Tuesday

Bupati Lombok Timur Sebut Peran Mahasiswa dan pemuda Sangat Strategis

Lombok Timur,  Langkah cepat dan responsif dilakukan Haerul Warisin dalam menanggapi permasalahan distribusi LPG 3 kg yang dikeluhkan masyarakat. Dengan mendatangi langsung Pertamina, Bupati memastikan bahwa suara masyarakat tidak berhenti di tingkat lokal, tetapi sampai kepada pihak yang berwenang.

Di tengah dinamika yang berkembang, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian serta menyampaikan aspirasi secara terbuka. Menurutnya, partisipasi publik merupakan bagian penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan rakyat.

“Saya sampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian mahasiswa serta seluruh elemen masyarakat. Ini adalah wujud tanggung jawab bersama dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

“Saya menyadari ini adalah tanggung jawab moral saya sebagai pemimpin. Meskipun ini bukan kewenangan daerah, saya tidak akan tinggal diam. Kami akan terus melakukan upaya-upaya konkret demi kepentingan masyarakat,” 

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengajak seluruh elemen untuk tetap menjaga situasi yang kondusif dan mengedepankan pendekatan kolaboratif. Sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan Pertamina diyakini menjadi kunci dalam mempercepat normalisasi distribusi LPG 3 kg.

Dengan langkah-langkah yang telah ditempuh serta dukungan semua pihak, Bupati optimis dalam waktu dekat kondisi akan kembali stabil.

Friday

Ekonom Unram; Iwan Harsono: Gubernur Iqbal Bawa Birokrasi NTB Menuju Fase Baru

 

Pakar Ekonomi Universitas Mataram: Associate Professor Dr. Iwan Harsono


MATARAM — Pakar Ekonomi Universitas Mataram sekaligus Dosen Pascasarjana Unram, Associate Professor Dr. Iwan Harsono, menegaskan pelantikan Abul Chair sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) oleh Gubernur Lalu Muhamad Iqbal, Kamis (9/4), harus dimaknai lebih dari sekadar pergantian pejabat. “Ini adalah keputusan yang membawa pesan kuat, bahwa tata kelola pemerintahan NTB sedang diarahkan memasuki fase baru—fase di mana birokrasi tidak lagi sekadar bekerja, tetapi bekerja dengan sistem, ukuran kinerja yang jelas, dan orientasi hasil yang terukur,” ujarnya.


Pelantikan Sekda definitif ini dinilai menjadi momentum strategis untuk mengoreksi arah birokrasi, terutama dalam memperkuat keterhubungan antara perencanaan, penganggaran, dan implementasi program yang selama ini kerap menjadi titik lemah di banyak daerah.


Iwan Harsono menyebut, persoalan utama birokrasi bukan terletak pada kurangnya program, melainkan lemahnya sistem kerja yang membuat anggaran tidak selalu menghasilkan dampak optimal. “Program ada, anggaran tersedia, tetapi dampaknya tidak selalu terasa optimal,” katanya.


Menurutnya, langkah Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menunjukkan keseriusan dalam membangun birokrasi berbasis sistem, bukan sekadar respons jangka pendek.


 Ia menilai keputusan tersebut lahir dari proses panjang dan pertimbangan matang dalam membaca kebutuhan tata kelola pemerintahan.


Dalam struktur pemerintahan daerah, posisi Sekda memiliki peran kunci sebagai pengendali sistem birokrasi. Sekda dituntut mampu memastikan seluruh organisasi perangkat daerah bekerja dalam satu kerangka kebijakan yang utuh, terkoordinasi, dan selaras dengan target pembangunan.


Selain itu, dorongan terhadap penerapan manajemen talenta menjadi sinyal perubahan menuju birokrasi berbasis merit. Pendekatan ini diharapkan mampu menggeser pola kerja lama yang berbasis kebiasaan menjadi berbasis kinerja dan profesionalisme.


Dari sisi ekonomi, Iwan juga menyoroti tantangan fiskal daerah yang semakin ketat. Ia menilai, peningkatan anggaran bukan lagi solusi utama, melainkan bagaimana memastikan kualitas belanja publik benar-benar menghasilkan nilai tambah. “Masalahnya bukan pada kecilnya anggaran, tetapi pada rendahnya efektivitas penggunaan anggaran tersebut,” tegasnya.


Iwan menambahkan, dalam banyak kasus, anggaran terserap namun tidak diikuti dampak signifikan terhadap pembangunan. Karena itu, penguatan pengawasan, pengendalian internal, serta indikator kinerja yang jelas menjadi hal mutlak dalam reformasi birokrasi.


Pelantikan Abul Chair juga diharapkan mengakhiri kekosongan jabatan Sekda definitif yang selama ini berdampak pada lemahnya koordinasi dan lambatnya pengambilan keputusan. Dengan kepemimpinan yang jelas, ritme birokrasi diyakini dapat kembali berjalan lebih sinkron dan terarah.


