Saturday

Kemendikdasmen Gelar Seminar Nasional Perlindungan Anak bagi Guru PAUD, Luncurkan Buku Edukatif dan Inklusif

 



 Jakarta (Harianbumigora.com — Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan seminar nasional bertema “Edukasi Perlindungan Anak bagi Guru PAUD” sebagai upaya mendorong terciptanya ruang belajar yang aman dan ramah anak di seluruh satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia.


Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA), dengan mengangkat tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat menuju Indonesia Emas 2045”.


Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa lingkungan belajar bagi anak usia dini harus terbebas dari kekerasan dalam bentuk apa pun. "Guru PAUD tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga pelindung dan pengasuh kedua bagi anak-anak. Lingkungan belajar harus aman, hangat, dan mendukung tumbuh kembang anak secara holistik," ujarnya di Jakarta, Kamis (17/7).


Senada, Dirjen GTK PG, Nunuk Suryani, menyebut bahwa PAUD adalah fondasi penting dalam membangun peradaban bangsa. Ia menambahkan bahwa seminar ini bukan hanya sarana edukasi tetapi juga inspirasi bagi guru-guru di seluruh Indonesia untuk lebih siap dalam menerapkan prinsip child safeguarding di satuan pendidikan.


“Perlindungan anak adalah tanggung jawab kolektif, tidak hanya orang tua atau pemerintah. Seminar ini menjadi titik penting dalam memperkuat kesadaran itu,” kata Nunuk.


Peluncuran Buku Cerita 7 Kebiasaan Anak Hebat dan Buku Saku Pendidikan Inklusi

Pada momen yang sama, Kemendikdasmen melalui Direktorat Guru PAUD dan PNF meluncurkan dua buku penting: Seri Buku Cerita 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Seri Buku Saku Pendidikan Inklusi bagi Guru PAUD. Buku ini dikembangkan oleh para guru PAUD sendiri dan diharapkan menjadi referensi nasional dalam membentuk karakter anak serta penerapan pendidikan inklusif di satuan PAUD.


“Harapannya, buku-buku ini segera mendapatkan ISBN dan digunakan secara luas oleh guru-guru PAUD sebagai media pembelajaran yang inspiratif,” kata Nunuk.


Selain itu, pelatihan dongeng juga direncanakan sebagai bagian dari program penguatan kompetensi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran secara menyenangkan.


Komitmen Pemerintah: PP No. 17/2025 dan RPL Guru PAUD

Direktur Guru PAUD dan PNF, Suparto, menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam perlindungan anak, terutama dengan telah diterbitkannya PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak. Ia juga mendorong kemitraan antara guru dan orang tua dalam meningkatkan kesadaran terhadap potensi kekerasan di lingkungan anak.


Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat program afirmasi kualifikasi guru PAUD melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) agar para guru dapat menempuh S1 hanya dalam satu tahun serta mengikuti pendidikan profesi guru.


Staf Ahli Kemendikdasmen, Mariman Darto dan Biyanto, secara terpisah menyatakan optimisme terhadap berbagai program strategis tersebut sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam membentuk Generasi Emas 2045 yang tangguh dan berkarakter.



Kemendikdasmen Tetapkan Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025, Tegaskan Penguatan Kurikulum dan Tambahan




Jakarta (Harianumigora.com) — Melansir keterangan resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pemerintah telah menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025 sebagai revisi atas Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024. Aturan ini menjadi landasan baru dalam penyelenggaraan kurikulum di jenjang PAUD, pendidikan dasar, dan menengah, serta akan diberlakukan mulai tahun ajaran 2025/2026.


Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menegaskan bahwa regulasi terbaru ini tidak mengubah substansi kurikulum yang berlaku, melainkan bersifat administratif dan penguatan arah kebijakan. 


“Salah satu bentuk penyesuaian yang dilakukan adalah perubahan nomenklatur kementerian. Kini, urusan pendidikan dasar dan menengah berada di bawah Kemendikdasmen,” ujarnya dalam siaran pers.


Lebih lanjut, Toni menjelaskan bahwa Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 tetap menjadi acuan utama dalam proses pembelajaran. Namun, penyesuaian dilakukan pada bentuk dan struktur kegiatan kokurikuler, yang kini didesain lebih integratif, tematik, dan berbasis proyek. Upaya ini bertujuan meningkatkan relevansi antara pengetahuan akademik dan praktik nyata.


Dalam aspek pendekatan pembelajaran, Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 mendorong implementasi pembelajaran mendalam (deep learning). Strategi ini mengedepankan pemahaman konsep secara menyeluruh, penguatan keterampilan berpikir kritis, serta refleksi dalam proses belajar peserta didik.


Menyesuaikan perkembangan teknologi global, Kemendikdasmen juga menambahkan mata pelajaran pilihan baru, yaitu Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI). Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk membekali generasi muda dengan keterampilan abad ke-21, khususnya di era digital dan disrupsi teknologi.


