Showing posts with label Mataram DPRD PROV NTB NUSA TENGGARA BARAT. Show all posts
Showing posts with label Mataram DPRD PROV NTB NUSA TENGGARA BARAT. Show all posts

Wednesday

H. Syamsu Rijal : Jaga Marwah Pesantren, Perkuat Perlindungan Santri

Mataram – Anggota DPRD Provinsi NTB, H. Syamsu Rijal, S.H., M.M., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyikapi kasus yang terjadi di salah satu pesantren di Lombok Tengah secara bijak dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap korban sekaligus menjaga marwah lembaga pendidikan pesantren. 

Menurut Syamsu Rijal, peristiwa yang menimpa sejumlah santri telah menimbulkan duka dan keprihatinan mendalam bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat. Karena itu, korban harus mendapatkan perlindungan, pendampingan, dan keadilan melalui proses hukum yang transparan serta profesional.

"Dalam situasi seperti ini, kita harus menempatkan rasa empati kepada korban sebagai prioritas. Namun di sisi lain, kita juga harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan dengan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah," ujar Syamsu Rijal.

Ia menegaskan bahwa setiap perkara harus diselesaikan berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan oleh aparat penegak hukum, bukan berdasarkan asumsi maupun tekanan opini yang berkembang di masyarakat.

Syamsu Rijal juga mengingatkan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dalam membentuk karakter, akhlak, dan pemahaman keagamaan generasi muda. Di NTB, pesantren memiliki peran strategis dalam menjaga tradisi keagamaan dan membangun kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa pesantren dalam kasus ini hanyalah lokasi terjadinya dugaan peristiwa yang sedang diproses secara hukum. Jika terdapat pelanggaran yang dilakukan oleh individu tertentu, maka pertanggungjawaban hukum harus dibebankan kepada pihak yang terbukti melakukan perbuatan tersebut, bukan secara otomatis kepada seluruh lembaga pesantren.

"Pesantren adalah institusi pendidikan yang selama ini telah banyak berjasa dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak. Jangan sampai tindakan oknum tertentu kemudian menimbulkan stigma yang merugikan lembaga secara keseluruhan," tegasnya.

Lebih lanjut, Syamsu Rijal menilai bahwa peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi bersama untuk memperkuat sistem perlindungan anak di seluruh lingkungan pendidikan, baik sekolah umum, madrasah, maupun pesantren. Setiap lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab yang sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Ia meyakini sebagian besar pesantren di NTB memiliki komitmen kuat dalam membina dan melindungi para santri melalui berbagai program pembinaan, pengawasan, serta pendidikan karakter yang berkelanjutan.

Di akhir pernyataannya, Syamsu Rijal mengajak masyarakat untuk mendukung proses hukum yang sedang berlangsung serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

"Ke depan, penguatan perlindungan anak harus menjadi agenda bersama. Pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, orang tua, dan masyarakat harus bersinergi agar setiap anak mendapatkan haknya atas pendidikan yang aman dan bermartabat. Pesantren dan perlindungan anak bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan harus berjalan beriringan demi masa depan generasi penerus bangsa," pungkasnya.

Saturday

Semangat Hari Pendidikan Nasional, H. Syamsul Rijal Ajak Teladani Wasiat TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Mataram – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Dewan Perwakilan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Syamsul Rijal, menyampaikan ucapan sekaligus pesan reflektif bagi seluruh masyarakat NTB.

Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa Hari Pendidikan Nasional merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi yang unggul, berilmu, dan berakhlak mulia.

“Pendidikan adalah kunci utama kemajuan daerah dan bangsa. Kita tidak boleh berhenti berikhtiar untuk meningkatkan kualitas pendidikan, baik dari sisi akses, mutu, maupun relevansinya dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai perjuangan tokoh pendidikan sebagai inspirasi dalam membangun dunia pendidikan yang lebih baik. Salah satunya adalah wasiat dari TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, pendiri Nahdlatul Wathan, yang menekankan pentingnya ilmu sebagai cahaya kehidupan.

Adapun salah satu pesan beliau yang terus relevan hingga saat ini adalah:

“Ilmu adalah pelita dalam kehidupan. Barang siapa yang bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, maka ia akan menemukan jalan menuju kemuliaan dan kebahagiaan.”

Pesan tersebut, menurut H. Syamsul Rijal, menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, moral, dan tanggung jawab sosial.

Ia juga menekankan pentingnya pemerataan pendidikan hingga pelosok NTB serta peningkatan kualitas tenaga pendidik dan sarana pendidikan agar mampu menjawab tantangan era digital.

“Semangat perjuangan para ulama dan tokoh pendidikan harus kita lanjutkan. Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keimanan dan kemanusiaan,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Hari Pendidikan Nasional sebagai titik tolak dalam memperkuat sinergi dan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di NTB.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita terus bergerak bersama, menebar ilmu, membangun karakter, dan menciptakan masa depan yang lebih gemilang bagi generasi penerus bangsa,” tutupnya.