Monday

DEMA UNW MATARAM GELAR DIALOG WAWASAN KEBANGSAAN, TEGUHKAN KOMITMEN MAHASISWA JAGA NILAI-NILAI KEBANGSAAN



Lombok Timur (harianbumigora.com) - Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram menggelar Dialog Wawasan Kebangsaan bertema “Dari Kampus untuk Negeri: Peran Strategis Mahasiswa Menjaga Keutuhan Bangsa” yang dihadiri oleh 680 mahasiswa, bertempat di Ballroom Bupati Lombok Timur, pada Hari Minggu 28 Desember 2025 Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi ideologis mahasiswa dalam merespons tantangan kebangsaan yang kian kompleks. Di tengah derasnya arus globalisasi, polarisasi sosial, serta melemahnya kesadaran kolektif terhadap nilai-nilai kebangsaan, mahasiswa dituntut tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga militan dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.


Dalam sambutannya, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, Sukirman, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran sentral sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan dan moral bangsa. “Mahasiswa tidak boleh kehilangan arah di tengah derasnya arus globalisasi. Nilai-nilai kebangsaan harus terus kita perjuangkan sebagai fondasi berpikir, bersikap, dan bertindak. DEMA UNW Mataram berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang-ruang dialog yang mencerahkan dan membangun kesadaran kolektif mahasiswa,” tegasnya.




Ia menambahkan bahwa peran strategis mahasiswa bukan sekadar menjadi penonton sejarah, melainkan subjek perubahan yang berani berpikir kritis, bersuara lantang, dan bertindak nyata dalam menjaga persatuan serta keutuhan bangsa. Dialog Wawasan Kebangsaan ini menegaskan komitmen DEMA UNW Mataram untuk terus menghadirkan ruang-ruang perjuangan intelektual yang menumbuhkan militansi ideologis mahasiswa, agar tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat.


Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNW Mataram menyatakan sikap tegas: dari kampus untuk negeri, mahasiswa siap berdiri di garda terdepan menjaga keutuhan bangsa demi Indonesia yang berdaulat, adil, dan bermartabat. Dialog ini menjadi penegasan bahwa mahasiswa UNW Mataram bukan generasi kompromi, melainkan generasi perlawanan intelektual yang setia pada Pancasila.

Wednesday

Degradasi Moral Masyarakat Sasak: Antara Popularitas Instan, Krisis Etika, dan Tantangan Sosial

 Oleh: 

Ahmad Sirojul Hakiki

Dosen Sastra Arab UNW Mataram/ Wakil Sekretaris PIMPUS IPNW


Istilah degradasi moral mungkin sebuah diksi yang pantas untuk bebrapa feneomena sosial yang muncul di masyarakat sasak belakangan ini. Degradasi moral berarti sebuah kejadian yang menunjukkan adanya perubahan sosial yang cukup serius, terutama ketika perilaku-perilaku yang tidak sesuai dengan norma agama dan budaya justru mendapat ruang luas khususnya di media digital. Lombok yang selama ini dikenal sebagai “Pulau Seribu Masjid” dan banyaknya pondok pesantren, menghadapi realitas baru yang tampak paradoksal dengan identitas religius tersebut. Beberapa kejadian yang viral, seperti konten kreator yang menampilkan bagian intim tubuhnya melalui live TikTok, penari yang mempertontonkan goyang erotis atau anco-anco, hingga kasus pengantin pria dalam momen nyongkolan yang memperlihatkan sikap tidak beretika kepada orang tua, menjadi cermin bahwa dinamika sosial sedang mengalami distorsi. Situasi ini tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi merupakan hasil dari interaksi kompleks antara perkembangan teknologi, budaya digital, dan melemahnya kontrol sosial.


Fenomena konten kreator yang rela mengeksploitasi bagian intim tubuhnya untuk kepentingan tayangan live TikTok. Konten tersebut diketahui setelah di rekam dan kemudian di uploud di facebook, salah satunya adalah akun @Nina Bonde. Fenomena ini dapat dijelaskan melalui perspektif psikologi media dan teori uses and gratifications. Sebagaimana dijelaskan oleh Saputra (2019), bahwa pengguna media sosial memanfaatkan platform digital untuk memenuhi kebutuhan tertentu seperti hiburan, perhatian, validasi, dan status sosial. Popularitas instan menjadi mata uang baru yang mendorong sebagian individu menabrak batas moral demi mendapatkan jumlah penonton yang tinggi. Dalam konteks opini, tindakan tersebut menunjukkan adanya kegagalan individu dalam membedakan antara kreativitas digital dengan perilaku destruktif yang merusak martabat diri dan masyarakat. Media sosial yang seharusnya menjadi sarana produktif, berubah menjadi panggung yang mengundang sensasi dan menormalisasi perilaku vulgar. Hal ini tentu meresahkan, terutama ketika anak-anak dan remaja menjadi penonton pasif yang tanpa sadar menyerap nilai-nilai yang salah.


