![]() |
| Prof. Dr. Fahrurrosi, QH, MA (Direktur Pascasarjana UIN Mataram) |
Monday
KURIKULUM CINTA KEDAMAIAN DAN KEBERSAMAAN DALAM NARASI NORMATIVITAS AGAMA.
UNW Mataram Gandeng BAPPEDA NTB Bekali Dosen Pembimbing Lapangan KKN XXXIII: Kolaborasi Menuju Desa yang Berdaya dan Tangguh
![]() |
| Kepala BAPPEDA NTB Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si dalam sesi menyampaikan materi pembekalan. |
Mataram, (Harianbumigoracom) — Pagi ini, Pukul 09.00 WITA Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNW Mataram bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah(BAPPEDA) NTB. (Senin, 28 Juli 2025)
"Agar masyarakat merasakan langsung manfaatnya, KKN tahun ini menggandeng bersinergi dengan BAPPEDA NTB guna mengusung ikut mewujudkan visi-misi pemerintah daerah, mengentaskan kemiskinan dan mewujud NTB Makmur Mendunia. " Ungkap Alimudin, S.Pt., M. Si., Kepala LPPM UNW Mataram.
Karenanya acara ini diselenggarakan guna memberikan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik-Kolaboratif XXXIII, yang mengusung tema besar "Kolaborasi Menuju Desa Berdaya, Wisata, Berkelanjutan, dan Tanggap Bencana." Tema ini bukan sekadar slogan, tapi mencerminkan arah baru program KKN yang tak hanya bersifat akademik, melainkan juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat., tegas Alimudin.
Dalam sambutannya, Alimudin juga menegaskan pentingnya sinergi antara kampus, pemerintah, dan warga desa.
Melalui kesempatan tersebut, ia menitikberatkan bagaimana KKN kali ini bukan hanya soal rutinitas tahunan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk mendorong transformasi desa secara inklusif dan berkelanjutan.
“Mahasiswa bukan datang membawa solusi instan. Mereka datang untuk belajar, mendengar, dan berkolaborasi bersama bersama seluruh stake holder untuk membangun warga,” ungkap Alimudin.
Hadir pula sebagai pemateri kunci, Kepala Bappeda Provinsi NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si., yang membagikan wawasan tentang arah kebijakan pembangunan daerah, khususnya dalam konteks pemberdayaan desa dan kesiapsiagaan bencana. Ia mendorong para pembimbing lapangan untuk menjadi penghubung antara gagasan akademik dan kebutuhan riil masyarakat.
“Kalau ingin melihat masa depan NTB, lihatlah desa hari ini. Dan di sanalah peran mahasiswa dan dosen sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Acara pembekalan ini diikuti oleh seluruh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang akan mendampingi mahasiswa KKN di berbagai wilayah sasaran. Dalam sesi dialog interaktif, kepala BAPPEDA Iswandi juga menitipkan kepada para dosen agar menekankan pada kesuksesan visi-misi pemerintah daerah sebagai upaya bersama meningkatkan taraf hidup masyarakat.
KKN kali ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya hadir sebagai agen perubahan, tetapi juga sebagai mitra belajar masyarakat desa. Program-program yang akan dijalankan mencakup pemberdayaan ekonomi lokal, pengembangan destinasi wisata berbasis budaya, edukasi mitigasi bencana, serta penguatan kelembagaan desa.
Dengan semangat kolaboratif, UNW Mataram berharap kehadiran mahasiswa dan para dosen pembimbing mampu meninggalkan jejak kebaikan yang berkelanjutan—membangun dari desa, untuk Indonesia yang tangguh.
