakyat Anti Korupsi ( Gerak - NTB) mengatensi kasus dugaan Mark up penggunaan dana BOS di SMAN 9 Mataram.

 ‎ ‎
Koordinator GERAK NTB Rusman Khair menyampaikan bahwa kasus dugaan Mark up  penggunaan dana BOS di SMAN 9 Mataram harus diusut tuntas, karena sampai sekarang kasus ini masih belum ada status yang jelas. ‎ 

"‎Kami yakin kasus di SMAN 9 Mataram menjadi pintu masuk untuk mendalami penggunaan dana BOS di sekolah-sekolah yang lain" Ungkap Ryanan Khair Koordinator GERAK-NTB (4/8/2025). ‎ ‎

Rusman menekankan bahwa dukungan atas APH untuk membongkar kasus-kasus korupsi di NTB adalah satu hal yang prinsip. 

"Coba kita lihat, setiap tahun sekolah mengelola anggaran dana BOS yang sangat besar, dan itu hamper luput dari pengawasan APH. ‎ ‎Prinsipnya, kami dari GERAK NTB mendukung APH untuk membuka semua kasus korupsi yang ada. Ini sesuai dengan Nawa Cita Presiden RI Bapak Prabowo Subianto" tutup Rusman. 

Demi Tangkal Bahaya Judi Online dan Pinjol Ilegal, JMSI NTB Kolaborasi dengan Bank NTB Syariah, PT Amman, dan Dikbud NTB Gelar Edukasi Digital

  



Mataram, Harianbumigora.com - Dalam upaya melindungi generasi muda dari bahaya judi online (judol) dan pinjaman online ilegal (pinjol), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Nusa Tenggara Barat (NTB) bekerja sama dengan Bank NTB Syariah, PT Amman Mineral Nusa Tenggara, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB menyelenggarakan kegiatan edukasi digital bertema "Generasi Muda Melawan Judol dan Pinjol Ilegal", Kamis, 17 Juli 2025 di Aula Handayani Kantor Dikbud NTB.


Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital dan anti-financial crime (anti-fincrime) yang menyasar pelajar SMA/SMK dan mahasiswa di Kota Mataram dan Lombok Barat. Sekitar 80 peserta hadir dengan antusias mengikuti diskusi interaktif yang dipandu moderator Sukri Aruman.


Sejumlah narasumber dihadirkan untuk memberikan perspektif komprehensif, di antaranya:


Melisa Indri Hartanti – Perwakilan OJK NTB

M. Arief Sanjani – Bank NTB Syariah

Ipda I Putu Agus Andre, S.H. – Kanit 2 Subdit 5 Tindak Pidana Siber Ditreskrimsus Polda NTB


Para narasumber menjelaskan modus-modus baru praktik judol dan pinjol ilegal yang menyasar anak muda melalui platform digital, serta memberikan edukasi mengenai pentingnya literasi keuangan dan ketahanan digital sejak dini.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, H. Abdul Aziz, menyampaikan keprihatinannya terhadap makin maraknya kasus pelajar dan mahasiswa yang terjerat praktik ekonomi digital ilegal.


"Literasi keuangan harus dimulai sejak dini. Kita harus bekali anak-anak kita agar tidak mudah tergiur dengan janji kekayaan instan dari praktik ilegal seperti judol dan pinjol,” tegasnya.


Ia menekankan bahwa pendidikan modern tidak boleh hanya menitikberatkan pada aspek akademik semata, melainkan juga harus mencakup kecakapan hidup, pengelolaan keuangan pribadi, dan kemampuan membedakan informasi kredibel di era digital.


Sementara itu, Ketua Umum JMSI Pusat, Rudi Hidayat, turut hadir dan menyampaikan pentingnya peran media siber dalam menjaga ruang digital tetap sehat dan edukatif.


"Kegiatan ini adalah bentuk nyata komitmen JMSI sebagai organisasi media dalam melindungi generasi muda dari bahaya jerat judol dan pinjol. Edukasi publik harus terus digencarkan dan media harus berada di garis depan,” ujarnya.