"Selain itu, penyesuaian istilah dalam dokumen kurikulum juga dilakukan. “Istilah ‘Profil Pelajar Pancasila’ diubah menjadi ‘Profil Lulusan’ sebagai bagian dari penyelarasan dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL),” terang Toni.


Dalam upaya penguatan karakter, kegiatan kepanduan kini menjadi bagian wajib dari pilihan kegiatan ekstrakurikuler. Hal ini bertujuan membentuk karakter peserta didik yang mandiri, memiliki jiwa kepemimpinan, serta menjunjung tinggi semangat gotong royong.


Masih dalam dokumen regulasi tersebut, dilakukan pula penyesuaian alokasi waktu terhadap sejumlah mata pelajaran. Pengurangan waktu ini dirancang secara proporsional tanpa mengurangi capaian pembelajaran, agar tercipta keseimbangan antara aspek akademik dan pengembangan diri.


Melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya dalam menghadirkan sistem pendidikan yang adaptif, kontekstual, dan bermakna, serta mendorong terwujudnya visi besar 'Pendidikan Bermutu untuk Semua'.


Ramai Pendaki, Jalur Menuju Danau Segara Anak Rinjani Ditutup Sementara

 

Arsip: Pada hari Kamis, 17 Juli 2025, helikopter SAR tiba untuk membantu evakuasi pendaki asal Belanda yang terjatuh di Gunung Rinjani di Pulau Lombok, NTB. (Antara)


Harianbumigora.com – Lonjakan jumlah pendaki di Gunung Rinjani sepanjang tahun ini membuat pihak pengelola, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), mengambil langkah tegas. Salah satu jalur favorit pendaki, yakni Pelawangan Sembalun menuju Segara Anak, diputuskan untuk ditutup sementara demi alasan keselamatan.


Mengutip pemberitaan dari ntvnews.id, hingga pertengahan 2025 ini, tercatat 36.500 orang telah mendaki Gunung Rinjani, dengan sekitar 18 persen di antaranya merupakan wisatawan mancanegara. Kepala BTNGR, Yarman, menyebutkan mayoritas pendaki asing datang dari Prancis, Eropa, dan Malaysia.


“Sekarang memang lagi tinggi-tingginya pendakian,” kata Yarman sebagaimana dilaporkan ntvnews.id, Jumat (19/7).


Adapun penutupan jalur ini dipicu oleh insiden kecelakaan yang menimpa dua wisatawan asing berturut-turut pada pertengahan Juli lalu. Masih menurut ntvnews.id, pada 16 Juli 2025, seorang pendaki asal Swiss, Benedikt Emmenegger, mengalami kecelakaan di sekitar jalur menuju Jembatan Besi sebelum Danau Segara Anak. Keesokan harinya, Sarah Tamar van Hulten, wisatawan asal Belanda, juga mengalami musibah di jalur yang sama.


Sebagai langkah antisipasi, BTNGR menutup akses pendakian dari Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak, termasuk melalui aplikasi resmi pemesanan tiket, e-Rinjani.


Langkah ini diambil BTNGR guna memastikan pengelolaan kawasan wisata dan konservasi tetap berjalan secara berkelanjutan, serta demi menjaga keselamatan seluruh pengunjung.

Komisi X DPR RI Apresiasi Kinerja dan Realisasi Anggaran Kemendikdasmen TA 2024




Jakarta (Harianbumigora.com) — Komisi X DPR RI memberikan apresiasi tinggi terhadap realisasi anggaran dan capaian program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Tahun Anggaran (TA) 2024. Apresiasi ini disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di Gedung DPR RI.


Dalam paparannya, Menteri Mu’ti menyampaikan bahwa laporan keuangan Kemendikbudristek TA 2024 telah disusun berdasarkan Sistem Pengendalian Internal (SPI) yang memadai dan telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan hasil opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).


“Realisasi anggaran ini mencerminkan komitmen Kemendikdasmen dalam mengelola anggaran secara akuntabel dan berkualitas,” ujar Menteri Mu’ti, Rabu (16/7).


Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengapresiasi capaian kinerja yang meningkat serta konsistensi Kemendikdasmen dalam meraih opini WTP dari BPK selama beberapa tahun terakhir.


“Kami mendorong agar prestasi ini terus dipertahankan dan ditingkatkan dalam pengelolaan anggaran pendidikan nasional,” ucap Hetifah.


Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, juga mengapresiasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini yang berjalan lancar. Ia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan untuk menyempurnakan sistem tersebut ke depan.


Sementara itu, Esti Wijayati, Wakil Ketua Komisi X sekaligus Ketua Panitia Kerja Pendidikan Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), menyoroti perlunya peningkatan anggaran afirmasi untuk memperbaiki angka lama sekolah di daerah 3T.


“Perlu perhatian serius untuk mendorong pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, khususnya 3T,” tegas Esti.


Menteri Mu’ti menyampaikan bahwa capaian target Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKSS) dalam Rencana Strategis Kemendikdasmen telah optimal. Hal ini termasuk peningkatan hasil asesmen literasi dan numerasi peserta didik, serta peningkatan indeks kepuasan pemangku kepentingan terhadap layanan pendidikan.