Tuesday
Demi Tangkal Bahaya Judi Online dan Pinjol Ilegal, JMSI NTB Kolaborasi dengan Bank NTB Syariah, PT Amman, dan Dikbud NTB Gelar Edukasi Digital
Mataram, Harianbumigora.com - Dalam upaya melindungi generasi muda dari bahaya judi online (judol) dan pinjaman online ilegal (pinjol), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Nusa Tenggara Barat (NTB) bekerja sama dengan Bank NTB Syariah, PT Amman Mineral Nusa Tenggara, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB menyelenggarakan kegiatan edukasi digital bertema "Generasi Muda Melawan Judol dan Pinjol Ilegal", Kamis, 17 Juli 2025 di Aula Handayani Kantor Dikbud NTB.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital dan anti-financial crime (anti-fincrime) yang menyasar pelajar SMA/SMK dan mahasiswa di Kota Mataram dan Lombok Barat. Sekitar 80 peserta hadir dengan antusias mengikuti diskusi interaktif yang dipandu moderator Sukri Aruman.
Sejumlah narasumber dihadirkan untuk memberikan perspektif komprehensif, di antaranya:
Melisa Indri Hartanti – Perwakilan OJK NTB
M. Arief Sanjani – Bank NTB Syariah
Ipda I Putu Agus Andre, S.H. – Kanit 2 Subdit 5 Tindak Pidana Siber Ditreskrimsus Polda NTB
Para narasumber menjelaskan modus-modus baru praktik judol dan pinjol ilegal yang menyasar anak muda melalui platform digital, serta memberikan edukasi mengenai pentingnya literasi keuangan dan ketahanan digital sejak dini.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, H. Abdul Aziz, menyampaikan keprihatinannya terhadap makin maraknya kasus pelajar dan mahasiswa yang terjerat praktik ekonomi digital ilegal.
"Literasi keuangan harus dimulai sejak dini. Kita harus bekali anak-anak kita agar tidak mudah tergiur dengan janji kekayaan instan dari praktik ilegal seperti judol dan pinjol,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa pendidikan modern tidak boleh hanya menitikberatkan pada aspek akademik semata, melainkan juga harus mencakup kecakapan hidup, pengelolaan keuangan pribadi, dan kemampuan membedakan informasi kredibel di era digital.
Sementara itu, Ketua Umum JMSI Pusat, Rudi Hidayat, turut hadir dan menyampaikan pentingnya peran media siber dalam menjaga ruang digital tetap sehat dan edukatif.
"Kegiatan ini adalah bentuk nyata komitmen JMSI sebagai organisasi media dalam melindungi generasi muda dari bahaya jerat judol dan pinjol. Edukasi publik harus terus digencarkan dan media harus berada di garis depan,” ujarnya.
Ia menyoroti bahwa informasi di media sosial dan internet sangat cepat diserap generasi muda, sehingga media harus menjadi penyaring informasi sekaligus agen perubahan dalam gerakan literasi digital nasional.
Kegiatan ini menjadi contoh sinergi nyata antara dunia pendidikan, perbankan, kepolisian, dan media dalam mendorong lahirnya generasi muda yang melek digital dan tangguh menghadapi ancaman ekonomi digital ilegal.
“Kerja sama antara dunia pendidikan, media, dan masyarakat sipil sangat dibutuhkan dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya literasi digital dan keuangan,” pungkas Rudi.
Melalui kegiatan ini, JMSI NTB terus membuktikan komitmennya untuk menghadirkan program-program edukatif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan menjawab tantangan zaman di era digital.
Bank NTB Syaiah Salurkan Bantuan Air Bersih Kepada Masyarakat Desa Sekaroh; Wujud Kepedulian Sosial
Lombok Timur – Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan, Bank NTB Syariah kembali menunjukkan peran sosialnya dengan menyalurkan bantuan air bersih di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur.
Bantuan ini disalurkan langsung menggunakan mobil tangki air milik Bank NTB Syariah sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial kemasyarakatan.
Desa Sekaroh diketahui mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau panjang yang melanda sebagian wilayah NTB. Ratusan kepala keluarga terdampak kesulitan mengakses air untuk kebutuhan sehari-hari. Menyadari kondisi tersebut, Bank NTB Syariah hadir dengan menyalurkan ribuan liter air bersih untuk membantu kebutuhan dasar warga.
Branch Manager Bank NTB Syariah KC Selong, Siti Hudaniyah dalam keterangannya menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata dari semangat bersama yang senantiasa menjadi spirit utama Bank NTB Syariah dalam mendampingi masyarakat, terutama dalam situasi darurat.