Ia menyoroti bahwa informasi di media sosial dan internet sangat cepat diserap generasi muda, sehingga media harus menjadi penyaring informasi sekaligus agen perubahan dalam gerakan literasi digital nasional.


Kegiatan ini menjadi contoh sinergi nyata antara dunia pendidikan, perbankan, kepolisian, dan media dalam mendorong lahirnya generasi muda yang melek digital dan tangguh menghadapi ancaman ekonomi digital ilegal.


“Kerja sama antara dunia pendidikan, media, dan masyarakat sipil sangat dibutuhkan dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya literasi digital dan keuangan,” pungkas Rudi.


Melalui kegiatan ini, JMSI NTB terus membuktikan komitmennya untuk menghadirkan program-program edukatif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan menjawab tantangan zaman di era digital.


Sunday

Jalur Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Sementara, Menko Polkam: Keselamatan Pendaki adalah Prioritas

 




Mataram, HarianBumiGora.com – Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) secara resmi menutup sementara seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Keputusan ini diumumkan oleh Menko Polkam Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan, menyusul rentetan insiden kecelakaan yang menimpa pendaki dalam beberapa pekan terakhir.


Penutupan disampaikan langsung oleh Menko Polkam usai rapat koordinasi bersama Basarnas, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), TNI, Polri, Pemerintah Provinsi NTB, Dinas Pariwisata, dan pemangku kepentingan lainnya di Jakarta, Jumat (18/7/2025).


“Sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk melindungi keselamatan pendaki dan memastikan standar keamanan yang lebih baik, kami sepakat bahwa jalur pendakian Gunung Rinjani ditutup sementara secara total hingga pemberitahuan lebih lanjut,” ujar Menko Budi Gunawan.


Selama masa penutupan, pemerintah akan melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) pendakian dan prosedur evakuasi darurat, termasuk pembenahan fasilitas keselamatan dan sarana darurat di sepanjang jalur pendakian.


Sebelum jalur pendakian dibuka kembali, akan dilakukan verifikasi kelayakan oleh Basarnas, TNI, Polri, serta Tim Mountaineering Indonesia. Pembukaan jalur hanya akan dilakukan jika seluruh pihak menyatakan jalur aman dan layak digunakan.


Menko Polkam juga mengimbau masyarakat serta wisatawan untuk mematuhi keputusan ini demi keselamatan bersama. Ia turut mengapresiasi kinerja lintas instansi dalam meningkatkan tata kelola dan mitigasi risiko di kawasan Rinjani.


“Keselamatan jiwa pendaki adalah prioritas. Jalur hanya dibuka kembali jika seluruh standar keamanan telah terpenuhi melalui koordinasi lintas instansi,” tegas Budi Gunawan.


Penutupan ini merespons dua insiden kecelakaan yang menimpa pendaki asing. Pada Rabu (16/7), seorang pendaki asal Swiss, Benedikt Emmenegger, terjatuh saat menuruni jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak. Sehari kemudian, Kamis (17/7), pendaki asal Belanda, Sarah Tamar Van Hulten, juga mengalami kecelakaan di lokasi yang sama. Kedua pendaki berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.


Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Balai Taman Nasional Gunung Rinjani atau Posko Basarnas setempat.



---


Redaksi: Harian Bumi Gora

Editor: [Zamroni]

Sumber: Kemenko Polkam RI – Siaran Pers No. 209/SP/HM.01.02/POLKAM/7/2025



Saturday

Kemah Budaya Warnai Festival Lakey, Pramuka Se-NTB Tunjukkan Semangat Persaudaraan



Dalam rangka memeriahkan Festival Lakey dan mempererat tali persaudaraan antar kader Pramuka, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Dompu menggelar Kemah Budaya Se-Nusa Tenggara Barat di Bumi Perkemahan Lakey, Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u.


Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Juli 2025 ini secara resmi dibuka oleh Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE, pada Jumat (18/07/25). Sebanyak 520 peserta dari kalangan Penegak dan Pembina Pramuka dari 10 kabupaten/kota se-NTB turut ambil bagian.