Terkait dinamika yang berkembang, termasuk perdebatan soal latar belakang pejabat, Iwan menilai hal tersebut tidak seharusnya menjadi fokus utama. Ia menekankan bahwa birokrasi modern harus mengedepankan kapasitas, integritas, dan kemampuan bekerja dalam sistem, dengan tetap menjaga sinergi bersama kekuatan birokrasi lokal.


Pemerintah Provinsi NTB sendiri menghadapi target pembangunan yang cukup ambisius dalam RPJMD 2025–2029 di tengah keterbatasan fiskal. Dalam kondisi tersebut, penguatan tata kelola menjadi satu-satunya pilihan rasional untuk memastikan target tidak berhenti sebagai angka di atas kertas.


Iwan menegaskan, keberhasilan langkah ini sangat bergantung pada konsistensi implementasi di lapangan. “Keputusan yang tepat hanyalah separuh dari pekerjaan. Separuh lainnya adalah memastikan keputusan itu dijalankan secara konsisten,” pungkasnya. 

Wednesday

Pemda dan BAZNAS Lotim Pastikan Guru Swasta Peroleh BPJS Ketenagakerjaan




Lombok Timur (harianbumigora.com) -  Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai menunjukkan kebijakan kongkrit melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dengan terus memperkuat komitmennya dalam memperhatikan nasib para pejuang pendidikan di lini swasta. Upaya kongkrit ini dituangkan dalam sebuah langkah administratif yaitu dengan menyerahkan data guru swasta kepada BPJS Ketenagakerjaan. Agenda ini menjadi titik awal bagi ribuan guru honorer untuk mendapatkan akses perlindungan jaminan sosial yang lebih layak dan terjamin oleh negara (07/04/2026). 


Prosesi penyampaian data tersebut berlangsung khidmat di Ruang Rapat Utama Kantor BAZNAS Kabupaten Lombok Timur. Ruangan yang menjadi saksi bisu koordinasi strategi ini dipenuhi oleh jajaran pimpinan BAZNAS dan perwakilan manajemen BPJS Ketenagakerjaan yang sepakat untuk mempercepat proses validasi. Kehadiran kedua belah pihak menegaskan bahwa perlindungan bagi tenaga kerja di sektor pendidikan non-ASN merupakan prioritas yang tidak dapat ditunda lagi.


Data yang diserahkan merupakan hasil kurasi dan verifikasi faktual yang dilakukan oleh tim BAZNAS untuk memastikan bahwa bantuan premi atau kepesertaan tepat sasaran. Fokus utama dari kerja sama ini adalah memberikan payung hukum dan perlindungan finansial bagi para guru yang selama ini memiliki batasan akses terhadap jaminan sosial mandiri. Dengan penyerahan data ini, usulan calon penerima manfaat kini memasuki tahapan sistem integrasi yang lebih formal.


Langkah ini juga menjadi bentuk nyata pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS untuk sektor produktif dan protektif. Alih-alih hanya memberikan bantuan konsumtif sekali bayar, BAZNAS memilih untuk berinvestasi pada ketenangan jiwa para guru melalui iuran jaminan sosial. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi kerja para pendidik karena mereka kini terlindungi dari berbagai risiko yang mungkin terjadi saat menjalankan tugas profesinya.


Pihak BPJS Ketenagakerjaan menyambut baik inisiatif proaktif dari BAZNAS Lombok Timur dalam menyodorkan data yang akurat dan terstruktur. Sinergi ini dianggap sebagai model kolaborasi ideal antara lembaga pengelola zakat dan badan penyelenggara jaminan sosial dalam menekan angka kemiskinan baru akibat risiko kecelakaan kerja atau kematian. Setelah data diterima, pihak BPJS akan segera melakukan tindak teknis lebih lanjut agar kartu kepesertaan dapat segera diterbitkan dan didistribusikan.


Sebagai penutup, kegiatan yang berlangsung pada pekan pertama April ini diharapkan menjadi pemantik bagi lembaga lain untuk turut memikirkan kesejahteraan tenaga pendidik di pelosok daerah. BAZNAS Lombok Timur berkomitmen untuk terus mengawal proses ini hingga seluruh guru yang terdaftar benar-benar merasakan manfaat nyata dari program tersebut. Inisiatif ini bukan sekedar penyerahan dokumen di atas meja, melainkan simbol hadirnya kepedulian bagi mereka yang telah mengabdi demi masa depan bangsa.

Monday

Rapat Koordinasi Bersama Dewan Syar’i, Ketua BAZNAS Lombok Timur Pertegas Prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI

   


Lombok Timur (harianbumigora.com) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur menggelar rapat koordinasi khusus bersama Dewan Syar’i Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lombok Timur guna memperkuat tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Lesehan Kartini Desa Dames Damai Kecamatan Suralaga . Dalam pertemuan tersebut, Ketua BAZNAS Lombok Timur menekankan pentingnya implementasi prinsip 3A sebagai fondasi utama dalam menjaga kepercayaan umat.