Selain itu, maraknya goyang erotis atau anco-anco sebagaimana yang teraploud pada akun Facebook @idayani Lombok menunjukkan tontonan yang sangat tidak memiliki nilai moral sama sekali. Goyang-goyangan pada video yang ditampilkan mengandung unsur sensualitas yang sangat berlebihan, hal ini menunjukkan bahwa ruang hiburan lokal mulai kehilangan arah estetika budayanya. Seni tradisional Lombok yang kaya, seperti wayang Sasak, mulai tersisih oleh pertunjukan yang menonjolkan tubuh dan gerakan tidak senonoh. Tak hanya itu, kegiatan-kegiatan hiburan musik dari cilokak pada malam harinya berubah menjadi nuansa sensual yang mengundang banyak kontradiktif dari berbagai pihak. Dari sudut pandang ilmiah, fenomena ini dapat dikaitkan dengan teori komodifikasi. Menurut Surahman, Annisarizki, dan Rully (2019) teori komodifikasi ialah dimana tubuh dan ekspresi sensual dikomersialisasikan demi memenuhi selera pasar yang cenderung konsumtif dan sensasional. Dalam konteks ini penulis menilai bahwa ini bukan sekadar persoalan moral individu, tetapi representasi dari lemahnya sistem regulasi yang seharusnya mampu mengawasi pertunjukan publik. Lebih jauh lagi, keadaan ini menyiratkan bahwa sebagian masyarakat telah kebingungan dalam menempatkan batas antara seni, hiburan, dan vulgaritas. Akibatnya, masyarakat luas khususnya generasi muda berpotensi kehilangan role model yang baik dan mengganti standar moral dengan standar popularitas.


Kasus lain yang tak kalah mencolok adalah perilaku seorang pengantin pria dalam prosesi nyongkolan yang terekam di akun facebook @Ayu menunjukkan perilaku yang sangat tidak senonoh. Pria tersebut terekam menaiki motor orang tua yang berada di depannya dengan cara yang menunjukkan sangat kurangnya etika dan penghormatan. Prosesi nyongkolan dalam budaya Sasak pada hakikatnya merupakan wujud kebahagiaan antara mempelai laki-laki dan prerempuan dengan iringan musik dari gendang beleq atau kecimol sebagai bentuk pemberitahuan kepada khalayak tentang mulainya suatu hubungan suci pernikahan, serta simbol kesakralan dalam membangun rumah tangga. Ketika seorang pengantin menunjukkan sikap tidak sopan terhadap orang tua di momen yang sangat bermakna tersebut, artinya terjadi gangguan dalam internalisasi nilai-nilai budaya dan agama. Dari perspektif sosiologi, ini merupakan contoh degradasi cultural capital, yaitu hilangnya pemahaman nilai budaya akibat dominasi gaya hidup instan dan budaya visual (Yasin dan Lestari 2024). Penulis menganggap bahwa tindakan tersebut bukan sekadar “kelakuan viral”, tetapi tanda bahwa generasi muda semakin jauh dari adab dan tata krama yang menjadi inti budaya Sasak. Keluarga, sekolah, dan lingkungan adat tampaknya mulai kesulitan menanamkan nilai-nilai tersebut di tengah derasnya arus media digital.


Fenomena-fenomena tersebut menjadi ironi besar karena Lombok selama ini dikenal sebagai wilayah dengan iklim religius yang kuat. Keberadaan ribuan masjid dan banyaknya pondok pesantren seolah tidak otomatis mampu membentengi generasi muda dari perilaku menyimpang. Secara ilmiah, ini dapat dijelaskan dengan konsep religiosity gap, yaitu kesenjangan antara keberagamaan formal (simbol, ritual, identitas) dengan keberagamaan substantif (akhlak, perilaku, adab). Kehadiran masjid dan pesantren hanya akan efektif jika nilai-nilainya dipraktikkan secara nyata dalam ruang keluarga, ruang sosial, dan terutama ruang digital. Penulis menyatakan bahwa masyarakat Lombok perlu melakukan refleksi, apakah keberagamaan yang selama ini dijaga lebih banyak berhenti pada simbolistik, atau benar-benar telah membentuk karakter generasi muda.


Yang lebih mengkhawatirkan adalah dampak fenomena tersebut pada anak-anak dan remaja. Penelitian psikologi perkembangan menunjukkan bahwa paparan konten vulgar dapat menurunkan sensitivitas moral, meningkatkan imitasi perilaku menyimpang, serta mengganggu perkembangan konsep diri dan kontrol emosi. Anak-anak yang terpapar konten tidak senonoh di media sosial akan menganggap perilaku tersebut sebagai hal biasa, karena di era digital, apa pun yang viral cenderung dianggap valid dan benar. Dalam hal ini, penulis menegaskan bahwa tanpa pengawasan orang tua, kontrol sosial masyarakat, serta edukasi digital yang memadai, generasi muda Lombok berpotensi mengalami erosi nilai dan kehilangan kompas moralnya.


Dengan demikian, berbagai kejadian di Lombok bukan hanya soal individu yang mencari popularitas, tetapi gambaran dari masalah sosial yang kompleks. Oleh sebab itu, diperlukan langkah-langkah konkret seperti peningkatan literasi digital berbasis nilai moral, penguatan pendidikan etika di lingkungan keluarga, penegakan regulasi terhadap konten vulgar, serta revitalisasi budaya lokal yang berkarakter.dan pemerintah seharusnya memiliki regulasi khususnya dalam hal video-video di media sosial yang berdedar, sehingga ketika ada yang melanggar norma atau mengnadung unsur pornografi, konten tersebut langsung di tackdown sebelum ditonton luas oleh masyarakat digital. Sebagaimana diketahu bahwa Lombok memiliki sumber daya moral yang kuat, tetapi tanpa pengelolaan yang tepat, nilai-nilai itu akan terkalahkan oleh budaya digital yang serba instan. Masyarakat perlu kembali menegakkan adab sebagai fondasi utama, karena tanpa itu, label “Pulau Seribu Masjid” hanya akan menjadi slogan yang kehilangan makna.


Monday

FKM YAPADAMU NW Mataram Laksanakan KBS Tahunan; Wujudkan Organisasi Sebagai Laboratorium Kepedulian Sosial

 



Lombok Barat (harianbumigora.com)— Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Yayasan Pendidikan Darul Mujahidin Nahdlatul Wathan (YAPADAMU NW) pada tahun ini memilih Pantai Meninting Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat sebagai lokasi event tahunannya kali ini yaitu Kemah Bakti Sosial (KBS). (23/11/2025). 