“Kami hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang siap saling membantu kepada warga yang terdampak kekeringan. Semoga bantuan air bersih ini dapat meringankan beban warga Desa Sekaroh,” ujarnya.
Masyarakat Desa Sekaroh menyambut antusias bantuan ini dan menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian Bank NTB Syariah. Kegiatan ini juga melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat guna memastikan distribusi berjalan tepat sasaran.
Melalui program-program sosial seperti ini, Bank NTB Syariah terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendukung upaya pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Monday
Gubernur NTB di HUT ke‑17 Lombok Utara: Bangun Daerah dengan Cara yang Benar!
![]() |
| Namun Ahyar, Bupati Lombok Utara Foto: Istimewa/iNews NTB) |
Lombok Utara (Harianbunigora.com) –Suasana haru dan harapan menyelimuti perayaan Hari Ulang Tahun ke‑17 Kabupaten Lombok Utara pada Senin (21/7/2025). Dalam momen penting ini, Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, hadir dan menyampaikan seruan tajam tentang pentingnya membenahi tata kelola pemerintahan.
Dalam laporan iNews NTB, Gubernur mengajak semua pihak untuk mengevaluasi perjalanan daerah dan mulai menata ulang sistem birokrasi agar lebih terbuka dan bertanggung jawab.
“Kalau ingin maju, kita harus membangun daerah ini dengan cara yang benar,” kutip Okezone.com dari sambutan Gubernur.
Tak hanya itu, suasana penuh refleksi juga terlihat dari penyampaian Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melanjutkan hal-hal baik dan memperbaiki yang masih tertinggal. Hal ini dilaporkan RRI Mataram, yang turut mencatat kehadiran Wakil Bupati Kusmalahadi dalam upacara tersebut.
Sementara itu, Sindonews NTB menyoroti ajakan Gubernur agar pemerintah kabupaten membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat. “Pemerintahan yang inklusif adalah kunci keberlanjutan,” ungkapnya, seperti dimuat dalam media tersebut.
Aceh dan Kalteng Lepas Kontingen FORNAS 2025, Bawa Semangat Budaya dan Kebugaran ke NTB
![]() |
| (Foto: humas.acehprov.go.id) |
NTB – Menjelang gelaran Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII tahun 2025 di Nusa Tenggara Barat, sejumlah provinsi mulai memberangkatkan kontingen terbaik mereka. Dari Banda Aceh hingga Palangka Raya, semangat budaya, sportivitas, dan kebersamaan menjadi pesan utama yang diusung.
Dari Aceh, seperti dilaporkan oleh Humas Pemerintah Aceh (21/07/2025), Plt Sekretaris Daerah M. Nasir secara resmi melepas kontingen Provinsi Aceh dalam sebuah seremoni yang digelar di Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh. Dalam sambutan tertulis Gubernur H. Muzakir Manaf yang dibacakannya, disebutkan bahwa FORNAS bukan sekadar ajang olahraga, melainkan juga sarana mempererat jalinan sosial antarwarga bangsa.
“Malam ini kita melepas para patriot olahraga rekreasi. Mereka putra-putri terbaik yang akan membawa nama Aceh ke panggung nasional,” kata Nasir, mengutip pernyataan Gubernur.
Dalam laporan yang sama, Nasir juga menekankan pentingnya sportivitas dan disiplin selama mengikuti kegiatan di NTB. Ia berharap para peserta membawa pulang kesan baik dan semangat persaudaraan. “Dengan semangat ‘Aceh Bugar, Aceh Sehat, Aceh Hebat’, kontingen ini akan menorehkan kesan kuat, bukan hanya di arena lomba, tetapi juga di hati sesama anak bangsa dari berbagai penjuru Indonesia,” lanjutnya.
Di tempat lain, MMCKalteng (21/07/2025) melaporkan bahwa Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, juga secara resmi melepas kontingen KORMI Kalteng untuk mengikuti FORNAS VIII. Acara tersebut berlangsung di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Wakil Wali Kota Palangka Raya.