Ketua BAZNAS Lombok Timur H. Muhammad Kamli menyampaikan bahwa pengelolaan dana Zakat, Infaq, Dan Sedekah (ZIS)  bukan sekadar persoalan administratif, melainkan amanah spiritual dan kebangsaan yang berat. Oleh karena itu, seluruh program pendistribusian dan pendayagunaan harus berpijak pada tiga pilar utama:


1. Aman Syar’i

Setiap tata kelola zakat harus dipastikan tidak keluar dari koridor hukum Islam. Peran Dewan Syar’i menjadi sangat krusial untuk memastikan bahwa seluruh program, mulai dari penentuan mustahik (penerima) hingga metode penyaluran, selaras dengan fatwa-fatwa MUI dan ketentuan fikih zakat.


2. Aman Regulasi

BAZNAS berkomitmen penuh untuk patuh pada hukum positif yang berlaku di Indonesia. Segala bentuk pelaporan keuangan dan mekanisme kerja wajib mengacu pada UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat serta standar akuntansi keuangan yang transparan dan akuntabel.


3. Aman NKRI

Zakat harus menjadi instrumen pemersatu bangsa. BAZNAS Lombok Timur memastikan bahwa aliran dana zakat tidak disalahgunakan untuk kegiatan yang bertentangan dengan ideologi negara, radikalisme, atau aktivitas yang dapat memecah belah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Senada apa yang disampaikan oleh Wakil Ketua Baznas Lombok Timur Dr.H.Hamidi "Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dititipkan oleh muzaki melalui BAZNAS Lombok Timur dikelola dengan integritas tinggi. Dengan memegang teguh prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, kami optimis zakat dapat menjadi solusi konkrit dalam pengentasan kemiskinan di daerah kita," ujar Wakil Ketua BAZNAS Lombok Timur bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan di sela-sela rapat.


Dewan Syar’i yang hadir dalam rapat tersebut memberikan apresiasi atas langkah proaktif BAZNAS. Mereka menegaskan akan terus memberikan pengawalan ketat agar inovasi-inovasi program BAZNAS ke depan tetap menjaga muruah lembaga zakat dan memberikan kemaslahatan yang seluas-luasnya bagi warga Lombok Timur juga menegaskan Fatwa dewan Syar'i sebagai Landasan dan Pijakan yang harus di pedomani oleh amil dan Amilat Baznas Lombok Timur untuk bekerja secara profesional dan Transparan. (Tegas Ketua Dewan Syar'i Lombok Timur H. Ishak Abdul Gani, LC)


Rapat ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk meningkatkan literasi zakat di masyarakat, sehingga kesadaran berzakat melalui lembaga resmi Baznas Lombok Timur semakin meningkat demi kesejahteraan umat yang lebih merata.

Saturday

Wakil Ketua 1 Baznas Lombok Timur Sebar 48 Kotak Infak untuk Target Pengumpulan Semakin Tinggi di Baznas Lombok Timur



Lombok Timur (harianbumigora.com) - Wakil Ketua 1 Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur, H. Murjoko , menyebar 48 kotak infak di berbagai titik di Lombok Timur dalam rangka meningkatkan pengumpulan zakat di Baznas Lombok Timur.


Kotak infak ini disebar di masjid-masjid, kantor-kantor pemerintah, dan tempat-tempat publik lainnya dengan tujuan untuk memudahkan masyarakat dalam menyalurkan zakat dan infak mereka.


"Kami berharap dengan penyebaran kotak infak ini, masyarakat dapat lebih mudah dan nyaman dalam menyalurkan zakat dan infak mereka, sehingga pengumpulan zakat di Baznas Lombok Timur dapat semakin tinggi," kata H. Murjoko.


Lebih Lanjut Ia menegaskan Penyebaran Kotak infak ini atas Dasar Kesepakatan Semua Pimpinan dengan Besaran 12,5 % Hak amil nantinya yang akan di berikan kepada UPZ setempat (Tempat Kotak infak di Taruh)


Adaupun Sasaran Tempat di taruhnya Kotak infak Sementara Sasar beberapa Kecamatan di antaranya Kecamatan Selong, Sakra, Sakra Barat, Keruak, Sakra Timur, Pringgabaya, dan Kecamatan lainnya


Baznas Lombok Timur terus berupaya meningkatkan pengumpulan zakat dan infak untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.


"Mari kita bersama-sama meningkatkan kesadaran dan kepedulian kita dalam menyalurkan zakat dan infak untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan," tambah H. Murjoko.


Baznas Lombok Timur mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menyalurkan zakat dan infak mereka dan berharap agar terus mendukung program-program Baznas Lombok Timur.