Pemilihan Pantai Meninting sebagai lokasi kegiatan bukan tampa alasan. Hal ini dilakukan untuk menanamkan kepada mahasiswa bahwa kepedulian bukan hanya tentang sosial tapi juga kepedulian kepada lingkungan. Hal ini ditegaskan oleh Pembina FKM YAPADAMU, Dr. Hilmi Sopian, M.Pd. 


"Kalau tahun-tahun sebelumnya KBS dilakukan ditengah pemukiman warga karena tujuannya adalah terbentuknya jiwa kepedulian sosial mahasiswa. Namun kali ini kita berharap mahasiswa juga memiliki kepedulian lingkungan." Ungkap Sopian, sapaan akrabnya. 



Kegiatan ini berlangsung selama selama tiga hari dari tanggal 21 - 23 November 2025. Selama tiga hari itu mahasiswa melakukan perkemahan di pinggir pantai Meninting lalu pada pagi harinya sampai sore hari selama dua hari yaitu tanggal 22 - 23 dijadwalkan bersih-bersih lingkungan di sepanjang garis pantai Meninting. 


"Kita fokuskan kegiatan untuk melakukan bersih-bersih selama dua hari penuh di lingkungan sepanjang garis pantai Meninting." Tegas Sopian. 



Kegiatan ini tidak terlepas dari koordinasi dengan stake holder setempat yaitu kepala desa dan kepala dusun setempat.


"Kami juga berkoordinasi dengan kades supaya diketahui bentuk kegiatan yang dilakukan." Tegas Sopian. 


Ditanya mengenai sumber dana kegiatan, pria yang sebentar lagi baru akan mengikuti yudisium dan wisuda doktoralnya di Universitas Negeri (UIN) Mataram ini menegaskan bahwa kegiatan ini adalah swadaya dari mahasiswa sendiri. 


"Dananya swadaya, sengaja supaya mahasiswa terbiasa berkorban dan dan peduli pada lingkungan sekitar." Tegasnya. 


Mengenai langkah ke depan Peraih gelar Doktor di bidang pendidikan ini kembali menegaskan bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini berkelanjutan setiap tahun dengan target, sasaran, dan lokasi yang berbeda-beda. 


""Tetap kita agendakan setiap tahun dan lokasinya menyesuaikan sesuai target dan sasaran yang diagendakan." Tutupnya dalam wawancara pribadi oleh media ini. 

Tuesday

Fakultas sastra universitas Nahdlatul Wathan Mataram gelar yudisium sarjana tahun akademik 2024/2025




Mataram (harianbumigora.com) — Fakultas Sastra Universitas Nahdlatul Wathan Mataram  resmi menggelar kegiatan Yudisium Tahun Akademik 2024/2025 pada Sabtu (08/11) bertempat di Aula UNW Mataram . Kegiatan ini menjadi momen penting bagi 18 peserta dari empat program studi, yakni sastra arab, sastra inggris, dan sastra indonesia,  yang telah menyelesaikan seluruh proses akademik mereka. (08/11/2025). 


Acara yudisium berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan. Para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sebagai simbol pengukuhan atas perjuangan panjang mereka selama menempuh pendidikan di Fakultas Sastra.


Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Sastra Universitas Universitas Nahdltaul Wathan Mataram , Dr. Kholid, M.Pd menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium dan apresiasi atas kerja keras mereka selama menempuh studi. Beliau berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar dan senantiasa mengembangkan diri agar dapat berkontribusi nyata di masyarakat.


“Jadilah sarjana yang bermanfaat bagi sesama. Perjalanan sebenarnya baru dimulai setelah ini. Tantangan di dunia kerja akan jauh lebih berat dan kompleks, maka siapkan diri dengan kompetensi, etika, dan semangat yang kuat,” ujar Dekan Fakultas Sastra dalam sambutannya.


Kholid juga menekankan pentingnya kemampuan adaptasi dan inovasi di era digital yang terus berkembang pesat, terutama bagi lulusan bidang teknik yang berperan penting dalam berbagai sektor pembangunan.


Melalui kegiatan ini, Kholid selalu Dekan Fakultas Sastra Universitas  Nahdlatul Wathan Mataram lebih jauh berharap agar para lulusan tidak hanya membawa ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga semangat untuk menjadi agen perubahan yang mampu memberikan solusi atas tantangan masyarakat dan dunia kerja di masa depan.



Monday

KORPRI LOMBOK TENGAH GANDENG UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM WUJUDKAN ASN UNGGUL DAN BERDAYA SAING

Ketua Dewan Pengurus KORPRI Lombok Tengah, H. Lalu Firman Wijaya (Kiri) bersama Rektor UNW Mataram, H. Lalu Gede Syamsul Mujahidin (Kanan). 



Lombok Tengah (harianbumigora.com) – Komitmen meningkatkan kapasitas dan kompetensi aparatur sipil negara terus diwujudkan oleh Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Lombok Tengah. Hal itu dibuktikan dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Kerja Sama antara KORPRI Lombok Tengah dan Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram, yang berlangsung di Praya, Senin, 3 November 2025.


Penandatanganan dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Lombok Tengah, H. Lalu Firman Wijaya, dan Rektor Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, H. Lalu Gede Syamsul Mujahidin. Kerja sama ini mencakup pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi serta program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi ASN dan masyarakat Lombok Tengah.