![]() |
| Pelepasan Kontingen KORMI Provinsi Kalteng untuk mengikuti FORNAS VIII NTB Tahun 2025 (Foto: ASP/RIZ/mmc/kalteng.go.id) |
Dalam sambutannya, Edy mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama membangun olahraga masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada pelestarian kearifan lokal. “Dengan terbentuknya 104 Induk Organisasi Olahraga (Inorga), ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk memilih dan memilah cabang olahraga yang sesuai dengan karakteristik daerah,” ujarnya, seperti dikutip MMCKalteng.
Ketua Kontingen KORMI, Rio Wardana, juga menyampaikan bahwa FORNAS menjadi sarana strategis untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing para penggiat olahraga tradisional. Masih dari laporan MMCKalteng, Rio mengatakan, “Ajang ini juga bertujuan untuk memperkenalkan seni dan budaya daerah sebagai daya tarik wisata olahraga tradisional dan kreasi budaya.”
Dari barat ke tengah Indonesia, kontingen-kontingen ini membawa misi yang sama: menjadikan olahraga sebagai penghubung budaya dan semangat kebersamaan. Dan NTB bersiap menjadi tuan rumah pertemuan besar penuh energi dan cerita dari seluruh penjuru negeri.
Sunday
Festival Lakey 2025 Raih Rekor MURI, Gubernur NTB Apresiasi Semangat Kolaborasi Warga
Dompu, Harianbumigora.com — Festival Lakey 2025 mencetak sejarah baru dengan meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan prestisius ini disampaikan dalam malam puncak Festival Lakey yang digelar di Pantai Lakey, Kabupaten Dompu, pada Sabtu (19/7/2025).
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, hadir langsung dalam perayaan tersebut dan memberikan apresiasi terhadap keberhasilan festival tahunan ini. Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian yang diraih melalui kerja sama berbagai pihak.
“Selamat kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati atas penyelenggaraan Festival Lakey, selamat juga atas penghargaan rekor MURI dari Festival Lakey 2025 ini,” ujar Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal.
Gubernur menilai keberhasilan meraih rekor MURI bukan hanya soal jumlah atau kemeriahan, tetapi menjadi simbol kuat dari semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh masyarakat Dompu. Meskipun menjadi kehadiran perdananya sebagai gubernur dalam festival ini, Miq Iqbal menyebut momentum tersebut sebagai istimewa.
“Tadi saya sudah diskusi dengan Bapak Bupati Dompu, intinya penyelenggaraan Festival Lakey tahun ini sudah baik, tapi tahun depan kita akan buat lebih baik,” lanjutnya, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus mendukung pengembangan sektor pariwisata lokal.
Di akhir sambutannya, Gubernur NTB mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kolaborasi dan inovasi sebagai kunci membangun Dompu dan NTB secara berkelanjutan.
“Mari kita terus bersama-sama, bahu membahu membangun Kabupaten Dompu yang lebih maju dan menjadikan NTB semakin makmur dan mendunia,” pungkasnya.
Festival Lakey 2025 menjadi sorotan nasional tidak hanya karena meriah, tetapi juga karena berhasil menunjukkan potensi lokal NTB yang mampu menembus panggung rekor nasional.
Redaksi: Harian Bumi Gora
Editor: [Zamroni]
Sumber: Dinas Kominfotik NTB / ntbprov.go.id (20/7/2025)
Masyarakat NTB Antusias Sambut FORNAS VIII 2025
Mataram, Harianbumiora.com – Antusiasme masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) menyambut gelaran Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII 2025 terlihat begitu tinggi. Hal ini tampak dalam kegiatan Gebyar Sosialisasi FORNAS VIII yang digelar oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB saat car free day di Jalan Udayana, Mataram, Minggu (20/7/2025).
Ratusan masyarakat dari berbagai kalangan memadati lokasi acara. Kegiatan ini menjadi ajang pengenalan sekaligus penyampaian informasi seputar FORNAS VIII yang akan diselenggarakan mulai 26 Juli hingga 1 Agustus 2025.