“Tujuh tahun berturut-turut kami memperoleh nilai kerja anggaran kategori sangat baik, dengan skor terakhir mencapai 96,93%,” ungkap Mu’ti.


Kemendikdasmen akan terus melanjutkan reformasi pendidikan melalui realisasi anggaran yang berorientasi hasil dan berdampak langsung pada akses serta mutu layanan pendidikan nasional.



Kinerja Kemendikbudristek


Rencana Strategis Kemendikdasmen


Evaluasi anggaran pendidikan



Jika Anda butuh versi pendek untuk WhatsApp atau media sosial, atau label berita untuk WordPress, tinggal beri tahu saja.



Kemah Budaya Warnai Festival Lakey, Pramuka Se-NTB Tunjukkan Semangat Persaudaraan



Dalam rangka memeriahkan Festival Lakey dan mempererat tali persaudaraan antar kader Pramuka, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Dompu menggelar Kemah Budaya Se-Nusa Tenggara Barat di Bumi Perkemahan Lakey, Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u.


Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Juli 2025 ini secara resmi dibuka oleh Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE, pada Jumat (18/07/25). Sebanyak 520 peserta dari kalangan Penegak dan Pembina Pramuka dari 10 kabupaten/kota se-NTB turut ambil bagian.


Dalam sambutannya, Bupati Bambang Firdaus menegaskan bahwa perjuangan para pahlawan bangsa merupakan sesuatu yang sangat besar. Namun, menurutnya, perjuangan itu akan menjadi sia-sia jika tidak dilanjutkan dengan semangat membangun di berbagai bidang.


“Melanjutkan pembangunan, haruslah diisi oleh anak-anak muda yang energik, cerdas, kuat dan bermental ksatria. Saya yakin dan percaya semua itu ada pada anak-anakku yang berdiri di depan saya—kader Pramuka yang telah diuji dalam berbagai situasi dan kondisi,” ungkapnya penuh semangat.


Ia menekankan bahwa perkemahan budaya dalam momentum Festival Lakey ini bukan sekadar kegiatan berkumpul dan mendirikan tenda, tetapi lebih dari itu: menjadi ruang pembentukan jati diri serta latihan sikap dan mental dalam menatap masa depan yang lebih baik.


Bupati Bambang juga menyampaikan bahwa Visi Kabupaten Dompu salah satunya adalah "Berbudaya". Oleh karena itu, dalam rangkaian festival ini, akan dilangsungkan pula ritual budaya tari “Ou Balumba”.


“Tari ini bukan hanya untuk memeriahkan festival atau memecahkan rekor MURI, tetapi sebagai upaya mengenalkan kepada generasi muda, masyarakat Indonesia, bahkan dunia, bahwa Dompu punya budaya dan ciri khas yang perlu dijaga serta diwariskan,” tegasnya.


Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran Forkopimda dan Pemkab Dompu, antara lain Dandim 1614/Dompu, Sekda, Staf Ahli, Asisten, para pimpinan perangkat daerah, Ketua TP-PKK Kabupaten Dompu, unsur Muspika Kecamatan Hu’u, serta insan pers dari berbagai media cetak dan elektronik.

MAS Lestarikan Budaya Ngayu Ayu; Gubernur NTB Miq Iqbal Dukung Penuh

 



Harianumigora.com-Majelis Adat Sasak gelar Upacara Adat tradisi masyarakat adat Pulau Lombok, khususnya Lombok Timur pada 17 Juli 2025. Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal selalu penanggung jawab pemerintahan di daerah menyambut baik digelarnya acara ini. Bagi Miq Iqbal sapaan akrab mantan Dubes Turki yang pada kesempatan tersebut hadir bersama Ketua TP PKK NTB dan sejumlah Kepala perangkat daerah lingkup Prov NTB seperti Kadis Kominfotik H Yusron Hadi menyebut, bahwa tradisi adat Ngayu Ayu ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur terhadap kemakmuran dan kesejahteraan yang diberikan Allah SWT.


"Kegiatan ini sebagai penghormatan kepada Gunung Rinjani, bentuk tradisi menjaga keseimbangan alam. Ia berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan," ujarnya saat memberi sambutan pada upacara adat Ngayu Ayu di Sembalun, Lombok Timur, Kamis (17/7/2025).


Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin menyatakan, Tradisi Ngayu Ayu bukan hanya sekadar budaya melainkan menyimpan tuntunan, doa, dan harapan. Karena itu generasi muda Sembalun diharapkan tidak sekadar menghadiri dan mengikuti kegiatan tersebut, tetapi dapat diteruskan dan diimplementasikan di masa-masa mendatang. 


Bupati juga menyatakan, Ngayu Ayu di dalamnya menggambarkan hubungan dengan alam dan isinya. Ngayu Ayu diingatkannya sebagai salah satu bentuk pelesatarian adat budaya di kawasan Utara Lombok Timur, sementara wilayah-wilayah lainnya juga menyimpan tradisi adat budaya yang tidak kalah menarik. Karena itu Bupati menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang senantiasa menjaga kelatarian adat budayanya.