Dalam sambutannya, Ketua KORPRI Lombok Tengah H. Lalu Firman Wijaya menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam menyiapkan SDM aparatur yang tidak hanya kompeten di bidang administrasi pemerintahan, tetapi juga adaptif terhadap perubahan dan kemajuan zaman.


“Kita ingin ASN Lombok Tengah menjadi pelopor perubahan, bukan sekadar birokrat administratif. Dengan pendidikan yang relevan dan terarah, ASN bisa menjadi motor penggerak inovasi pelayanan publik,” ujarnya.


Sementara itu, Rektor UNW Mataram H. Lalu Gede Syamsul Mujahidin menegaskan kesiapan kampusnya untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mencetak aparatur profesional.


 “Kami siap mendampingi ASN Lombok Tengah melalui program RPL dan pendidikan berbasis kompetensi yang menekankan pada pengalaman kerja serta penguatan karakter keilmuan,” ungkapnya.


Melalui kerja sama ini, ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berkesempatan menempuh pendidikan tinggi dengan program RPL yang memungkinkan pengakuan pengalaman kerja sebagai bagian dari proses akademik, bahkan tanpa biaya SPP selama kuliah.


Kegiatan ini sekaligus menandai sinergi nyata antara dunia akademik dan birokrasi dalam membangun pemerintahan yang cerdas, responsif, dan berdaya saing tinggi sesuai dengan visi Lombok Tengah yang Mandiri, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Harmonis (MASMIRAH).

Sunday

MTQ XXXI Suralaga, Camat Nurhilal: Saatnya Lahirkan Generasi Qur’ani yang Tangguh

Camat Suralaga dan Panitia saat menyambut peserta pawai di Desa Bagik Payung Selatan.


HARIANBUMIGORA.com - Rangkaian kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI tingkat Kecamatan Suralaga resmi dimulai dengan semarak Pawai Taaruf, yang dipusatkan di Desa Bagik Payung Selatan pada Ahad, 19 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya ajang keagamaan yang mengusung tema “Membentuk Insan Qur’ani yang Tangguh Menuju Masyarakat yang Adil dan Makmur.”


Pawai taaruf yang berlangsung penuh warna dan antusiasme ini diikuti oleh para kafilah dari seluruh desa di Kecamatan Suralaga, serta turut dimeriahkan oleh berbagai lembaga pendidikan yang ada di Desa Bagik Payung Selatan selaku tuan rumah. Kehadiran mereka menambah kemeriahan suasana dan menunjukkan dukungan penuh masyarakat terhadap syiar Islam melalui kegiatan MTQ.


Camat Suralaga, Bapak Nurhilal, mendapat kehormatan untuk melepas langsung barisan pawai taaruf. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan harapan besar agar pelaksanaan MTQ tahun ini berjalan dengan tertib, sukses, dan penuh makna.


“Harapan besar kami adalah agar MTQ ini dapat melahirkan qari dan qariah terbaik yang mampu mengharumkan nama Kecamatan Suralaga di tingkat Kabupaten nantinya," ujar Camat Nurhilal, menegaskan pentingnya ajang MTQ sebagai sarana pembinaan generasi Qur’ani.


Sementara itu, Kepala Desa Bagik Payung Selatan, Bapak Abdul Manan, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh kafilah dan rombongan peserta. Ia menegaskan komitmennya sebagai tuan rumah untuk menghadirkan suasana lomba yang kondusif, khusyuk, dan penuh kekeluargaan.


“Sebagai tuan rumah, kami akan bekerja sebaik mungkin untuk memastikan atmosfer perlombaan tetap tenang dan khusyuk, sehingga para peserta dapat tampil maksimal dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an,”tutur Kades Abdul Manan.


Beliau juga mengimbau seluruh masyarakat Bagik Payung Selatan agar menjadi tuan rumah yang ramah dan bersahabat, memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu dan peserta MTQ, sehingga meninggalkan kesan positif yang mendalam.


Pawai Taaruf ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat kebersamaan masyarakat Suralaga dalam memuliakan Al-Qur’an.


Dengan dukungan penuh dari pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat, pelaksanaan MTQ XXXI Kecamatan Suralaga diharapkan mampu menjadi wadah pencetak generasi Qur’ani yang tangguh, sekaligus langkah nyata menuju terciptanya masyarakat yang adil dan makmur sesuai dengan tema yang diusung.

Thursday

Insiden Kebakaran Oven Warnai Panen Tembakau Lombok Timur

 

Aparat kepolisian bersama petugas damkar dan masyarakat saat sedang berusaha memadamkan api.


Lombok Timur (Harianbumigora.com) – Panen tembakau di Lombok Timur pada musim ini diwarnai insiden kebakaran oven. Salah satu kejadian kebakaran melanda sebuah bangunan pengering milik petani di Dusun Pijot, Desa Pijot, Kecamatan Keruak pada Rabu (24/9) malam sekitar pukul 22.30 WITA. Akibat kebakaran tersebut bangunan oven/ pengering tersebut ludes terbakar dan menghasilkan kerugian kepada yang bersangkutan. (25/09/2025)


Makmun (50), petani asal Dusun Pengkelak Mas, Kecamatan Sakra Barat adalah pemilik Bangunan berukuran 4 x 4 meter dengan tinggi 14 meter tersebut. Akibat insiden ini, oven tersebut membawa sekitar lima ton tembakau basah yang tengah menjalani proses pengopenan ikut ludes terbakar bersamanya.


Uding (55), warga setempat, menjadi saksi mata yang menyaksikan langsung bagaimana api membesar dari tungku pembakaran hingga melahap seluruh bangunan oven. Uding menuturkan penyebab si jago merah tidak terkendali karena banyaknya daun tembakau yang sudah mengering di dalam oven.
“Kobaran langsung membesar, tidak lama kemudian seluruh isi bangunan terbakar,” kata Uding kepada petugas.