"Kalah menang semua senang!" seru Kepala Dinas Kominfotik NTB Yusron Hadi saat membuka acara sosialisasi yang disambut riuh tepuk tangan pengunjung car free day.
Yusron menjelaskan bahwa FORNAS VIII 2025 akan menjadi pesta olahraga masyarakat terbesar di Indonesia, dengan melibatkan sekitar 18 ribu peserta dari seluruh provinsi bahkan dari mancanegara. Puluhan venue pertandingan telah disiapkan di empat kabupaten/kota, dengan Kota Mataram menjadi lokasi dengan jumlah venue terbanyak.
Salah seorang warga, Susy Rosdiana dari Terong Tawah, menyampaikan kebanggaannya karena NTB kembali dipercaya sebagai tuan rumah ajang berskala nasional.
"Tidak sabar melihat kemeriahan FORNAS. Semoga para peserta dan seluruh pengunjung yang datang jadi bisa mengenal NTB lebih baik," ungkapnya.
Sementara itu, warga Penan, Mataram, Agus Salim, juga menyambut FORNAS VIII dengan penuh harap. Ia menaruh optimisme besar kepada tim-tim yang akan mewakili NTB dalam berbagai cabang olahraga.
"Semoga kita bisa banyak merebut juara," harapnya.
Acara Gebyar FORNAS VIII 2025 berlangsung semarak. Selain penyampaian informasi, masyarakat juga disuguhi hiburan tari tradisional oleh siswi SMA, bazar UMKM lokal, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pembagian hadiah menarik untuk pengunjung yang mengikuti kegiatan interaktif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye sosialisasi berkelanjutan yang dilakukan oleh Pemprov NTB untuk menyukseskan penyelenggaraan FORNAS VIII 2025 sebagai ajang olahraga sekaligus promosi daerah.
Redaksi: Harian Bumi Gora
Editor: [Zamroni]
Sumber: Dinas Kominfotik NTB / nov
Kemenpar dan Pemprov Bali Perkuat Sinergi Hadapi Tantangan Pengembangan Pariwisata
Denpasar, Harianbumigora.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam menghadapi berbagai tantangan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Hal tersebut ditegaskan dalam pertemuan resmi Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bersama Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Kertha Saba, Denpasar, Jumat (18/7/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Menpar menyampaikan bahwa Bali merupakan destinasi strategis dalam peta pariwisata Indonesia, yang mampu menjadi penggerak ekonomi daerah melalui peningkatan signifikan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara setiap tahunnya.
"Bali menjadi contoh nyata bagaimana pariwisata menopang ekonomi daerah. Oleh karena itu, kami menaruh perhatian khusus pada Bali," ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Menpar menyoroti sejumlah tantangan utama yang perlu ditangani bersama, di antaranya maraknya akomodasi ilegal seperti vila tanpa izin, pembangunan yang tidak merata, serta perubahan fungsi lahan produktif. Ia menegaskan pentingnya penataan sektor ini agar sejalan dengan prinsip keadilan, keberlanjutan, dan tata ruang yang tertib.
"Kami mengapresiasi inisiatif Pemprov Bali dalam menata akomodasi ilegal serta melakukan verifikasi terhadap akomodasi resmi agar tetap akurat dan terkini," ujar Menpar.
Permasalahan lain seperti kemacetan, pengelolaan sampah, dan pengembangan wilayah wisata Bali Utara dan Bali Barat juga menjadi perhatian dalam sinergi kebijakan antarinstansi. Termasuk tantangan perilaku wisatawan asing yang tidak sesuai dengan norma lokal.
Untuk itu, Kemenpar akan memperkuat edukasi wisatawan melalui kerja sama dengan KBRI serta kanal-kanal digital, termasuk imbauan perilaku atau Dos and Don'ts selama berada di Bali.
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi lintas kementerian/lembaga untuk mengatasi persoalan akomodasi tanpa izin. Ia juga memastikan data dan pengawasan terus diperbarui secara aktif oleh dinas terkait.
Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran Ni Made Ayu Marthini menyebutkan bahwa Kemenpar telah menyiapkan Calendar of Promotion Wonderful Indonesia 2026 yang akan disinergikan dengan program promosi Pemprov Bali.
"Kami juga telah berbicara dengan sejumlah maskapai dan akan bekerja sama dengan Kemenhub untuk menayangkan informasi perilaku wisatawan yang sesuai di setiap penerbangan menuju Bali," ujar Made.
Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik langkah Kementerian Pariwisata dalam merespons berbagai isu strategis di wilayahnya. Ia menilai pertemuan tersebut sangat penting untuk membentuk pariwisata Bali yang berkualitas dan berkelanjutan.
"Apa yang disampaikan Ibu Menteri sangat tepat dan dibutuhkan Bali. Kami siap menindaklanjuti bersama," ujar Koster.
Usai pertemuan bersama Pemprov Bali, Menpar Widiyanti melanjutkan agenda kunjungan dengan bertemu para pelaku industri pariwisata di kawasan Canggu, Bali. Di sana, Menpar berdialog dan menyerap aspirasi dari para pelaku industri terkait strategi pengembangan wisata berkualitas di tengah perubahan tren wisatawan global.
Turut mendampingi Menpar dalam kunjungan kerja ini, Deputi Bidang Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto.
Redaksi: Harian Bumi Gora
Editor: [Zamroni]
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pariwisata RI – 18 Juli 2025
Jalur Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Sementara, Menko Polkam: Keselamatan Pendaki adalah Prioritas
Mataram, HarianBumiGora.com – Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) secara resmi menutup sementara seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Keputusan ini diumumkan oleh Menko Polkam Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan, menyusul rentetan insiden kecelakaan yang menimpa pendaki dalam beberapa pekan terakhir.
Penutupan disampaikan langsung oleh Menko Polkam usai rapat koordinasi bersama Basarnas, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), TNI, Polri, Pemerintah Provinsi NTB, Dinas Pariwisata, dan pemangku kepentingan lainnya di Jakarta, Jumat (18/7/2025).
“Sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk melindungi keselamatan pendaki dan memastikan standar keamanan yang lebih baik, kami sepakat bahwa jalur pendakian Gunung Rinjani ditutup sementara secara total hingga pemberitahuan lebih lanjut,” ujar Menko Budi Gunawan.
Selama masa penutupan, pemerintah akan melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) pendakian dan prosedur evakuasi darurat, termasuk pembenahan fasilitas keselamatan dan sarana darurat di sepanjang jalur pendakian.
Sebelum jalur pendakian dibuka kembali, akan dilakukan verifikasi kelayakan oleh Basarnas, TNI, Polri, serta Tim Mountaineering Indonesia. Pembukaan jalur hanya akan dilakukan jika seluruh pihak menyatakan jalur aman dan layak digunakan.
Menko Polkam juga mengimbau masyarakat serta wisatawan untuk mematuhi keputusan ini demi keselamatan bersama. Ia turut mengapresiasi kinerja lintas instansi dalam meningkatkan tata kelola dan mitigasi risiko di kawasan Rinjani.
“Keselamatan jiwa pendaki adalah prioritas. Jalur hanya dibuka kembali jika seluruh standar keamanan telah terpenuhi melalui koordinasi lintas instansi,” tegas Budi Gunawan.
Penutupan ini merespons dua insiden kecelakaan yang menimpa pendaki asing. Pada Rabu (16/7), seorang pendaki asal Swiss, Benedikt Emmenegger, terjatuh saat menuruni jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak. Sehari kemudian, Kamis (17/7), pendaki asal Belanda, Sarah Tamar Van Hulten, juga mengalami kecelakaan di lokasi yang sama. Kedua pendaki berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Balai Taman Nasional Gunung Rinjani atau Posko Basarnas setempat.