“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Lombok Timur, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh yang hadir, Bapak Gubernur, masyarakat adat, ratu dan raja, dari berbagai wilayah di Indonesia, yang tetap dengan penuh khidmat mengikuti Ngayu Ayu di Sembalun ini,” demikian Bupati.


Untuk diketahui, Tradisi Ngayu Ayu yang dilaksanakan tiga tahun sekali ini dimulai dengan pengambilan air dari 13 mata air oleh pemangku adat Sembalun untuk dikumpulkan di Berugak Desa Sembalun Bumbung. 


Ritual dilanjutkan dengan pembacaan lontar oleh para Pujangga Sasak dan sesampang atau pemberitahuan kepada leluhur dan penguasa alam. Sesudah itu dilakukan penyembelihan kerbau yang kemudian kepalanya dikubur sebagai pantek atau pasak bumi Sembalun dan Lombok Timur umumnya.


Pada hari berikutnya dengan pemberangkatan air dari berugak desa menuju lapangan upacara adat. Prosesi ini diikuti pemuka adat dan pemuka masyarakat diiringi tarian tandang mendet. Puncaknya adalah mapakin yang diawali dengan silaturahmi antara sesepuh adat dengan para tamu undangan. 


Tamu undangan tidak saja berasal dari masyarakat dan pemimpin bangsa sasak melainkan dari berbagai daerah lainnya yang ada di Nusantara. Mapakin dilanjutkan dengan tiga prosesi lemparan ketupat sebagai perlambang kesempurnaan shalat lima waktu, kesempurnaan bulan (purnama) dan 25 Nabi dan Rasul.


Prosesi adat ini ditutup dengan Perang Pejer atau perang penolak bala dan penumpahan air dari seluruh mata air di Kali Pusuk sebagai perlambang penyatuan bumi, air, hutan, dan komponen alam lainnya.

Wakil Gubernur Resmi Kukuhkan Pengurus DPW AAIPI NTB; APIP Lokomotif Pemerintahan yang Bersih

 



Harianbumigora.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., secara resmi mengukuhkan kepengurusan Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (DPW AAIPI) Provinsi NTB untuk masa bakti 2025–2028, bertempat di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB pada Jumat (18/7).

Dalam sambutannya, sosok yang akrab dipanggil Umi Dinda ini menyampaikan apresiasi dan selamat kepada jajaran pengurus baru, seraya menekankan pentingnya peran auditor internal dalam mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

“Organisasi ini menjadi wujud komitmen kolektif para auditor untuk mendorong transformasi sistem pengawasan intern pemerintah, khususnya di tingkat daerah. DPW AAIPI NTB harus menjadi lokomotif perubahan dan mitra strategis dalam pembangunan daerah,” ujar Wagub NTB.

Selain, ia juga menyampaikan apresiasi atas peningkatan kapabilitas seluruh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di NTB yang telah mencapai Level 3 atau level Integrated, sebuah indikator kematangan dalam pelaksanaan fungsi pengawasan internal pemerintah.

“Ini bukan hanya capaian, tetapi juga tanggung jawab untuk terus menjaga kualitas pengawasan agar sejalan dengan tuntutan reformasi birokrasi dan harapan masyarakat,” tegasnya.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru ini, Umi Dinda berharap AAIPI NTB mampu menjadi wadah koordinasi, komunikasi, dan penguatan kompetensi para auditor internal di daerah, serta menjembatani aspirasi dari tingkat kabupaten/kota hingga ke pusat.

AAIPI sebagai organisasi profesi para auditor internal pemerintah, lanjutnya, memiliki posisi strategis dalam memperkuat peran APIP untuk menghadirkan pengawasan yang adaptif, independen, dan profesional di tengah dinamika pembangunan.

Di lain pihak, Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (DPN AAIPI), Iwan Taufik Perwanto, SE., MBA, CGCAE, menegaskan pentingnya peran AAIPI sebagai wadah profesional bagi para Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan akuntabel. Ia juga menekankan pentingnya standar profesi, kode etik, dan pengembangan kompetensi anggota sebagai pondasi utama dalam pelaksanaan tugas pengawasan.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjadikan APIP sebagai mitra strategis dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan berdaya saing. Oleh karena itu, sinergi antara pusat dan daerah harus terus diperkuat, termasuk dalam membangun kapasitas dan memperluas ruang kolaborasi,” ujar Iwan dalam sambutannya.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan slogan AAIPI tahun 2025, yaitu “Berdaya, Kokoh, dan Terpercaya.” Slogan ini diharapkan menjadi semangat yang menyatukan seluruh anggota AAIPI di wilayah NTB dalam menjalankan peran pengawasan internal secara profesional dan berintegritas.