Di lain pihak, Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Osman, menyampaikan bahwa kebakaran diduga dipicu penggunaan cangkang sawit dengan volume yang berlebihan. Menurut Nikolas, bahan penggunaan cangkang sawit secara berlebihan menghasilkan suhu panas yang terlalu tinggi sehingga tembakau yang kering sensitif terhadap sambaran api.


“Kondisi tembakau sudah sangat kering, sehingga api cepat menjalar dan sulit dikendalikan,” ungkap Osman.


Sementara itu, Petugas pemadam bersama-sama dengan masyarakat sekitar bahu-membahu menjinakkan api agar tidak sampai melahap rumah warga. Walaupun proses pemadaman berlangsung cukup lama, karena kobaran semakin membesar saat angin bertiup kencang, namun pada akhirnya si jago merah berhasil ditaklukkan.


Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun karena seluruh bangunan oven berikut isi tembakau tidak terselamatkan, kerugian ditaksir mencapai Rp 60 juta.


Nikolas sendiri menegaskan polisi melakukan langkah cepat sejak menerima laporan dari warga. Aparat langsung mendatangi lokasi, mengamankan area sekitar, serta ikut membantu proses pemadaman bersama tim damkar dan masyarakat. Namun demikian, Nikolas menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati lagi saat melakukan proses pembakaran tembakau.


“Laporan resmi sudah kami sampaikan kepada pimpinan. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan proses pengeringan tembakau,” ungkapnya.

Friday

Gubernur Iqbal Kukuhkan GEBER: Gerakan Kolaborasi Masyarakat Jaga Alam NTB



Lombok Barat (harianbumigora.com) – Gerakan Bersama Masyarakat Nusantara (GEBER) resmi dikukuhkan di Gedung Eks Camat Gunungsari, Rabu (18/9/2025). Acara ini dihadiri puluhan kepala desa dari Kecamatan Gunungsari, Batulayar, dan Lingsar serta melibatkan masyarakat luas dalam upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kepedulian sosial.


Rangkaian kegiatan berlangsung meriah dengan lomba menggambar bertema “Pelestarian Alam” yang diikuti anak-anak dan remaja. Selain itu, sebanyak 50 orang yang terdiri dari anak yatim dan orang tua jompo menerima santunan sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.


Ketua GEBER, Saiful Hak, menegaskan komitmennya menjaga kelestarian alam NTB. “Kami berkomitmen memastikan kekayaan alam NTB tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ujarnya.


Gubernur NTB, Dr. L. Muhammad Iqbal, yang hadir langsung dalam pengukuhan itu menekankan pentingnya perhatian terhadap lingkungan. “Satu hal yang sering luput dari perhatian kita adalah lingkungan. Kehadiran GEBER menjadi angin segar, karena memudahkan pemerintah membangun kolaborasi dengan masyarakat,” kata Iqbal.


Pengukuhan GEBER diharapkan menjadi titik awal membangun kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan hidup sekaligus memperkuat solidaritas sosial. Ke depan, GEBER merencanakan berbagai program lanjutan untuk mempererat sinergi pemerintah dan masyarakat demi terwujudnya NTB yang lebih baik dan berkelanjutan.

Wednesday

Begini Penjelasan Gubernur Miq Iqbal Tak Melantik Kakaknya Jadi Inspektur Inspektorat NTB

 


Mataram (harianbunigora.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal tidak memilih kakak kandungnya, Baiq Nelly Kusumawati meski meraih nilai tertinggi dalam seleksi terbuka pengisian Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jabatan Inspektur Inspektorat NTB.

‎”Alhamdulillah kalau teman-teman tahu nilainya paling tinggi, beliau lama di Inspektorat,” kata Miq Iqbal usai melantik pejabat Eselon II lingkup Pemprov NTB pada Rabu, (17/09/2025).

‎Iqbal menjelaskan, ada banyak pertimbangan yang menjadi landasan untuk membuat keputusan tersebut, termasuk menghindari persepsi publik agar tidak menilai seleksi terbuka itu menjadi jalan politik kepentingan jika Baiq Nelly dipilih sebagai Inspektur Inspektorat NTB.


"Tapi ada banyak pertimbangan yang saya berikan, karena saya berdasarkan peraturan, saya diberikan kebebasan untuk salah satu di antara tiga besar,” ujarnya.

‎Meski tidak dipilih, Iqbal menilai kakaknya memahami keputusan tersebut. Ia berujar keikutsertaan Baiq Nelly dalam seleksi terbuka sudah cukup menjadi bentuk penghargaan terhadap proses yang objektif.

‎”Saya yakin kakak saya udah paham pertimbangan saya dan beliau juga sudah cukup senang mengikuti proses seleksi yang objektif,” tegasnya.

‎Diketahui, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, melantik 8 pejabat eselon II lingkup Pemprov NTB pada Rabu, 17 September 2025 di Pendopo Tengah Gubernur NTB. Delapan eseleon II yang dilantik enam di antaranya telah mengikuti seleksi terbuka.

‎Usai pelantikan, Iqbal menegaskan bahwa pejabat yang menduduki jabatan strategis tersebut merupakan figur-figur terbaik hasil seleksi terbuka yang digelar secara transparan pada Agustus lalu.

‎”Sebagian besar yang dilantik ini baru saya kenal setelah mereka masuk tiga besar, jadi alhamdulillah ini adalah yang terbaik yang kita persembahkan untuk masyarakat NTB,” ujarnya kepada Wartawan usai pelantikan pada Rabu, (17/9/2025).