---
Redaksi: Harian Bumi Gora
Editor: [Zamroni]
Sumber: Kemenko Polkam RI – Siaran Pers No. 209/SP/HM.01.02/POLKAM/7/2025
Saturday
Kemendikdasmen Gelar Seminar Nasional Perlindungan Anak bagi Guru PAUD, Luncurkan Buku Edukatif dan Inklusif
Jakarta (Harianbumigora.com — Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan seminar nasional bertema “Edukasi Perlindungan Anak bagi Guru PAUD” sebagai upaya mendorong terciptanya ruang belajar yang aman dan ramah anak di seluruh satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA), dengan mengangkat tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat menuju Indonesia Emas 2045”.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa lingkungan belajar bagi anak usia dini harus terbebas dari kekerasan dalam bentuk apa pun. "Guru PAUD tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga pelindung dan pengasuh kedua bagi anak-anak. Lingkungan belajar harus aman, hangat, dan mendukung tumbuh kembang anak secara holistik," ujarnya di Jakarta, Kamis (17/7).
Senada, Dirjen GTK PG, Nunuk Suryani, menyebut bahwa PAUD adalah fondasi penting dalam membangun peradaban bangsa. Ia menambahkan bahwa seminar ini bukan hanya sarana edukasi tetapi juga inspirasi bagi guru-guru di seluruh Indonesia untuk lebih siap dalam menerapkan prinsip child safeguarding di satuan pendidikan.
“Perlindungan anak adalah tanggung jawab kolektif, tidak hanya orang tua atau pemerintah. Seminar ini menjadi titik penting dalam memperkuat kesadaran itu,” kata Nunuk.
Peluncuran Buku Cerita 7 Kebiasaan Anak Hebat dan Buku Saku Pendidikan Inklusi
Pada momen yang sama, Kemendikdasmen melalui Direktorat Guru PAUD dan PNF meluncurkan dua buku penting: Seri Buku Cerita 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Seri Buku Saku Pendidikan Inklusi bagi Guru PAUD. Buku ini dikembangkan oleh para guru PAUD sendiri dan diharapkan menjadi referensi nasional dalam membentuk karakter anak serta penerapan pendidikan inklusif di satuan PAUD.
“Harapannya, buku-buku ini segera mendapatkan ISBN dan digunakan secara luas oleh guru-guru PAUD sebagai media pembelajaran yang inspiratif,” kata Nunuk.
Selain itu, pelatihan dongeng juga direncanakan sebagai bagian dari program penguatan kompetensi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran secara menyenangkan.
Komitmen Pemerintah: PP No. 17/2025 dan RPL Guru PAUD
Direktur Guru PAUD dan PNF, Suparto, menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam perlindungan anak, terutama dengan telah diterbitkannya PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak. Ia juga mendorong kemitraan antara guru dan orang tua dalam meningkatkan kesadaran terhadap potensi kekerasan di lingkungan anak.
Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat program afirmasi kualifikasi guru PAUD melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) agar para guru dapat menempuh S1 hanya dalam satu tahun serta mengikuti pendidikan profesi guru.
Staf Ahli Kemendikdasmen, Mariman Darto dan Biyanto, secara terpisah menyatakan optimisme terhadap berbagai program strategis tersebut sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam membentuk Generasi Emas 2045 yang tangguh dan berkarakter.
Kemendikdasmen Tetapkan Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025, Tegaskan Penguatan Kurikulum dan Tambahan
Jakarta (Harianumigora.com) — Melansir keterangan resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pemerintah telah menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025 sebagai revisi atas Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024. Aturan ini menjadi landasan baru dalam penyelenggaraan kurikulum di jenjang PAUD, pendidikan dasar, dan menengah, serta akan diberlakukan mulai tahun ajaran 2025/2026.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menegaskan bahwa regulasi terbaru ini tidak mengubah substansi kurikulum yang berlaku, melainkan bersifat administratif dan penguatan arah kebijakan.
“Salah satu bentuk penyesuaian yang dilakukan adalah perubahan nomenklatur kementerian. Kini, urusan pendidikan dasar dan menengah berada di bawah Kemendikdasmen,” ujarnya dalam siaran pers.