Kepengurusan DPW AAIPI NTB yang baru dikukuhkan terdiri dari unsur Inspektorat Provinsi, Inspektorat Kabupaten/Kota, serta perwakilan dari instansi pengawasan lainnya di wilayah Nusa Tenggara Barat. Struktur organisasi ini juga mencakup beberapa komite penting seperti Komite Kode Etik, Komite Telaahan Sejawat, dan Komite Pengembangan Kompetensi

Podcast Bintang Ke-12 Diskominfotek NTB: Demokrasi dan Pentingnya Literasi

 



Harianbumigora.com— Diskominfotik NTB pada 18/7/2025 kembali mengadakan Podcast Bintang dengan tema "Literasi Media dan Perbukuan dalam Pusaran Demokrasi". Ini adalah podcast edisi ke-12 dan kali ini dipandu secara interaktif sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat luas dan diseminasi informasi publik. Obrolan berlangsung di Ruang Podcast Bintang Kantor Diskominfotik NTB. 


Narasumber yang hadir kali ini adalah Pegiat Literasi Perbukuan sekaligus Politisi Nurdin Ranggabarani. Membagikan perspektif, terkait pentingnya literasi dan budaya pustaka di kalangan politisi dan publik. Menurutnya, perpustakaan besar di DPR RI menjadi bagian penting dalam memperkuat landasan teoretis serta referensi pembuatan regulasi. Menegaskan politisi, baik yang duduk di parlemen maupun aktivis politik, mesti akrab dengan literatur dan menulis pemikiran kritis terhadap peristiwa sosial-politik.


“Parlemen agar akrab dengan buku. Mereka juga harus menuliskan pikiran-pikiran kritis terhadap peristiwa. Jangan sampai mereka abai terhadap wacana yang berkembang, melalui literasi demokrasi,” ungkap mantan wartawan Majalah Sinar itu. 


Nurdin menambahkan, perpustakaan modern kini telah bertransformasi ke buku digital. Fasilitas log-in dan akses daring memungkinkan masyarakat, termasuk politisi, mengakses bahan bacaan kapan saja dan darimana saja.


“Perpustakaan maju dunia, sudah bertransformasi ke media digital sehingga sekarang banyak buku digital. Untuk membacanya, kita perlu akses yang berkaitan dengan perpustakaan. Adanya gawai itu, lebih mempermudah kita mengakses dan membacanya,” ujar penulis buku yang telah mengorbitkan tujuh karya itu.


Dirinya menambahkan, pernah mengunjungi beberapa perpustakaan di beberapa negara. Perpustakaan yang fokus pada satu kajian tematik sehingga menurutnya, pembaca mudah mencari literatur inti dalam perpustakaan yang telah jelas spesifik koleksinya. Model perpustakaan tematik juga disebutnya bermanfaat. Misalnya membayangkan adanya perpustakaan mengenai Gunung Rinjani atau Gunung Tambora, panduan pendakian, hingga sejarah lokal dan kisarannya bisa diakses oleh siapa pun secara fisik manual maupun digital.


“Saya dan kawan-kawan sedang mengembangkan ini di Sumbawa. Jadi nanti, anak cucu kita bisa melihat dan mengenal sejarah kita tentang peran tokoh-tokoh NTB yang hebatnya luar biasa,” imbuhnya. 


Nurdin juga berbagi wawasan proses kreatif menulis yang melihat besarnya peran dari tokoh-tokoh NTB yang belum banyak tercatat oleh sejarah.


“Saat menulis sebuah buku, kita membutuhkan kesan dan semangat. Jika kita tidak memanfaatkan buku untuk menulis sejarah atas peristiwa hebat, kita akan kehilangan sejarah luar biasa yang pernah ada oleh orang terdahulu,” tuturnya.


Narasumber kedua dalam podcast ini adalah Pegiat Literasi Media Yusuf Tantowi menggarisbawahi pentingnya memperkuat kemampuan mendengar, berpikir kritis, dan ketahanan mengidentifikasi arus informasi hoaks.


“Kita wajib memiliki mindset kritis, agar tidak mudah terbuai oleh informasi yang mengandung hoaks,” tegasnya.


Menurut Tantowi, era digital menuntut perubahan cara wartawan dan khalayak menyampaikan informasi. Kini bukan hanya melalui tulisan, tetapi juga narasi yang kuat dalam bentuk visual di media sosial platform digital.


"Kalau dulu, mungkin wartawan hanya menulis saja tak tampak fotonya dan suaranya. Kini, selain menulis berita, redaktur media perlu menyampaikan tajuk atau pendapat medianya melalui gambar dan suara. Saat ini, media mengalami konvergensi yang memungkinkan bukan hanya tulisan tetapi memanfaatkan media sosial platform digital," urai penulis buku sekaligus aktivis Lapeksdam NU itu.


Podcast Bintang edisi ke-12 ini menjadi ruang refleksi strategik, pentingnya literasi perbukuan untuk mengabarkan informasi atau peristiwa ketokohan yang mungkin belum terpublikasi. Sedangkan meningkatnya pemahaman masyarakat atau netizen terhadap literasi media dapat mengidentifikasi dan membedakan mana informasi yang hoaks dan manakah informasi yang sesungguhnya. 