‎Ia menekankan, terpilihnya enam kepala OPD yang mengikuti seleksi terbuka itu menjadi bukti bahwa pemerintahannya konsisten dalam menjunjung prinsip meritokrasi. Proses seleksi kata dia dilakukan sepenuhnya secara objektif, tanpa ada ruang untuk intervensi dari pihak manapun.


‎”Insyaallah, teman-teman bisa tanyakan ke mereka yang masuk dalam tiga besar maupun yang akhirnya dilantik, bahwa prosesnya sepenuhnya sangat objektif,” tegasnya.

‎Meski demikian, Iqbal mengakui bahwa jumlah peserta perempuan dalam seleksi masih sangat terbatas. Menurutnya, hal ini menjadi catatan penting agar ke depan lebih banyak perempuan yang berani berkompetisi dan menempati posisi penting di lingkup pemerintahan.

‎”Memang tidak banyak ikut yang perempuan, jadi itu juga sebabnya kita dorong teman-teman yang perempuan untuk ikut,” katanya.

‎Adapun pejabat yang dilantik dalam kesempatan tersebut adalah Budi Herman sebagai Inspektur Inspektorat NTB, Irnadi Kusuma sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Samsudin sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ervan Anwar sebagai Kepala Dinas Perhubungan, Marga Sukifli Rayes sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah NTB, serta Hubaidi sebagai Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah NTB.

‎Selanjutnya beberapa pejabat lain mengalami pergeseran. Di antaranya, Muhammad Taufieq Hidayat, semula menjabat Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB, menjadi Kepala Biro Organisasi Setda NTB.

‎Najamuddin Amy yang semula Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman kini menjadi Kepala Biro Perekonomian Setda NTB. Selanjutnya, Dadang Fajar dari Kepala Bagian Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah kini menjadi Sekretaris Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu menggantikan posisi Wahyu Hidayat yang duduk sebagai Kepala Bagian Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah.

Edwin Hadiwijaya Resmi Pimpin PMI Lombok Timur, Fokus Digitalisasi dan Jemput Bola Donor Darah

 



Lombok Timur (Harianbumigora.com) – Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, resmi dilantik sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Lombok Timur pada Rabu (17/9).

Ia menegaskan kepengurusan baru dirancang untuk memperkuat peran PMI dalam melayani masyarakat, dengan melibatkan banyak figur berkompeten termasuk tenaga medis dari rumah sakit daerah.

“Struktur ini kami susun dengan orang-orang yang memang ahli di bidangnya. Ada juga dokter dari RSUD yang ikut memperkuat kepengurusan,” ujar Edwin dalam sambutannya.

Ia menilai, keberadaan PMI tidak boleh hanya dipandang sebagai pelengkap dari bank darah milik rumah sakit. Menurutnya, PMI harus hadir lebih fleksibel dalam mendukung distribusi darah, terutama untuk memenuhi kebutuhan pasien dengan golongan darah langka.

“Darah itu sumbernya banyak, jadi jangan hanya bergantung ke rumah sakit. Kolaborasi yang kuat harus dibangun agar pelayanan semakin maksimal,” tegasnya.

Edwin menjelaskan bahwa sepanjang Januari hingga Agustus 2025, PMI Lombok Timur sudah menyalurkan sekitar 3.000 kantong darah ke sembilan institusi kesehatan.

Dari jumlah itu, Rumah Sakit Namira tercatat sebagai penerima terbanyak dengan lebih dari seribu kantong, disusul RSUD Lombok Timur dan RS Patuh Karya.

“Kalau ada warga membutuhkan, PMI wajib segera mencarikan. Karena itu, digitalisasi penting supaya masyarakat bisa langsung mengetahui stok darah yang tersedia,” kata Edwin.

Untuk memperluas jangkauan, Edwin juga berkomitmen membangun jaringan relawan hingga ke desa-desa. Ia menilai pendekatan jemput bola sangat dibutuhkan agar calon donor darah, terutama mereka yang rutin mendonorkan, dapat terus didata dan diperbanyak.

“Kita tidak boleh pasif menunggu. PMI harus turun langsung ke desa-desa untuk mendekati masyarakat yang bersedia rutin mendonorkan darah,” ujarnya.

Ketua PMI NTB, dr. Herman Mahaputra, menyambut baik program digitalisasi yang digagas Edwin. Ia menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan agar masyarakat makin sadar bahwa donor darah adalah kebutuhan bersama yang tidak bisa ditunda.

“Petugas harus sering mengajak warga, bukan hanya menunggu. Apalagi untuk golongan darah tertentu, pengurus mesti lebih aktif mencari calon donor,” ucap Herman.

Ia menegaskan bahwa rumah sakit tetap menjadi pintu pertama penyediaan darah bagi pasien. Namun, ketika stok berkurang, PMI diharapkan langsung hadir sebagai penopang agar keluarga pasien tidak kebingungan mencari kebutuhan darurat.

“Masyarakat tidak boleh dibuat bingung. Begitu rumah sakit menyatakan stoknya menipis, PMI harus segera hadir memberi solusi,” tandas Herman.

Saturday

UT Adakan Dialog Publik; APA: Kami menyambut Baik

Direktur UT Mataram berswafoto bersama pengurus APA NTB dan Kota Mataram


Mataram (Harianbumigora.com) -- Universitas Terbuka Nusa Tenggara Barat (UT NTB) setelah membuka program studi baru yaitu jurusan Kewirausahaan melakukan dialog publik sebagai wujud integrasi misi program studi baru ini dengan kebutuhan pertumbuhan ekonomi di NTB.  Dalam dialog tersebut, hadir sebagai undangan berbagai elemen masyarakat di dunia usaha, mulai dari pemerintah, mahasiswa, siswa, guru, praktisi wirausaha, termasuk di dalamnya pedagang kecil di NTB seperti APKLI dan Asosiasi Pedagang Asongan (APA) NTB. (13/09/2025).