Lebih lanjut, Toni menjelaskan bahwa Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 tetap menjadi acuan utama dalam proses pembelajaran. Namun, penyesuaian dilakukan pada bentuk dan struktur kegiatan kokurikuler, yang kini didesain lebih integratif, tematik, dan berbasis proyek. Upaya ini bertujuan meningkatkan relevansi antara pengetahuan akademik dan praktik nyata.
Dalam aspek pendekatan pembelajaran, Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 mendorong implementasi pembelajaran mendalam (deep learning). Strategi ini mengedepankan pemahaman konsep secara menyeluruh, penguatan keterampilan berpikir kritis, serta refleksi dalam proses belajar peserta didik.
Menyesuaikan perkembangan teknologi global, Kemendikdasmen juga menambahkan mata pelajaran pilihan baru, yaitu Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI). Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk membekali generasi muda dengan keterampilan abad ke-21, khususnya di era digital dan disrupsi teknologi.
"Selain itu, penyesuaian istilah dalam dokumen kurikulum juga dilakukan. “Istilah ‘Profil Pelajar Pancasila’ diubah menjadi ‘Profil Lulusan’ sebagai bagian dari penyelarasan dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL),” terang Toni.
Dalam upaya penguatan karakter, kegiatan kepanduan kini menjadi bagian wajib dari pilihan kegiatan ekstrakurikuler. Hal ini bertujuan membentuk karakter peserta didik yang mandiri, memiliki jiwa kepemimpinan, serta menjunjung tinggi semangat gotong royong.
Masih dalam dokumen regulasi tersebut, dilakukan pula penyesuaian alokasi waktu terhadap sejumlah mata pelajaran. Pengurangan waktu ini dirancang secara proporsional tanpa mengurangi capaian pembelajaran, agar tercipta keseimbangan antara aspek akademik dan pengembangan diri.
Melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya dalam menghadirkan sistem pendidikan yang adaptif, kontekstual, dan bermakna, serta mendorong terwujudnya visi besar 'Pendidikan Bermutu untuk Semua'.
Ramai Pendaki, Jalur Menuju Danau Segara Anak Rinjani Ditutup Sementara
![]() |
| Arsip: Pada hari Kamis, 17 Juli 2025, helikopter SAR tiba untuk membantu evakuasi pendaki asal Belanda yang terjatuh di Gunung Rinjani di Pulau Lombok, NTB. (Antara) |
Harianbumigora.com – Lonjakan jumlah pendaki di Gunung Rinjani sepanjang tahun ini membuat pihak pengelola, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), mengambil langkah tegas. Salah satu jalur favorit pendaki, yakni Pelawangan Sembalun menuju Segara Anak, diputuskan untuk ditutup sementara demi alasan keselamatan.
Mengutip pemberitaan dari ntvnews.id, hingga pertengahan 2025 ini, tercatat 36.500 orang telah mendaki Gunung Rinjani, dengan sekitar 18 persen di antaranya merupakan wisatawan mancanegara. Kepala BTNGR, Yarman, menyebutkan mayoritas pendaki asing datang dari Prancis, Eropa, dan Malaysia.
“Sekarang memang lagi tinggi-tingginya pendakian,” kata Yarman sebagaimana dilaporkan ntvnews.id, Jumat (19/7).
Adapun penutupan jalur ini dipicu oleh insiden kecelakaan yang menimpa dua wisatawan asing berturut-turut pada pertengahan Juli lalu. Masih menurut ntvnews.id, pada 16 Juli 2025, seorang pendaki asal Swiss, Benedikt Emmenegger, mengalami kecelakaan di sekitar jalur menuju Jembatan Besi sebelum Danau Segara Anak. Keesokan harinya, Sarah Tamar van Hulten, wisatawan asal Belanda, juga mengalami musibah di jalur yang sama.
Sebagai langkah antisipasi, BTNGR menutup akses pendakian dari Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak, termasuk melalui aplikasi resmi pemesanan tiket, e-Rinjani.
Langkah ini diambil BTNGR guna memastikan pengelolaan kawasan wisata dan konservasi tetap berjalan secara berkelanjutan, serta demi menjaga keselamatan seluruh pengunjung.