Melalui podcast ini diharapkan, kemampuan menulis dan membaca serta membangun budaya sarana pustaka sesuai perkembangan zaman dibutuhkan. Kesinambungan antara masifnya literasi perbukuan dan pemahaman terhadap literasi media bertautan serta berdampak pada sehat segarnya demokrasi kita.

Friday

Kemenpar Kordinasikan Semua Pihak Bentuk Rescue Center Di Gunung Rinjani

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal menyaksikan proses pelatihan penyelamatan "Rinjani Resque Vertical Evacuation" yang diikuti komunitas pendaki, relawan, guide, dan porter di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (17/7/2025).


Harianbumigora.com - Dalam rangka meningkatkan efektivitas dalam proses rescue, kementerian Pariwisata memperkuat koordinasi bersama pihak-pihak terkait untuk menyiapkan rescue center dan pelatihan bagi pemandu wisata gunung sebagai upaya memperkuat sistem keamanan bagi wisatawan.


"Saat ini, pembentukan rescue center dan pelatihan bagi pemandu wisata gunung sedang dalam tahap persiapan," kata Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto.


Hal senada juga disampaikan oleh kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR),Heriyanto dalam Rapat Persiapan Pelatihan Berbasis Kompetensi Bidang Pemandu Wisata Gunung pada tanggal 10 Juli 2025


Hariyanto menjelaskan rapat persiapan tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk BASARNAS, BTNGR, LSP Pramindo, serta perwakilan Asosiasi Pendaki Gunung Indonesia (APGI) Nusa Tenggara Barat.


Heriyanto lebih lanjut mengatakan bahwa Bersama dengan BTNGR, pemerintah telah menginisiasi pembentukan posko terpadu di Sembalun dan sudah ada sekitar 8 personel yang tengah mengikuti sertifikasi rescue di Bandung. Jumlah pemandu dan porter juga sudah mulai dipetakan, termasuk data jumlah yang telah dan belum tersertifikasi. Selain itu, lanjut Heriyanto, BASARNAS juga menyatakan kesiapan untuk mendukung pelatihan keselamatan dan standardisasi di destinasi pariwisata, termasuk dalam hal pertolongan pertama dan evakuasi.


"Fokus tahun ini adalah sertifikasi pemandu baru, sedangkan pemandu lama yang sertifikasinya telah kedaluwarsa direncanakan untuk disertifikasi ulang pada tahun depan," Ungkapnya.


Nantinya lanjut Heriyanto, terdapat modul pelatihan keselamatan dan mitigasi risiko yang sudah disusun Kementerian Pariwisata termasuk mengenai vertical rescue sampai dengan bantuan hidup dasar.


Secara keseluruhan, katanya, meskipun pelaksanaan di lapangan belum sepenuhnya berjalan, perencanaan dan koordinasi lintas lembaga sedang berlangsung secara intensif, menandakan bahwa program ini sudah bergerak menuju tahap implementasi papar Heriyanto.


Sebelumnya, Hariyanto menyatakan bahwa upaya ini merupakan tindak lanjut dari musibah yang menimpa WNA asal Brazil, Juliana Marins beberapa waktu lalu.


Heriyanto kembali menegaskan, upaya yang akan pemerintah laksanakan dalam jangka waktu menengah berupa penambahan alat evakuasi darurat di pos-pos shelter pendakian sebagai penyelamatan awal sebelum TIM SAR dekat, penambahan pelatihan pemandu wisata gunung dan porter untuk rescue darurat, dan digitalisasi Jalur Rinjani 360 untuk bahan breefing pendaki.Sementara rencana jangka panjang pemerintah akan membuat pembangunan penambahan pos shelter di jalur pendakian dan melengkapi setiap pos shelter dengan peralatan darurat penyelamatan.

Pendaki Asal Belanda terjatuh di Gunung Rinjani; Selamat Dievakuasi

 

Helikopter SAR mendarat untuk melakukan upaya evakuasi pendaki asal Belanda yang terjatuh di Gunung Rinjani (Antara) 


Harianbumigora.com - Seorang perempuan pendaki asal Belanda yang tinggal di Denmark, Sarah Tamar van Hulten-21 dilaporkan terjatuh di jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak, Gunung Rinjani pada Kamis.


"Laporan kami terima tadi siang Kamis) dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR)," kata Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi. di Mataram, Kamis.


Setelah menerima laporan tentang kejadian, ia langsung berkoordinas dengan tim rescue trdekat. "Tim rescue dari Pos SAR Kayangan segera diberangkatkan. Tim ini menggunakan truk personel dan membawa peralatan mountainering, komunikasi, medis, dan pendukung lainnya," terangnya.


Bukan hanya itu, mengingat medan yang sulit, Hariyadi juga langsung berkoordinasi dengan SGI Air Bali guna melakukan upaya evakuasi lewat jalur udara menggunakan helikopter. 