Dalam sambutannya, Bupati Bambang Firdaus menegaskan bahwa perjuangan para pahlawan bangsa merupakan sesuatu yang sangat besar. Namun, menurutnya, perjuangan itu akan menjadi sia-sia jika tidak dilanjutkan dengan semangat membangun di berbagai bidang.


“Melanjutkan pembangunan, haruslah diisi oleh anak-anak muda yang energik, cerdas, kuat dan bermental ksatria. Saya yakin dan percaya semua itu ada pada anak-anakku yang berdiri di depan saya—kader Pramuka yang telah diuji dalam berbagai situasi dan kondisi,” ungkapnya penuh semangat.


Ia menekankan bahwa perkemahan budaya dalam momentum Festival Lakey ini bukan sekadar kegiatan berkumpul dan mendirikan tenda, tetapi lebih dari itu: menjadi ruang pembentukan jati diri serta latihan sikap dan mental dalam menatap masa depan yang lebih baik.


Bupati Bambang juga menyampaikan bahwa Visi Kabupaten Dompu salah satunya adalah "Berbudaya". Oleh karena itu, dalam rangkaian festival ini, akan dilangsungkan pula ritual budaya tari “Ou Balumba”.


“Tari ini bukan hanya untuk memeriahkan festival atau memecahkan rekor MURI, tetapi sebagai upaya mengenalkan kepada generasi muda, masyarakat Indonesia, bahkan dunia, bahwa Dompu punya budaya dan ciri khas yang perlu dijaga serta diwariskan,” tegasnya.


Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran Forkopimda dan Pemkab Dompu, antara lain Dandim 1614/Dompu, Sekda, Staf Ahli, Asisten, para pimpinan perangkat daerah, Ketua TP-PKK Kabupaten Dompu, unsur Muspika Kecamatan Hu’u, serta insan pers dari berbagai media cetak dan elektronik.

Thursday

Ketum PERGATSI Beri Dukungan Penuh Pada FORNAS VIII 2025 di Nusa Tenggara Barat


Ketua Umum Pengurus Besar Gateball Seluruh Indonesia (PB PERGATSI), Diana Kusumastuti bersama jajaran. 

Harianbumigora.com — Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII Tahun 2025 dijadwalkan berlangsung pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2025 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dan akan menjadi panggung semarak bagi ribuan pegiat olahraga rekreasi dari seluruh penjuru Indonesia.


Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (PERGATSI), Diana Kusumastuti, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan FORNAS VIII. Ia menyampaikan optimismenya bahwa kejuaraan ini akan menjadi momentum besar dalam membangkitkan semangat masyarakat untuk hidup sehat dan bugar melalui olahraga.


“Saya, Ketua Umum Persatuan Gateball Seluruh Indonesia, mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan FORNAS VIII di Nusa Tenggara Barat tahun 2025.


 Gateball Indonesia siap mendukung penuh kesuksesan FORNAS VIII. Semoga melalui olahraga Gateball, kita senantiasa diberikan kesehatan, kebugaran, dan kebahagiaan,” ujar Diana, Kamis (17/7/2025).


Diana juga mengaungkan semangat khas keluarga besar Gateball dalam menyambut event tersebut.


“Salam Kormi! Sehat, Bugar, Gembira, Luar Biasa! Salam Gateball—Gateball, Gateball, Gateball, Jaya! Sampai bertemu di NTB!” serunya penuh antusias.


FORNAS VIII 2025 diperkirakan akan diikuti lebih dari 12.000 peserta dari 38 provinsi. Mereka akan bertanding dalam 72 Induk Organisasi Olahraga (Inorga) dengan total 1.152 nomor pertandingan. Selain itu, akan ada 13 Inorga eksibisi dan 3 Inorga undangan dari Gubernur NTB.


Pelaksanaan FORNAS VIII akan tersebar di tujuh wilayah di Provinsi NTB, yakni Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, dan Bima.


Gateball, salah satu cabang olahraga yang dinaungi oleh Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), siap memperlihatkan semangat sportivitas dan kebersamaan dalam pesta olahraga masyarakat terbesar di Tanah Air tersebut.


Salam olahraga… jaya!
Salam KORMI…salam sehat, bugar, gembira, luar biasa!
Salam gateball. Gatebal…gateball…gateball jaya!