Direktor UT NTB Heriyanto, SIP., MM dalam sesi wawancara dengan media ini menyampaikan komitmen UT untuk melakukan sinergitas dengan seluruh pihak yang terkait untuk kesuksesan pembangunan ekonomi NTB.


Sesi foto bersama perwakilan berbagai elemen masyarakat dunia usaha yang menghadiri cara


"Kita berkomitmen untuk bersinergi dengan semua pihak agar misi pembangunan di NTB pada sektor ekonomi khususnya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sehingga ke depan kita juga akan mengundang gubernur NTB pada acara yang sama untuk tujuan pendalaman." Ungkapnya.


Salah satu narasumber dalam dialog Publik tersebut yaitu Eka Wardani, SE., M.Si dari kantor dinas koperasi dan UMKM Kota Mataram mengutarakan pentingnya kehadiran kampus dalam meningkatkan daya saing UMKM terutama di era digital seperti sekarang ini.


"Peran kampus melakukan pembinaan dan itu penting agar para pelaku ekonomi terutama UMKM memiliki ilmu dan wawasan yang cukup untuk berkompetisi dengan para kompetitor di pasar terutama di dunia digital marketing." Tegasnya.


Sementara Ketua APA NTB yang diwakili oleh Ketua APA Kota Mataram Evi Aryani mengkonfirmasi kepada media ini bahwa memang benar mereka dilibatkan dalam dialog publik antara UT dengan masyarakat pelaku ekonomi NTB.


"Iya kami memang diundang di acara tersebut dan ke depan UT berkomitmen melakukan pembinaan kepada pedagang kecil. Dan kami sebagai pengurus pedagang kecil menyambut baik hal itu" Kata Evi.


Dialog publik dihadiri oleh 150 pesreta dari berbagai elemen yang merupakan perwakilan dari para pemangku kepentingan hubungannya dengan ekonomi di daerah NTB. Hadir juga perwakilan pusat Universitas Terbuka.

Thursday

Sambut Ribuan Mahasiswa Baru, UNW Mataram Gelar PKKMB Bertajuk: "Menulis Sejarah Baru"

Sivitas akademika UNW Mataram saat berfoto bersama peserta PKKMB.


Mataram (harianbumigora.com) -- Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram secara resmi memulai kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2025/2026 melalui acara pembukaan yang di selenggarakan di halaman kampus UNW Mataram pada Rabu (10/9/2025). Kegiatan tersebut diagendakan selama tiga hari dan berakhir pada Jumat 12 September 2025 yang bertemakan “Aksara Muda UNW Mataram: Menulis Sejarah Baru.”


Hadir dalam acara Ketua Senat UNW Mataram, TGH. Lalu Gede M. Ali Wirasakti Amir Murni, Lc., MA., Rektor UNW Mataram H. Lalu Gede Muhammad Syamsul Mujahidin, SE., M. Pd., beserta jajaran pimpinan dan dosen di lingkup UNW Mataram. Turut di undang sebagai pengisi materi Perwakilan Datasemen Khusus (Densus) 88 serta para perwakilan undangan dari Polda NTB, OMBUDSMAN NTB, dan beberapa unsur pemerintah daerah provinsi NTB termasuk perwakilan gubernur NTB.


Dalam sambutannya Rektor UNW Mataram, H. Lalu Gede Muhammad Syamsul Mujahidin, SE. M.Pd menyampaikan bahwa mahasiswa baru adalah generasi penerus yang akan memulai langkahnya dan akan menyiapkan diri melalui UNW Mataram dengan bekal ilmu, akhlak, iman, dan takwa dalam rangka meneruskan perjuangan para pendahulu mewujudkan cita-cita kemerdekaan yaitu menjaga tumpah darah bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa, termasuk ikut melaksanakan ketertiban dunia.


“Kalian adalah aksara-aksara muda yang akan mengukir makna lewat ilmu, akhlak, iman dan takwa untuk pengabdian. Di kampus ini, kalian ditempa menjadi insan berilmu, berjuang, dan bertakwa - tiga pilar utama perjuangan Nahdlatul Wathan - untuk Ummat, negara dan bangsa.” tegasnya.


Rektor juga mengutip pesan pendiri Nahdlatul Wathan sekaligus pendiri UNW Mataram yang merupakan pahlawan nasional asal Nusa Tenggara Barat Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, tentang betapa menuntut ilmu itu penting, sebagaimana adalah penting untuk menghormati guru, serta menjaga gelar akademik -  mengamalkan ilmu -  agar manfaat bagi  agama maupun masyarakat. Amanat dari pendiri ini tegas Rektor, hendaknya menjadi pengingat agar mahasiswa selaku harapan bangsa tidak sekedar mengejar gelar duniawi untuk diri sendiri, tetapi juga menanamkan ke dirinya nilai-nilai moral maupun spiritual sehingga mampu memberi dampak positif bagi orang lain.


"Kalian adalah harapan masa depan negeri ini." Tegasnya.


Rektor juga mengingatkan bahwa tugas mahasiswa bukan sekadar hadir di kelas dan mengerjakan tugas, melainkan dituntut untuk berpikir kritis, bertanggung jawab, serta membangun jiwa religius, nasionalis, dan humanis agar nantinya mampu mengimplementasikan ilmu yang di dapatnya di tengah-tengah masyarakat.


“UNW Mataram tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga pejuang intelektual yang cinta agama, cinta tanah air, dan cinta kemanusiaan,” ujarnya.