"Koordinasi kami lakukan dengan SGi Air Bali dan Kepala Kantor SAR Denpasar untuk pengerahan helikopter guna mempercepat proses evakuasi," katanya.


Upaya penyelamatan dari udara pun segera direalisasikan. Helikopter SGi Air Bali dilaporkan telah take off dari Bali menuju lokasi kejadian di Gunung Rinjani pada pukul 15:45 WITA.


"Seluruh tim SAR Mataram dan pihak terkait saat ini berupaya maksimal untuk mengevakuasi korban dengan selamat. Perkembangan lebih lanjut mengenai operasi ini akan terus disampaikan." Lanjut Hariyadi


Setelah bekerja sama ekstra akhirnya para tim berhasil melakukan evakuasi. Pukul 16.54 WITA korban berhasil diterbangkan menuju Denpasar bersama dokter pendamping dan teman korban. 


Pada pukul 17.30 helikopter berhasil landing di hanggar SGI Denpasar dan selanjutnya korban dibawa ke RS. BIMC Kuta Bali untuk dilakukan perawatan. 




Thursday

Ketum PERGATSI Beri Dukungan Penuh Pada FORNAS VIII 2025 di Nusa Tenggara Barat


Ketua Umum Pengurus Besar Gateball Seluruh Indonesia (PB PERGATSI), Diana Kusumastuti bersama jajaran. 

Harianbumigora.com — Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII Tahun 2025 dijadwalkan berlangsung pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2025 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dan akan menjadi panggung semarak bagi ribuan pegiat olahraga rekreasi dari seluruh penjuru Indonesia.


Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (PERGATSI), Diana Kusumastuti, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan FORNAS VIII. Ia menyampaikan optimismenya bahwa kejuaraan ini akan menjadi momentum besar dalam membangkitkan semangat masyarakat untuk hidup sehat dan bugar melalui olahraga.


“Saya, Ketua Umum Persatuan Gateball Seluruh Indonesia, mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan FORNAS VIII di Nusa Tenggara Barat tahun 2025.


 Gateball Indonesia siap mendukung penuh kesuksesan FORNAS VIII. Semoga melalui olahraga Gateball, kita senantiasa diberikan kesehatan, kebugaran, dan kebahagiaan,” ujar Diana, Kamis (17/7/2025).


Diana juga mengaungkan semangat khas keluarga besar Gateball dalam menyambut event tersebut.


“Salam Kormi! Sehat, Bugar, Gembira, Luar Biasa! Salam Gateball—Gateball, Gateball, Gateball, Jaya! Sampai bertemu di NTB!” serunya penuh antusias.


FORNAS VIII 2025 diperkirakan akan diikuti lebih dari 12.000 peserta dari 38 provinsi. Mereka akan bertanding dalam 72 Induk Organisasi Olahraga (Inorga) dengan total 1.152 nomor pertandingan. Selain itu, akan ada 13 Inorga eksibisi dan 3 Inorga undangan dari Gubernur NTB.


Pelaksanaan FORNAS VIII akan tersebar di tujuh wilayah di Provinsi NTB, yakni Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, dan Bima.


Gateball, salah satu cabang olahraga yang dinaungi oleh Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), siap memperlihatkan semangat sportivitas dan kebersamaan dalam pesta olahraga masyarakat terbesar di Tanah Air tersebut.


Salam olahraga… jaya!
Salam KORMI…salam sehat, bugar, gembira, luar biasa!
Salam gateball. Gatebal…gateball…gateball jaya!

Gubernur NTB Tekankan Komitment pembenahan tata kelola wisata Gunung Rinjani

 



Harianbumigora.com - Lalu Muhamad Iqbal Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) menekankan upaya pembenahan tata kelola secara menyeluruh agar dapat meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan bagi wisata pendakian maupun wisata non-pendakian di kawasan Gunung Rinjani.


"Ini adalah momentum bagi kami untuk memperbaiki diri, apapun yang sudah terjadi ya sudah terjadi, ke depan kami memperbaiki diri lebih bagus. Orang harus punya keyakinan kalau mereka datang ke Rinjani selamat," ungkapnya dalam pernyataan yang dikutip di Mataram, Kamis.


Iqbal menyampaikan ada tiga hal mendasar yang sedang dipersiapkan oleh pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan untuk mewujudkan wisata aman dan nyaman di Gunung Rinjani, yaitu penyiapan tim penyelamat, pemasangan signage, dan penempatan peralatan keselamatan di dekat puncak Gunung Rinjani.


Komitment ini mulai ditunjukkan pemerintah pemerintah provinsi NTB melalui arahan Lalu Muhammad Iqbal selalu gubernur. Pada 16-20 Juli 2025, kegiatan pelatihan evakuasi penyelamatan vertikal dilakukan di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Sebanyak 22 orang mengikuti pelatihan itu agar kelak dapat membantu turis yang mengalami kondisi darurat saat berwisata di Gunung Rinjani.