Di akhir sambutan, Rektor berpesan agar mahasiswa memanfaatkan masa kuliah dengan sebaik-baiknya dengan cara mengoptimalkan daya kreativitas dan inovasi, serta tidak henti-hentinya melakukan proses transformasi diri kalau ingin mimpi dan cita-citanya tercapai.


“Jangan takut gagal, jangan takut mencoba. Sebab setiap tokoh besar dalam sejarah pernah menjadi aksara muda yang belajar dari jatuh bangun dan perjuangan tanpa henti.” pesannya.


Sementara itu, Densus 88 Polda NTB selaku Nara sumber pengisi materi wawasan kebangsaan memesankan supaya para mahasiswa jangan sampai menjadi korban dari disrupsi digital dan arus globalisasi yang berpotensi mengikis kepekaan sosial, toleransi dan kecintaan terhadap sesama anak bangsa sebagai penyebab terjadinya perpecahan, intoleransi bahkan tindakan terorisme, dengan cara memperdalam wawasan dan pengetahuan mengenai nilai-nilai agama dan kebangsaan dalam berproses di UNW Mataram.


"Kami percaya UNW Mataram sebagai kampus yang pendirinya adalah pahlawan nasional mampu menjaga adek-adek dari paham-pahan terorisme yang menimbulkan sikap intoleransi dan perpecahan sesama anak bangsa. Di kampus ini perdalamlah pemahaman agama dan kebangsaan agar kecintaan kepada sesama Ummat dan anak bangsa tidak terkikis." Pesannya. 


Sebagai informasi tambahan, pada tahun akademik 2025/2026 ini,  mahasiswa baru yang mendaftar di UNW Mataram berjumlah 3.525 orang.


Monday

Teror Penembakan Oleh Sniper Beredar Pasca Demo 30 Agustus 2025; Masyarakat NTB Dihimbau Tetap Tenang

Abdul Mukmin Rifai Yasin, M.Si.; Sekjen Pimpinan Pusat HIMMAH NW

Mataram (harianbumigora.com) -- Pasca aksi demo 30 Agustus 2025 di kantor DPRD NTB yang mengakibatkan kantor wakil rakyat NTB ini terbakar, beredar isu-isu negatif yang meneror masyarakat. Isu-isu tersebut membawa-bawa nama aparat kepolisian dimana dikatakan bahwa ada sniper bersembunyi di titik-titik tertentu untuk membidik pihak-pihak yang menjadi targetnya. Akibat isu ini kepanikan terjadi di beberapa tempat di wilayah NTB.



Zaenal Mukhlis, salah seorang tokoh muda Desa Sengkerang Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah menyampaikan suasana kekhawatiran di tengah-tengah masyarakat. Pasalnya informasi ini menurutnya menyebar lewat berbagai What's App Grup dan langsung sampai kepada masyarakat bawah.


"Sampai masyarakat takut melepas anaknya untuk ke sekolah, karena masyarakat mendapat kiriman di What's App grup yang menyatakan adanya sniper di titik-titik tertentu untuk menembak orang yang ditargetkannya. " Ungkap Zaenal Mukhlis. (01/09/2025)


Pria yang akrab dipanggil Zen, ini juga menyampaikan bahwa keresahan masyarakat sudah cukup mengkhawatirkan.


"Masyarakat dicekam ketakutan karena isu ini dan saya hawatir masyarakat menganggap benar isu jahat seperti ini. Ditakutkan jangan sampai informasi ini ditelan mentah-mentah oleh masyarakat yang bisa memicu ketidakpercayaan kepada pemerintah." Ujarnya.


Zaenal Mukhlis melanjutkan kekhawatiran dirinya jangan sampai masyarakat menganggap bahwa presiden prabowo itu tega melakukan pembunuhan warganya sendiri.


"Masyarakat mengatakan bahwa Prabowo kejam kalau melakukan pembunuhan kepada rakyatnya sendiri." Lanjut Zen.


Menutup pernyataannya dalam sesi wawancara, Zen berharap seluruh tokoh, baik pihak pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda turun tangan bergotong royong menenangkan masyarakat agar tidak termakan isu-isu hoaks seperti ini. 


Di lain pihak, Sekretaris Jendral Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan (Himmah NW) Abdul Mukmin Rifai Yasin, M.Si mengungkapkan bahwa penyebaran isu-isu seperti ini adalah upaya provokasi jahat dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menghendaki suasana chaos di tengah-tengah masyarakat demi kepentingan pribadi.


"Ini sudah merupakan provokasi jahat untuk mengadu domba masyarakat dengan pemerintah. Ada oknum-oknum penghianat bangsa yang tidak menghendaki pembangunan dibawah pemerintahan Bapak Prabowo Subianto berjalan sebagaimana mestinya. Oknum-oknum ini menghendaki susana gaduh dan negara lumpuh." Paparnya.


Dilain pihak Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) dalam edarannya tertanggal 30 Agustus 2025 mengajak masyarakat untuk bersabar dan menahan diri serta memperbanyak do'a untuk negara dan bangsa Indonesia sebagai bentuk ikhtiar positif dalam menyikapi suasana yang sedang dihadapi saat ini.


Sementara itu, dalam edaran resmi Gubernur NTB yang juga tertanggal 30 Agustus 2025, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal selaku gubernur menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik karena pemerintah akan melakukan upaya terbaik untuk menjaga agar suasana tetap damai di NTB. Selain itu, Gubernur Iqbal juga menghimbau kepada pihak sekolah supaya tetap membuka sekolah seperti biasa untuk melaksanakan proses belajar-mengajar dan melakukan acara imtak untuk menyampaikan pesan-pesan kesejukan dan kedamaian kepada para siswanya.