Salah satu materi pelatihan yang dilakukan adalah vertikal rescue. Vertical rescue atau evakuasi penyelamatan vertikal  merupakan teknik evakuasi untuk memindahkan korban dari titik rendah (dasar jurang) ke tinggi atau sebaliknya pada medan terjal.


"Sebanyak 22 orang ikut pelatihan, tetapi 10 orang kami lakukan sertifikasi standar internasional untuk melakukan vertical rescue," kata Iqbal.


Iqbal juga ia menyampaikan bahwa papan tanda atau signage segera dipasang dari mulai awal pintu masuk pendakian hingga ke puncak Gunung Rinjani. Papan tanda memuat beragam informasi dan petunjuk yang berguna bagi para turis.


Pengadaan papan tanda tersebut dilakukan oleh jenama lokal yang menyediakan berbagai perlengkapan serta peralatan berkegiatan di alam bebas, seperti berkemah ataupun mendaki gunung.


Lebih lanjut, Iqbal mengatakan bahwa peralatan keselamatan yang memenuhi standar segera dibeli untuk diletakkan pada posko darurat dekat puncak Gunung Rinjani agar memudahkan proses evakuasi korban.


"Kalau nanti ada kebutuhan penyelamatan (peralatan) tidak dibawa dari bawah ke atas yang sangat jauh, tetapi dibawa dari atas ke bawah, sehingga proses rescue lebih cepat," pungkas Iqbal. 

Wednesday

Demi Capai Target Vaksinasi di NTB, Pj Sekda Dorong Pemberian Imunisasi Tepat Sasaran



Harianbumigora.com – Dalam rangka memperkuat cakupan imunisasi rutin, memperkenalkan vaksin baru, serta mengoptimalkan vaksinasi kejar bagi anak usia dini, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) bersama sejumlah mitra strategis menyelenggarakan Workshop Advokasi Penguatan Imunisasi dan Vaksinasi Kejar di PAUD, Rabu (16/7), bertempat di Prime Park Hotel Mataram.


Mewakili Gubernur NTB, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Moh. Faozal, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas inisiatif IAKMI dan para mitra dalam mendukung program imunisasi anak di wilayah NTB. Menurutnya, imunisasi tidak semata-mata menjadi urusan kesehatan, melainkan juga merupakan bentuk investasi penting bagi keberlangsungan generasi unggul NTB di masa depan.


“Imunisasi bukan hanya urusan kesehatan, tapi juga investasi jangka panjang bagi kualitas generasi masa depan NTB. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh upaya percepatan cakupan imunisasi, termasuk melalui sinergi lintas sektor dan penguatan peran PAUD dalam edukasi kesehatan,”  tegas Faozal dalam sambutannya.


Ia juga menekankan bahwa pelaksanaan program imunisasi harus berbasis data yang valid dan akurat, guna memastikan intervensi tepat sasaran di seluruh wilayah NTB, termasuk di Pulau Lombok dan Sumbawa.


““Kita harus memiliki data yang valid untuk mengetahui di mana masyarakat kita paling membutuhkan imunisasi. Lombok Timur, sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar di NTB, harus menjadi prioritas. Peran Posyandu, kader PKK, dan para ibu sangat penting sebagai ujung tombak dalam melakukan pemetaan di lapangan,” ujarnya.


Namun demikian, Faozal mengakui masih ada tantangan di lapangan, terutama terkait rendahnya partisipasi masyarakat karena kekhawatiran terhadap efek samping imunisasi.


““Masih banyak masyarakat yang menghindari imunisasi karena takut anaknya demam atau mengalami efek samping lainnya. Maka dari itu, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat agar informasi yang benar bisa diterima dengan baik,” tambahnya.


Ia juga berharap agar UNICEF tetap aktif dalam mendukung program imunisasi di NTB, terutama dalam hal fasilitasi langsung di lapangan bersama para pemangku kepentingan.


Sementara itu, perwakilan UNICEF untuk wilayah NTT dan NTB, dr. Alfian, menegaskan bahwa imunisasi merupakan langkah strategis untuk membangun generasi sehat dan tangguh, sesuai visi NTB Emas 2045.


“Imunisasi itu penting di setiap tahapan kehidupan. Contohnya, jamaah haji dari Indonesia diwajibkan menerima imunisasi polio demi menjaga kesehatan saat beribadah. Jadi, imunisasi tak hanya untuk anak-anak,” ungkap dr. Alfian.


Ia menambahkan, imunisasi adalah bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia unggul dan menjadi tanggung jawab bersama semua pihak.


UNICEF, lanjutnya, akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk pendampingan teknis dan edukasi, agar cakupan imunisasi di NTB semakin luas dan merata.


Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari perwakilan Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, akademisi, pengelola PAUD, organisasi profesi, hingga mitra pembangunan seperti UNICEF dan unsur OPD terkait lainnya.

Jika Anda ingin dibuatkan versi siaran pers, infografis, atau caption Instagram berdasarkan berita ini, tinggal beri tahu saya.